Berat Badan Ideal Bukan Berati Sehat, Ini Yang Benar

Di tahun 2014, situs berita Time mengangkat kisah tentang seorang gadis bernama Elizabeth Chanatry, ia berusia 16 tahun yang mengidap Diabetes tipe 2. Banyak orang terkejut karena dengan tinggi badan 161 cm dan berat badan 53 kg, ia tergolong memiliki bentuk tubuh ideal dan sehat. Hal ini menjadi sorotan dunia medis karena kurus ataupun langsing bukanlah menjadi jaminan kesehatan, justru mungkin menyimpan risiko kesehatan lainnya.

Sheila Zhou, ahli nutrisi dari yang dikutip dari Dailymail memiliki sebutan untuk fenomena ini yakni ‘Skinny Fat’, dimana orang dengan genetik kurus atau normal mengonsumsi makanan yang tidak sehat tanpa rasa bersalah karena merasa berat badannya tidak naik. Mereka pun tidak menyadari komplikasi kesehatan bisa menjadi investasi yang buruk. Olahraga pun ditinggalkan karena merasa bentuk tubuhnya tidak mengalami perubahan.

Menurut studi dari Britain Medical Research Council yang dipimpin oleh Prof. Dr. Jimmy Bell, ditemukan bahwa menjaga bentuk tubuh dengan diet makanan tanpa disertai olahraga ternyata menimbun jumlah lemak yang besar di dalam tubuh. Ini terjadi walau pelaku diet bertubuh langsing dan bukan berarti kebal dari risiko penyakit jantung maupun diabetes. Kesimpulan yang ditarik, orang dengan tubuh gemuk namun aktif dan fit justru lebih sehat ketimbang mereka yang lebih kurus namun tidak aktif seperti yang didukung oleh pendapat Dr. Steven Blair, ahli obesitas dari University of South Carolina, Amerika Serikat.

Setiap ibu mengidamkan tubuh yang langsing agar tampilan keseluruhan terlihat lebih cantik, namun seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup, menjaga badan kerap menjadi kesulitan tersendiri. Terlebih bagi para ibu yang sudah melahirkan, sibuk mengurus anak dan rumah tangga sehingga sulit menemukan waktu untuk berolahraga dan berdiet. Tujuan diet bukanlah lagi untuk menjaga kesehatan melainkan untuk enak dipandang.

Agar tidak terjadi salah persepsi akan tubuh langsing dan berat badan ideal, para ahli menyarankan agar ibu tetap menjalani pola hidup sehat seperti olahraga, relaksasi pikiran dan ditunjang dengan pola makan sehat seperti menjaga asupan zat gizi maupun kuantitasnya. Hal ini diperkuat dari studi yang diterbitkan Journal of the American Medical Association tahun 2007 yang mempelajari 2.600 orang berusia 60 tahun ke atas dengan berbagai bentuk tubuh. mereka yang bertubuh gemuk namun aktif berolahraga lebih fit menjalani aktifitas dan jarang sakit ketimbang mereka yang kurus atau langsing namun tidak berolahraga.

dr. Jessica Florencia, dokter umum menyarankan agar Ibu selalu menerapkan keseimbangan dalam pola makan. Misalnya menghindari asupan garam dan gula yang berlebihan. Hal ini bermanfaat agar organ tubuh yang tak terlihat mata telanjang tidak menimbun lemak yang menjadi cikal bakal terjadinya stroke, penyakit jantung hingga diabetes. Memasukkan olahraga secara rutin menjadi agenda wajib di samping relaksasi untuk melepas stres. Tak lupa, Ibu juga sebaiknya melakukan medical check-up secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan sebelum gangguan kesehatan menjadi lebih berbahaya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait