Bermain Kembang Api yang Aman

Kembang api mulai dikenal sejak ditemukannya bubuk mesiu pada abad ke-9 di Cina. Ceritanya, waktu itu seorang juru masak secara tidak sengaja mencampur tiga bahan bubuk hitam (black powder) yang ada di dapurnya, yaitu garam peter atau KNO3 (kalium nitrat), belerang (sulfur) dan arang dari kayu (charcoal).

Ternyata campuran ketiga bahan tersebut merupakan bubuk mesiu yang mudah terbakar. Jika bubuk mesiu itu dimasukkan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya, kemudian sumbu dibakar, maka mesiu itu akan mengeluarkan suara ledakan keras. Petasan itulah dasar dari pembuatan kembang api, yang lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk semburan pijaran api di udara. Berkat kemajuan teknologi, kini kembang api bisa mengeluarkan warna percikan api yang beragam dengan pola semburan percikan api yang juga bervariasi.

Kembang api yang berwarna-warni tentu menarik perhatian anak-anak. Namun jika tidak hati-hati, percikan bunga api itu bisa menimbulkan luka bakar yang serius. Anda tentu tidak ingin kecelakaan ini menimpa buah hati Anda. Agar anak-anak terhindar dari bahaya bermain kembang api, ada beberapa tips yang harus diperhatikan:

  1. Sebaiknya tidak mengijinkan anak bermain kembang api sama sekali, bila tidak diawasi oleh orang dewasa yang dapat dipercaya.
  2. Jangan biarkan anak bermain kembang api sambil berlarian, berdekatan satu sama lain, atau sambil memainkan permainan yang lain.
  3. Mainkan kembang api agak jauh dari rumah, bahan bakar minyak, tumpukan kertas, atau benda mudah terbakar lainnya.
  4. Sediakan wadah berisi air di dekat Anda untuk memadamkan kembang api yang sulit padam.
  5. Jangan mencoba menyulut kembali kembang api yang tidak mau menyala. Basahi dengan air dan buang ke tempat sampah.
  6. Pastikan tidak ada anak-anak yang berada dalam jarak yang terlalu dekat, ketika sedang menyulut kembang api. Jauhkan bagian tubuh dari kembang api yang akan dinyalakan
  7. Jangan nyalakan kembang api, apalagi petasan, di dalam wadah, terutama yang terbuat dari bahan kaca atau logam.
  8. Jauhkan kembang api yang tidak dipakai dari tempat Anda menyulut kembang api
  9. Simpan kembang api di tempat yang kering dan bersuhu sejuk. Atau perhatikan petunjuk penyimpanan pada bungkusnya.
  10. Jangan mencoba membuat kembang api sendiri.

Share artikel ini:

Artikel Terkait