Bisakah Alergi Sembuh?

Memang alergi bukanlah penyakit yang mematikan, namun alergi sangat mengganggu aktivitas seseorang, khususnya bagi tumbuh kembang si kecil. Misalnya saat sedang berada di taman bunga, tentu si kecil ingin bebas bereksplorasi menjelajah seluruh tumbuhan indah yang ada di taman, namun karena ia alergi dengan serbuk sari bunga, sayangnya ia pun hanya bisa memandanginya dari jauh saja.

Hal tersebut tentu sangatlah disayangkan. Oleh karena itu, permasalahan seputar gejala, penanganan, hingga penyembuhan alergi pun menghantui para orangtua. Dan yang menjadi kekhawatiran paling besar adalah, tak jarang alergi yang dialami si kecil dapat berlanjut hingga dewasa. Mendengar hal tersebut, muncul pertanyaan, apakah alergi bisa disembuhkan secara total?

Menurut dr. Iris Rengganis, SPPD, K-AI, FINASIM, dari divisi alergi imunologi klinik departemen ilmu penyakit dalam, FKUI/RSCM, alergi tidak dapat sembuh secara total. Hal ini dikarenakan kemungkinan akan muncul alergen lain yang dianggap berbahaya bagi tubuh.

Namun Ibu tak perlu khawatir, walaupun tak bisa disembuhkan secara total, Ibu tetap bisa mengurangi risiko si kecil terkena alergi. Cara yang paling tepat berdamai dengan alergi adalah dengan mencari tahu penyebabnya, dan sebisa mungkin menghindari alergennya

Apa itu alergen? Alergen adalah zat-zat yang menjadi pemicu alergi. Alergen bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk ke tubuh dengan berbagai cara. Mulai dari lewat saluran pernapasan (dihirup), berasal dari makanan, melalui suntikan atau bisa juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit.

Alergen yang paling sering menyebabkan reaksi alergi pada tubuh si kecil, diantaranya makanan seperti susu, telur, kacang, seafood, bisa juga akibat gigitan serangga, debu, substansi di udara seperti bulu hewan serbuk sari, obat-obatan, dan kontak dengan kulit secara langsung, misalnya bahan kimia pada parfum, sabun, sampo, dan lain-lainnya.

Respon sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap alergen lah yang menyebabkan tubuh mengalami alergi. Alergen kemudian menginduksi terbentuknya antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). Saat kontak antara tubuh dan alergen terjadi, tubuh akan memproduksi lebih banyak IgE. Kemudian IgE akan memicu pelepasan zat-zat kimia alami seperti histamin yang menyebabkan gejala-gejala alergi, seperti bersin, batuk, gatal-gatal, dan sebagainya.

Oleh karena itu, Ibu harus mengetahui alergen yang menjadi pemicu si kecil mengalami alergi. Agar dapat menananginya dengan tepat, Ibu bisa membawa si kecil ke dokter untuk melakukan tes alergi. Tes ini penting dilakukan untuk mengetahui apa saja pemicu atau allergen yang dapat membuat anak alergi agar dapat menghindarinya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait