Bisakah Berat Badan Ideal Terjaga dengan Sarapan Sehat?

Ibu pasti menginginkan tubuh yang sehat dengan berat badan yang ideal. Berbagai cara pun ditempuh untuk menjaganya. Namun dalam menjalankannya, ada satu hal penting yang tak boleh dilewatkan, yakni sarapan pagi. Sarapan pagi merupakan salah satu hal penting untuk menjaga berat badan tetap ideal dan menjauhi obesitas.

Benarkah sarapan bisa membantu menjaga berat badan agar tetap ideal?

The National Weight Control Registry telah melakukan survei terhadap orang yang telah mempertahankan berat badan minimal sekitar 13 kg selama lebih dari satu tahun, dilaporkan bahwa sarapan adalah salah satu dari empat gaya hidup sehat yang paling penting untuk tetap mempertahankan berat badan ideal (Tiga lainnya adalah makan makanan rendah lemak, diet karbohidrat, pemantauan berat badan dan tetap aktif). Orang yang biasa sarapan akan cenderung makan lebih sedikit kalori, lebih sedikit lemak jenuh dan kolesterol. Mereka yang rutin sarapan juga memiliki status gizi secara keseluruhan lebih baik dibanding orang yang tidak sarapan.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh paparan dari ahli nutrisi penulis buku The F-Factordiet, Tanya Zuckerbrot, R.D., yang menyatakan bahwa menyantap sarapan pagi setelah perut kosong semalaman dapat meningkatkan metabolisme, yang artinya pembakaran kalori sepanjang hari akan menjadi lebih efisien. Dengan sarapan, Ibu bisa membakar 400 kalori yang terus meningkat seiring aktivitas harian. Berbeda jika Ibu beraktivitas dengan perut kosong, justru metabolisme tubuh berjalan tidak lancar dan proses pembakaran kalori pun berjalan secara lambat.

Jika Ibu tidak sarapan, maka gula darah akan turun di bawah tingkat normal. Ibu pun akan merasa kelaparan dan mengalami penurunan tingkat energi. Sehingga pada saat makan siang Ibu memilih makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dan banyak kalori.

Karbohidrat ini akan menyebabkan kenaikan level kadar gula dalam darah secara mendadak yang menyebabkan tubuh melepaskan jumlah insulin yang cukup besar. Insulin akan mengambil kelebihan gula dalam darah dan mengubahnya menjadi lemak. Ini adalah salah satu alasan utama penyebab diabetes, yakni kenaikan berat badan. Jika seperti itu terus-menerus, berat badan pun akan lebih mudah naik. 

 

Baca Juga: Menu Sarapan Pagi yang Tepat Untuk Turunkan Berat Badan

 

Tanya Zuckerbrot, R.D. juga menekankan bahwa kunci dari semuanya adalah jenis makanan yang dikonsumsi.  Pola makan sehat berawal dari apa makanan yang Ibu konsumsi saat sarapan. Menu sarapan juga tidak boleh dengan sembarang makanan dan tidak asal kenyang saja. Ibu harus bijak dalam memilih menu sarapan yang sehat dan bergizi.

Menurut dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fiastuti Witjaksono, Sarapan sehat merupakan salah satu dari tahapan makan tiga kali sehari, maka dari itu sarapan pagi seharusnya dapat memenuhi sebanyak 25 sampai 30% dari total angka kebutuhan gizi (AKG) yang diperlukan setiap harinya, yakni kebutuhan seperti karbohidrat kompleks, protein tinggi, serat, vitamin dan mineral merupakan zat-zat yang sangat penting untuk keseimbangan energi untuk pagi dan sehari penuh.

Barbara J. Rolls, PhD, penulis 'The Volumetrics Weight Control Plan' dan 'The Guthrie Chair in Nutrition' dari Pennsylvania State University di Pittsburgh menganjurkan agar Ibu memilih makanan dengan kandungan serat yang tinggi. Makanan dengan kadar serat tinggi akan dicerna dengan lambat, sehingga menyediakan energi yang konstan dan membuat Ibu tidak cepat lapar. Makanan tersebut akan membuat Ibu kenyang dan hanya membawa sedikit lemak ke dalam tubuh. Ini adalah konsep yang disebut dengan "kepadatan energi".

Jumlah serat yang direkomendasikan adalah sebanyak 3 sampai 5 gram serat per porsi. Jumlah tersebut cukup, karena jika konsumsi berat berlebihan, dikhawatirkan dapat menyebabkan sembelit, diare, atau sakit perut.

Sarapan sangat penting untuk memastikan nutrisi Ibu terpenuhi dan menjaga kesehatan tubuh, tak hanya itu saja, sarapan juga dapat menjaga berat badan Ibu agar tetap ideal.

Share artikel ini:

Artikel Terkait