vote

Cara Mudah Menghitung Masa Subur Wanita dengan Tepat

Penting bagi Ibu untuk mengetahui masa subur. Berikut ini adalah cara mudah menghitung masa subur dan juga tips bagaimana menentukan masa subur agar dapat merencanakan kehamilan dengan tepat.

  • Rate Artikel ini

Masa subur atau yang juga disebut sebagai masa ovulasi, adalah suatu fase dalam siklus menstruasi seorang perempuan dimana sel–sel telur sudah siap untuk dibuahi dan berpeluang besar untuk terjadinya kehamilan.

Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui masa subur, jika sedang merencanakan kehamilan, terutama bagi perempuan yang mengalami masalah sulit hamil. Sebab berhubungan intim pada masa subur merupakan salah satu upaya yang tepat agar kemungkinan hamil terjadi lebih besar dari hari hari lainnya.

Berikut ini adalah cara mudah menghitung masa subur dan juga tips bagaimana menentukan masa subur agar dapat merencanakan kehamilan dengan tepat.

 

Berikut ini adalah cara menghitung masa subur secara sistematis yang bisa Ibu terapkan dengan mudah :

 

1. Menghitung Masa Subur dengan Siklus Haid Teratur

Untuk Ibu yang memiliki siklus haid terartur, yakni 28 hari, maka masa subur biasanya jatuh pada hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama haid sebelumnya.  Misalnya, Ibu mengalami haid pada tanggal 4 Februari, maka pada tanggal 4 Februari tersebut dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke-10 jatuh pada tanggal 13 Februari dan hari ke-17 jatuh pada tanggal 16 Februari. Jadi masa subur Ibu terjadi sejak tanggal 13 – 16 Februari.

 

2. Menghitung Masa Subur dengan Siklus Haid Tidak Teratur

Jika Ibu memiliki siklus haid yang tidak teratur, Ibu memerlukan penghitungan yang agak sedikit rumit. Ibu harus mengingat dengan teliti akan siklus haid yang Ibu alami selama 6 bulan terakhir. Setelah itu Ibu harus tentukan siklus haid terpendek dan terpanjang yang dialami Ibu selama 6 bulan terakhir tersebut. Untuk siklus terpanjangnya Ibu bisa kurangi siklus haid dengan 11, dan hasilnya adalah hari subur terakhir pada siklus haid terakhir Anda. Sedangkan untuk siklus terpendek, Ibu bisa kurangi siklus haid dengan 18 dan Ibu akan mendapatkan hari pertama masa subur Anda pada bulan tersebut.

Misalnya, Ibu mengalami menstruasi dengan masa siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya).

26 - 18 = masa subur Ibu jatuh pada hari ke-8

32 -11 = masa subur Ibu jatuh pada hari ke-21

 

Jika Ibu masih bingung bagaimana cara menghitungnya, Ibu pun juga bisa menggunakan beberapa indikator lewat perubahan yang terjadi pada tubuh Ibu, seperti :

 

  • Pada masa subur, suhu tubuh Ibu akan naik sedikit di atas suhu tubuh normal.
  • Rasa nyeri ringan hingga berat pada perut atau salah satu bagian punggung bisa juga dijadikan indikator untuk membantu mendeteksi masa subur
  • Saat masa subur, Ibu akan merasa jauh lebih bergairah dan lebih bersemangat
  • Ibu akan menemukan lendir mulai dari yang kental, basah, hingga yang kental, semi-transparan, seperti putih telur mentah. Ini menunjukkan adanya perubahan kadar hormon estrogen pada tubuh, yang juga menjadi pertanda ovulasi segera terjadi.

Artikel Terkait

Terbaru