Cara Tepat Agar Anak Tak Susah Makan

Cara Tepat agar Balita tak Susah Makan

Normalnya susah makan sebetulnya bukan masalah besar bagi kebanyakan anak. Tengok saja anak-anak di daerah pedesaan. Bukan saja mereka lahap makan, terlebih rakus makan. Bahwa menjadi lapar dan mengejar makanan itulah sisi alaminya. Anak di perkotaan yang kecukupan makan sering kehilangan selera makannya. Penyebab terseringnya karena makannya sudah amat berlebihan. Kalori dari makanan yang berlebihan ini yang menekan nafsu makan anak, sehingga ibu mengeluh anaknya susah makan. Mayoritas keluhan ibu punya balita, ihwal anak susah makan ini muncul dalam sebagian besar surat konsultasi.

IBU Mar, contohnya. Balitanya belum genap 3 tahun, setiap memberi makan harus dikejar-kejar dulu. Itupun tak tuntas piring makannya. Ibu Mar cemas karena setiap kali makan selalu menyisa piring makannya. Tak pernah ia sadari kalau penyebab susah makannya lantaran berat balitanya sekarang lebih dari 17 Kg. Dokter bilang umur 3 tahun berat badan idealnya berkisar di angka 14 Kg. Balita Bu Mar sudah kelebihan makan.

 

Kecukupan kalori vs kelengkapan nutrisi

Naluri setiap ibu untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Termasuk soal memberi makan. Namun menjadi tidak bijak kalau ibu masih berpikir semakin banyak memberi makan anak akan semakin menyehatkan. Setiap umur anak punya ambang kecukupan kalori yang dibutuhkannya.

Kalau anak menerima total kalori sesuai dengan umur dan berat badannya, anak akan sehat. Maka berat badan menjadi parameter apakah kalori yang anak terima dari makan hariannya sudah memadai, atau malah berlebihan kalau bukan kekurangan. Pada zona berat badan ideal inilah setiap ibu perlu menakar porsi makan anaknya.

Porsi makan anak ditambahkan bila berat badan di bawah idealnya. Sebaliknya harus dikurangi bila ternyata berat badan balitanya sudah menyentuh batas atas berat badan idealnya.

Namun mencukupi kalori sesuai dengan kebutuhan tubuh anak saja belum cukup kalau menu hariannya tidak lengkap. Sama pentingnya dengan kecukupan kalori, segala jenis zat gizi (nutrient) juga perlu lengkap selengkap-lengkapnya. Tubuh kita membutuhkan lebih dari 40 jenis zat gizi supaya mesin tubuh berputar lancar. Terlebih bagi usia anak yang masih perlu bertumbuh. Kekurangan satu jenis zat gizi saja, apalagi zat gizi yang esensial, mengganggu laju pertumbuhan anak, selain bisa memunculkan penyakit kekurangan gizi.

Selain menciptakan anak yang tidak susah makan, anak juga dididik untuk suka segala macam menu orang dewasa begitu anak mulai disapih. Tugas ibu memperkenalkan setiap menu baru. Kesan pertama anak pada menu baru menentukan apakah selanjutnya anak menyukai menu tersebut sampai usia dewasa. Makin seorang anak menyukai segala menu, makin menyehatkan pertumbuhan kedepannya.

 

Mungkin sedang mengidap penyakit

Selain sebab kelebihan makan, susah makan juga bisa disebabkan oleh adanya suatu penyakit yang sedang anak idap. Bukan penyakit akut, melainkan penyakit menahun seperti cacingan, TBC, atau ada penyakit lain seperti penyakit darah, kurang darah (anemia), kalau bukan sebab ada gangguan pencernaan yang belum terselesaikan.

Balita yang mendadak menurun selera makannya perlu dilacak adakah penyakit yang mengganggunya. Pemeriksaan laboratorium dan di kamar praktik dokter akan membongkar apa penyebab di balik tidak mau makan anak. Susah makan bisa dijadikan petunjuk awal yang mendorong orangtua membawa anaknya berobat.

Di Indonesia masih banyak ditemukan balita yang mengidap TBC, termasuk anak gedongan. Mungkin didapat dari tempat umum seperti mal, pasar, terminal, stasiun, karena kasus TB di Indonesia masih tinggi. Ludah dan dahak yang dibuang sembarangan di tempat umum yang menjadi sumber penularnya. Bila dahak setelah mengering mengandung basil TBC terbang terbawa debu, lalu terhirup napas dan di situ awal TBC paru-paru bermula.

Pada kondisi gejala TBC biasanya dilakukan pemeriksaan tes Mantoux dengan suntikan di lengan bawah, yang dibaca setelah 2 hari. Bila positif, langsung difoto rontgen untuk memastikan betul sudah adaTBC paru-paru.

Kasus cacingan masih ramai di Indonesia. Cacing bukan saja mencuri makanan di usus anak, melainkan juga menekan selera makan juga. Begitu juga bila anak ada masalah dengan pencernaan. Paling sering sebab gangguan penyerapan (malabsorpsi). Kasus tak cocok susu, tak cocok protein, tak cocok lemak, salah satu keluhannya, menurun pula selera makannya.

 

Melacak penyebabnya

Cara tepat mengatasi balita susah makan, dengan melacak apa di balik susah makannya sebagaimana sudah diungkap di atas. Kalau penyebabnya karena kelebihan makan, perlu menguranginya. Sering lantaran kelebihan minum susu. Kalau penyebabnya karena mengidap suatu penyakit, setelah dokter mengetasinya, keluhan susah makan biasanya akan pulih. Termasuk bila penyebabnya faktor psikologis. Ibu bekerja menyerahkan urusan memberi makan pada orang rumah, yang belum tentu menyenangkan hati anak. Cara memberi makan dengan paksaan, secara kasar dapat menimbulkan trauma pada anak.

Soal tampilan menu  dan suasana makan anak memang perlu diciptakan. Bukan soal cita rasa betul, anak membutuhkan lebih juga pada soal tampilan menunya. Demikian pula suasana makan yang menyenangkan. Hanya memberi makan saat betul anak sedang merasa lapar. Untuk itu  jangan berikan apa pun terlebih yang serba manis menjelang jadwal makan. Makin tertib jam makam anak, dan tertib tidak memberikan yang serba manis atau camilan menjelang jam makan, makin tidak sukar memberi anak makan. Rasa lapar anak harus terbit dengan cara membuatnya tidak terus-terus diberi makan, yang sering nyaris tanpa jadwal.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait