Cegah Cedera Saat Berolahraga

Cedera bisa terjadi di mana saja, termasuk saat berolahraga. Mulai dari yang paling ringan, sampai yang bisa menyisakan kecacatan. Namun sebetulnya hal tersebut tentu bisa dicegah agar tidak sampai terjadi dengan persiapan dalam hal fisik maupun perlengkapan yang sesuai saat kita berolahraga.

 

Pentingnya pemanasan

Jangankan yang pemula dalam melakukan kegiatan berolahraga atau menggerakkan badan, bagi yang sudah rutin berolahraga pun perlu selalu melakukan pemanasan. Kita tahu selama melakukan olahraga sekecil apa pun gerak badan, otot, dan persendian menjadi aktif.

Tubuh memiliki ratusan otot yang ikut aktif selama melakukan gerak badan atau suatu jenis olahraga. Seberapa banyak otot dan persendian yang terlibat, akan tergantung seperti apa gerak badan dan jenis olahraganya. Makin total otot dan persendian terlibat dalam suatu aktivitas fisik, maka akan semakin melenturkan sekujur tubuh kita.

Selama beraktivitas fisik, otot-otot anggota badan, baik bagian atas maupun bagian bawah tertarik dan terulur silih berganti. Bila tidak pernah atau jarang melakukan aktivitas fisik, otot-otot maupun persendian mengalami kekakuan. Otot dan sendi yang masih kaku tidak sehat bila dikejutkan dengan gerakan yang langsung optimal. Maka perlu pelemasan dulu.

Tujuan pemanasan itu antara lain adalah untuk pelemasan otot dan persendian. Bila itu dikerjakan, maka peregangan maksimal pada otot dan persendian tidak akan sampai mengakibatkan cedera.

Beberapa menit menggerak-gerakkan semua bagian tubuh yang akan diaktifkan selama berolahraga dan bergerak badan setiap kali akan beraktivitas fisik, akan mencegah semua risiko cedera otot, atau menimbulkan nyeri pada sendi.

 

Safety first

Hal lain yang kerap menimbulkan masalah sepanjang berolahraga adalah terjadinya kecelakaan yang sebetulnya bisa diantisipasi. Lantai licin, lapangan dengan kerikil, beling, duri, serta peralatan olahraga yang tidak memenuhi syarat, perlu mendapat perhatian kita setiap kali menjelang kegiatan berolahraga..

Pemilihan sepatu olahraga pun perlu diperhatikan. Jika tidak sesuai ukuran maupun konstruksinya dengan kaki kita,  selain menghimpit kaki, bisa berakibat lecet pula.

Upayakan agar memilih sepatu yang memang dirancang sesuai dengan anatomi kaki manusia, dan sesuai dengan olahraga yang akan kita lakukan. Termasuk alas sepatu yang harus cukup empuk agar berfungsi sebagai peredam bobot tubuh (shock absorbent), meringankan beban persendian memikul bobot tubuh.

Gerakan-gerakan selama berolahraga tentu perlu mengikuti teknik tertentu agar kita tidak sampai terkilir, atau putusnya otot tumit (achilles) akibat cara memegang tongkat golf atau teknik melompat yang salah, misalnya. Radang sendi pada pemain golf dan pemain tennis merupakan bagian dari kesalahan teknik itu.

Sekadar bersenam namun di lokasi terbuka dan terkena terik matahari berlebihan dapat berakibat cedera pada kulit. Kulit yang terbakar oleh cahaya infrared matahari, selain berisiko kanker kulit, kejadian pingsan akibat kepanasan mungkin juga terjadi bila berlama-lama di bawah sengatan matahari siang (heat stroke).

Perhatikan pula faktor usia. Makin lanjut usia makin harus memilih jenis olahraga yang lebih ringan (low impact exercise), tidak lagi yang berat (high impact exercise), apalagi jenis olahraga yang berkompetisi dan olahraga ekstrem. Cukup berjalan kaki cepat (brisk walking) bagi yang sudah berusia lanjut. Untuk jenis yang seringan ini pun perlu pemanasan juga.

Bagi anak-anak, tentunya hal-hal diatas menjadi salah satu tanggung jawab orangtua. Pada anak usia dini, orangtua atau orang dewasa yang harus memperhatikan kesiapan fisik dan perlengkapan serta lokasi anak berolahraga. Lebih lanjut, hal-hal tadi perlu ditanamkan dalam diri anak sehingga menjadi kebiasaan yang positif dalam mendukung aktivitasnya, agar olahraga bisa mendatangkan manfaat kesehatan bagi anak, bukannya mencelakai.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait