Kebutuhan Pasca Melahirkan Agar Ibu Kembali Prima

Setelah kehadiran si kecil di dunia, tak hanya kebahagiaan yang akan meliputi keluarga kecil Ibu. Masih banyak kesibukan menanti, yakni mengurus buah hati tercinta. Secara psikis dan emosional, ibu akan mengalami sejumlah perubahan yang signifikan, sehingga harus belajar pelan-pelan untuk menerima dan menjalaninya. Ada beberapa hal penting yang Ibu butuhkan dalam menjalani peran baru sebagai Ibu. Hal yang terpenting adalah mengembalikan  kesehatan dan kekuatan pasca melahirkan yang ditunjang dengan istirahat, zat gizi yang baik, hingga bantuan dukungan orang terdekat, seperti yang disarankan para ahli dari Stanford Childrens’s Health.

 

Istirahat

Para orangtua baru harus mengetahui bahwa bayi yang baru lahir memiliki jam tidur yang belum teratur dan terkadang sangat berbeda dengan jam tidur yang dimiliki Ibu. Umumnya bayi akan bangun setiap dua hingga tiga jam karena lapar, sehingga perlu diberi ASI, bayi juga masih sering buang air sehingga harus segera dibersihkan agar ia merasa nyaman. Tentu hal ini akan membuat Ibu kelelahan karena harus mengurus semuanya sendiri, sekaligus juga harus memulihkan diri pasca proses melahirkan. Hal yang dibutuhkan Ibu adalah istirahat yang cukup. Bagaimana mengatur jam istirahat yang cukup pasca melahirkan di kala sibuknya aktivitas mengurus bayi tersebut, ini triknya:

  • Minggu pertama masa nifas sebaiknya ibu dibebaskan dari segala tanggung jawab dan hanya fokus untuk menyusui bayi dan juga untuk masa pemulihan diri. Boleh saja sesekali mendapat kunjungan, tapi Ibu tetap harus fokus untuk istirahat
  • Walaupun singkat tapi Ibu tetap harus tidur jika ada waktu. Ketika si bayi tidur, sebaiknya Ibu  juga ikut tidur. Agar pada sat si kecil bangun, Ibu pun sudah mendapatkan kembali energi yang cukup, untuk kembali mengurus si kecil.
  • Untuk menghemat tenaga dan waktu, selalu letakkan bayi di dekat Anda. Sehingga ketika ia bangun, Anda sigap untuk menggendong dan memberinya ASI.

 

Kebutuhan Zat Gizi

Selama masa nifas, ibu tetap harus mendapatkan asupan zat gizi yang baik untuk pemulihan dan memberikan ASI. Ibu yang lelah pasca melahirkan terkadang tidak nafsu makan atau makan seadanya yang ia sukai. Cobalah untuk mengikuti anjuran USDA & US Department of Health & Human Services tentang makanan apa saja yang dibutuhkan Ibu, seperti berikut ini:

  • Padi-padian: Nasi, putih, nasi merah, gandum, oatmeal.
  • Sayur: Variasikan warna sayuran yang dikonsumsi seperti hijau tua, merah dan oranye.
  • Buah: buah segar baik untuk ibu namun jus pun tidak masalah dikonsumsi selama terbuat dari 100% buah dan bukan kemasan yang sudah dicampur banyak gula.
  • Produk susu: Sebaiknya fokuskan pada produk susu bebas lemak dan tinggi kalsium.
  • Protein: Pilihlah makanan tinggi protein murni seperti daging merah tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian.

 

Support (Dukungan)

Aktivitas mengurus bayi pasca melahirkan membuat Ibu merasa lelah, hingga terkadang berpengaruh terhadap hormon yang menyebabkan timbulnya stres dan rasa tertekan hingga berderai air mata. Hal inilah yang dinamakan dengan sindrom baby blues. Hampir 50% ibu mengalami Baby Blues Syndrome dan hal ini dianggap wajar, karena Ibu sedang dalam masa adaptasi untuk menerima peran baru sebagai orang tua.

Tapi tenang saja, Ibu tidak sendirian. Ada suami, orang tua, teman dan anggota keluarga lain yang siap membantu Ibu. Tentunya Ibu sangat membutuhkan dukungan orang terdekat untuk dapat menjalani peran baru ini. Dukungan juga merupakan hal penting untuk mengatasi sindrom baby blues.

Kesulitan menyusui biasanya menjadi masalah yang memicu munculnya sindrom baby blues. Ibu bisa meminta pelukan yang menenangkan dari suami. Dukungan suami seperti menemani, mendampingi dan mendengarkan curahan hati Ibu sudah cukup untuk membuat Ibu tenang. Apalagi ditambah dengan relaksasi seperti pijatan ringan juga akan membantu Ibu melepas tekanan dan baik untuk kesehatan psikis. 

Jangan lupa pula berbagi tugas mengurus si kecil dengan suami untuk meringankan beban ya Bu. Hal ini ini sangat dianjurkan agar Ibu tidak merasa terlalu lelah untuk mengerjakan banyak hal, demi mempercepat masa pemulihan. Dukungan keluarga pun membantu mengatasi Baby Blues.

Selain itu, Ibu juga bisa berbagi cerita dengan ibu-ibu yang juga tengah memiliki bayi. Dengan berbagi pengalaman dengan orang yang mengalami hal yang sama, Ibu pun akan merasa nyaman untuk bertukar pikiran. Dengan berbagi cerita, beban Ibu pun terasa lebih ringan, sehingga Ibu dapat menjalani kehidupan sebagai Ibu dengan mudah dan menyenangkan.

 

Alat Bantu

Ibu pasti sering mendengar bahwa untuk mendapatkan bentuk tubuh seperti sediakala pasca melahirkan harus menggunakan stagen/gurita atau korset. Namun menurut dr Riza Hendrawan Nasution, SpOG, hal ini tidak disarankan karena dalam ilmu medis, tidak ada penelitian yang menyatakan kesuksesan alat tersebut mengecilkan bentuk tubuh ibu yang baru melahirkan. Satu-satunya jalan adalah perlahan melakukan aktivitas senam atau olahraga seperti sit-up, jogging dan sebagainya saat ibu sudah pulih benar dan melewati masa nifas.

Share artikel ini:

Artikel Terkait