@shutterstock

Hobi Minum Jus Jeruk, Hati-hati Gula Darah Naik

Seminggu dua kali atau bahkan setiap hari Anda meminumnya? Baik sekali maupun bahkan berkali-kali jus jeruk memang sangat enak untuk dinikmati. Apalagi jika disuguhkan dalam keadaan dingin dan cuaca yang panas, sudah tak bisa dipungkiri lagi kenikmatannya. Meski demikian, jus jeruk juga mampu menyumbangkan gula yang cukup tinggi.

Anda mungkin tak bisa percaya, bahwa buah yang terkenal dengan rasa asam dan vitamin C-nya ini memiliki sejumlah gula di dalamnya. Dalam secangkir jus jeruk, mampu menyumbangkan vitamin C hingga 140 persen kebutuhan harian vitamin C dalam tubuh. Bukan hanya itu saja, 20 persen dari nilai harian tersebut disumbangkan oleh tiamin dan 10 persennya dari folat.

Tentu hal ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan, mengingat manfaat kesehatan sudah ada di depan mata hanya dengan meminum jus jeruk ini. Namun, berbeda ceritanya jika Anda menengok indeks glikemik dari jus jeruk ini. Seperti diketahui, indeks glikemik menjadi salah satu acuan pengukuran perubahan kadar gula darah dalam tubuh berdasarkan banyak tidaknya asupan yang dimakan.

Semakin tinggi, kadar glikemik suatu makanan, maka semakin tinggi pula kenaikan gula darahnya. Dalam skala seratus, kadar indeks glikemik sebuah jus jeruk berada pada rentang 66 hingga 76. Jumlah ini bisa dikatakan tinggi, sebab batasan minimal sebuah indeks glikemik dikatakan tinggi adalah di atas 75. Sementara jika dilihat dari batasan maksimum indeks glikemik dikatakan rendah adalah di bawah 55. Demikian yang disampaikan Jessica Bruso, praktisi kesehatan Amerika dalam lansirannya di SFGate.

Banyak faktor yang mempengaruhi kadar indeks glikemik pada masing-masing jus jeruk. Faktor yang yang paling utama adalah letak kesegaran dari buah jeruk yang digunakan. Bila Anda menggunakan jus jeruk dari buah yang masih segar, maka indeks glikemiknya juga lebih rendah. Namun, jika Anda memilih menggunakan jus jeruk kemasan, baik yang dari bulir maupun kemasan, maka indeks glikemik yang dihasilkan juga lebih tinggi. Hanya saja, bagi penderita diabetes sebaiknya lebih mengurangi mengonsumsi jus jeruk ini, di samping perlu berkonsultasi dengan dokter juga. Pungkas Jessica Bruso dalam tulisannya.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait