Idealnya Isi Kotak Obat Di Rumah Anda

Peranan kotak obat di rumah baru kita rasakan penting setelah kita memerlukannya. Dalam kondisi darurat, beberapa jenis obat menjadi amat berarti kehadirannya. Bukan saja membantu meredakan keluhan yang mengganggu ketika tengah malam atau tak tersedia apotek terdekat, terlebih bisa menolong ancaman terhadap kesehatan. Peranan obat di kotak obat rumah lebih dari sekadar ban serep mobil.

 

BARANG tentu tidak semua jenis obat harus mengisi kotak obat di rumah kita. Ada sejumlah jenis obat yang sungguh memang dibutuhkan. Ada jenis obat yang bersifat umum, selain ada juga jenis obat khusus bagi keluarga tertentu yang perlu selalu tersedia pula di kotak obat rumah. Bila ada anggota keluarga yang berbakat kejang-demam, misalnya.

 

Obat simptomatik

Seperti sudah kita maklumi, jenis obat ada dua golongan besar. Jenis obat yang bersifat meniadakan penyebab penyakitnya atau yang bersifat kuratif, dan golongan obat yang hanya meredakan keluhan dan gejalanya saja atau golongan obat simptomatik. Keduanya bekerja bersama-sama untuk membantu kesembuhan penyakit pasien.

Obat golongan kuratif umumnya diresepkan oleh dokter, dan hanya beberapa yang boleh dibeli bebas di toko obat, ataudi apotek. Obat cacing, misalnya, tergolong obat golongan kuratif yang boleh dibeli bebas (OTC, over the counter). Sedangkan obat simptomatik umumnya boleh dibeli bebas, dan ini bagian terbesar dari jenis obat yang perlu mengisi kotak obat di rumah kita.

Pengertian obat yang tergolong simptomatik terbatas hanya meredakan, atau meringankan keluhan dan gejala penyakit yang dialami pasien. Bila demam datang, setelah minum obat antidemam, maka demamnya akan mereda, lalu hilang. Namun bisa saja terjadi, demamnya akan muncul lagi setelah masa kerja obatnya habis, biasanya 8 jam, maka demam pun akan muncul kembali. Itu berarti ada penyakit di balik demam itu.

Kita tahu, bahwa di balik sebuah demam bisa berarti banyak kemungkinan penyakit. Dokter yang akan memilah dan melacak penyakit apa di balik sebuah demam pada seorang pasien dengan cara mewawancarai, memeriksa fisik, dan bila diperlukan dengan pemeriksaan laboratorium, atau memilih pemeriksaan pembantu lainnya. Tujuannya agar penyakit yang memunculkan gejala demamnya berhasil tertangkap. Di sini demam berarti sebuah gejala, dan bukanlah penyakit.

Termasuk nyeri kepala, pusing, diare, mual atau muntah, semua itu hanya gejala dari suatu penyakit yang berada di belakangnya. Secara medik, meredakan gejala atau keluhan dengan pemberian obat tidak seperlu menumpas penyebabnya. Sikap terapi yang rasional sebetulnya hanya memberikan obat kuratif. Obat simptomatik baru diberikan bila tanpa itu pasien terganggu aktivitas kesehariannya. Misal, anak jadi rewel kalau demamnya tidak diredakan.

Sebaliknya, hanya memberikan obat simptomatik tanpa melengkapinya dengan obat kuratif, maka penyakitnya mungkin tak kunjung menyembuh. Kalau sudah sekian lama minum obat simptomatik penyakitnya belum sembuh, berarti belum berhasil menemukan penyakit di balik keluhan dan gejalanya.

 

Tak cukup hanya obat

Tak ada standar pasti apa saja jenis obat yang mengisi kotak obat di rumah. Namun secara akal sehat medik, semua jenis obat untuk kasus-kasus darurat seperti diare, mual dan muntah, nyeri kepala, nyeri gigi, demam, dan batuk pilek, perlu tersedia. Termasuk semua perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Jangan lupa obat antialergi, terlebih bila ada anggota keluarga yang berbakat alergi. Bentuk reaksi alergi bisa di kulit, mual sampai muntah, serta asma bahkan bisa sampai pingsan bila terlambat diberikan obat antialergi. Obat antiasma sama diperlukan bila di rumah ada yangberbakat asma juga.

Tak cukup hanya larutan antiseptik dan pembalut kecil maupun lebar, perlu pula disediakan bidai (spalk) bila sampai menemukan kasus yang diduga telah terjadi patah tulang. Kualitas pertolongan pertama pada patah tulang menentukan derajat kepulihannya. Peranan bidai amat penting agar patah tulang tidak berkomplikasi sehingga memerlukan upaya pembedahan yang lebih pelik. Bidai bisa dari penggaris atau papan kecil sepanjang penggaris.

Sudah disebut pentingnya oralit, maka ia harus senantiasa tersedia di kotak obat rumah. Obat tetes mata antisepsis, dan keterampilan membilas mata dengan air steril bila bolamata kemasukan cairan kimia, kemasukan serangga, atau terlilip debu kotor.

Keterampilan lain, bagaimana menghentikan perdarahan luka, bagaimana membalut yang benar, memasang bidai yang tepat, dan membebat bagian yang tersengat bisa ular, serta sehabis digigit serangga, perlu dikuasai pula.

Perdarahan dihentikan dengan cara menekan luka dengan kassa steril beberapa menit. Setelah darah berkurang, baru ditutup dengan kassa steril, lalu dibebat dengan tekanan secukupnya. Balutan tak boleh terlampau ketat, tidak juga boleh kendur. Sedangkan bebatan pada luka tersengat bisa ular, diletakkan pada posisi di atasnya, dengan tujuan aliran darah ke arah jantung dihambat.

 

Obat khusus

Ketersediaan obat-obat jenis khusus diperlukan, khususnya apabila ada anggota keluarga yang berbakat kejang-demam (febrile-convulsion). Mintalah resep dokter untuk mencegah terjadinya serangan kejang-demam. Termasuk obat yang dimasukkan ke liang dubur (suppositoria) bila kejang-demam sudah telanjur terjadi. Begitu mulai demam sebaiknya segera obat diberikan, sehingga kejang tak perlu muncul.

Barang tentu obat antiayan (epilepsi) diperlukan juga selain sudah harus rutin diminum, perlu juga tersedia di kotak obat rumah apabila anak sudah dinyatakan tidak memerlukan minum obat ayan lagi. Sesekali, dalam kondisi tertentu, serangan ayan bisa datang kembali. Maka obat antiayan saatnya secepatnya diberikan, agar serangan ayan tidak terlampau parah, atau menjadi berkepanjangan bila obat antiayan terlambat diberikan.

Pada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan risiko terserang jantung, perlu obat pertolongan pertama bila serangan jantung terjadi. Biasanya tablet yang diletakkan di bawah lidah. Makin segera ditolong serangan jantungnya, makin kecil dampak buruknya pada jantung di kemudian hari.

Larutan bubuk gula khusus (glucose) perlu tersedia di kotak obat rumah, bila ada anggota keluarga yang mengidap kencing manis. Bisa terjadi keadaan anjloknya kadar gula darah (hypoglycemia) bila dosis obat yang diminum kelebihan, atau baru berganti jenis obat antidiabetik baru. Atau bisa terjadi juga walau dosisnya tetap, namun porsi makannya berkurang. Serangan gula darah rendah bisa bikin pingsan juga. Pemberian larutan glucoce yang bisa dibeli di supermarket, pilihan pertolongan yang tepat untuk segera mengangkat kadar gula darah jauh lebih cepat dari hanya minum teh manis.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait