Ikatan Batin Orang Tua dan Bayi

Sesaat setelah menggendong dan memeluk bayi yang baru dilahirkan, seorang ibu atau ayah dapat langsung merasakan ikatan batin yang kuat dengan bayi mereka. Tetapi tak jarang ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama karena harus berpisah sementara dengan alasan medis.

Ikatan batin merupakan perasaan kuat yang mendorong orang tua untuk mencurahkan cinta dan kasih sayang, melindungi dan memeliharan bayi mereka. Ikatan inilah yang membuat orang tua rela bangun di tengah malam untuk berusaha menenangkannya bila ia menangis.

Mengapa sangat penting?

Sejauh ini para ahli dapat menyimpulkan bahwa ikatan emosi yang kuat antara orang tua dan bayi dapat menjadi model utama hubungan kekerabatan yang akrab, dapat menimbulkan rasa aman dan mengembangkan positive self-esteem pada bayi.

Bayi yang baru dilahirkan akan selalu ‘siap sedia’ untuk memulai suatu ikatan batin. Lain halnya dengan orang tua. Beberapa orang tua terkadang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merasakan ikatan emosi yang kuat dengan bayi mereka. Alasan medis yang menyebabkan bayi kecil harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit dapat ‘menunda’ terbentuknya ikatan batin.

Bagi beberapa orang tua lainnya, ikatan batin ini tidak mudah untuk dikenali dan disadari karena tumbuh dengan sendirinya melalui perhatian dan kasih sayang yang diberikan setiap hari. Saat bayi kecil mulai tersenyum, saat itulah mereka baru menyadarinya.

Bagaimana menumbuhkan ikatan batin dengan bayi?

Menjalin ikatan batin dengan si kecil yang baru dilahirkan akan lebih mudah dilakukan jika didukung dengan suasana yang kondusif. Maka setelah lahir, sebaiknya orang tua selalu berada dekat dengan si kecil tanpa ada gangguan lain seperti pekerjaan rumah atau kantor.

Setelah bayi dilahirkan, ibu harus menyusui dengan memberikannya ASI secara langsung. Ini merupakan kejadian penting dan juga merupakan kontak pertama dengan si kecil untuk membentuk ikatan batin yang kuat. Si kecil pun akan langsung merasakannya melalui usapan, suara, ekspresi, bau dan detak jantung ibu saat menggendong dan menyusuinya.

Tetapi kelelahan yang sangat saat melahirkan atau depresi setelah melahirkan dapat menghalangi dan menahan ikatan batin ibu dan bayi. Maka, persiapkan kelahiran dengan baik melalui kesiapan mental, asupan gizi seimbang dan pemeriksaan rutin ke dokter atau bidan.

Sedangkan bagi para ayah, dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk membentuk ikatan batin dengan bayi kecil mereka. Ini dikarenakan seringkali mereka tidak memiliki kesempatan untuk melakukan kontak fisik pertama dengan si kecil yang baru lahir. Tetapi ada beberapa cara untuk menumbuhkan dan menguatkan ikatan batin antara ayah dan bayi, yaitu:

  • terlibat dalam proses kelahiran
  • membaca atau menyanyikan sebuah lagu
  • memandikannya
  • mengajaknya bermain
  • menggendong

Jika ternyata si kecil yang baru lahir harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit, usahakan agar kontak fisik melalui suara dan sentuhan masih dapat dilakukan. Sehingga bayi dapat mengenali kedua orang tuanya dan dapat memberikan respon setiap kali diajak berbicara atau disentuh.

Tidak ada ramuan ajaib yang dapat membentuk ikatan batin antara orang tua dan bayi. Dan ikatan batin ini juga tidak dapat dipaksakan. Sebenarnya, selama seluruh kebutuhan dasar si kecil terpenuhi, ia tidak akan menderita meski orang tua masih belum dapat merasakan ikatan batin yang kuat dengannya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait