Jenis Permainan Anak Sesuai Usia

Bermain walau sebentar penting buat anak. Orang tua perlu memahami makna bermain.

Kini orang tua sering kali dihadapkan pada pilihan sulit. Antara meluangkan banyak waktu untuk bermain dengan buah hati dan bekerja untuk mencukupi kebutuhan yang terus meningkat. Muncul berbagai kekhawatiran. Di antaranya, anak yang lebih dekat dengan suster daripada ibunya.

Terkadang untuk mendekatkan diri, orang tua sudah berusaha sekuat tenaga untuk bermain bersama dengan anak, tetapi permainan yang dimainkan tidak cukup menarik. Anak tidak tertarik dan bosan.

Sebenarnya, permasalahan ini dapat diatasi dengan cara bermain yang efektif walau dengan waktu yang terbatas. Syaratnya orang tua harus paham karakteristik bermain.

Motivasi intriksik
Bermain adalah motivasi intrinsik, atau motivasi dari dalam seorang anak. Sehingga melalui bermain, anak memperoleh kepuasan.

Berhak memilih permainan
Dalam bermain, anak berhak memilih kegiatan atau permainan yang ingin dimainkan. Bila anak dipaksa dalam bermain, anak akan menganggap bermain sebagai beban. Bukan suatu kegiatan yang mengasyikkan.

Menyenangkan anak bukan orang tua
Kegiatan bermain harus menyenangkan anak, bukan menyenangkan orang tua. Kecenderungan orang tua sekarang memilihkan permainan untuk anaknya tanpa meminta pendapat anak. Tanpa melihat kebutuhan anak sebagai individu.

Film Daddy Day Care adalah contoh yang baik. Sosok ayah yang diperankan oleh Eddie Murphy selalu mengajak anak laki-lakinya bermain mobil-mobilan, dengan cara mengangkat dan memutar anaknya. Menurut sang ayah permainan itu sangat menyenangkan. Setelah bertahun-tahun ia baru sadar, ternyata permainan itu tidak menarik bagi anak. Sang anak lebih suka melukis daripada main mobil-mobilan.

Anak harus aktif terlibat permainan
Mengapa anak harus aktif terlibat dalam suatu permainan? Karena melalui keterlibatan langsung, anak mengembangkan kemampuan fisik, emosi, dan kognitifnya.

Melalui bermain, anak dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya. Dari psikoanalisa, bermain dapat membantu anak mengatasi kecemasan.

Beberapa tips untuk bermain dengan anak, walaupun Anda sibuk bekerja:

  1. Pilih satu waktu sepulang Anda bekerja, sekitar 20-30 menit, di mana dalam waktu tersebut, Anda tidak terganggu dengan hal lain, dan pastikan waktu itu hanya untuk Anda dan buah hati Anda.
  2. Relaks, sabar dan waspada pada suasana hati Anda. Apabila Anda merasa tertekan, marah atau kesal, sebaiknya Anda menjauh untuk sementara waktu, tenangkan diri terlebih dahulu sebelum Anda bermain dengan anak, karena perasaan-perasaan itu dapat mempengaruhi cara bermain Anda, sehingga pada saat bermain, anak akan menjadi tertekan atau takut karena Anda marah-marah ketika anak tidak mengerti apa yang Anda maksud.
  3. Pahami kebutuhan anak. Berikan permainan yang memang sesuai dengan kebutuhan anak saat itu. Misalnya anak yang masih mencari permainan yang berbentuk fisik, misalnya berlari-larian, melompat, tapi permainan yang tersedia lebih menuntut anak untuk diam. Sesuaikan dengan tahap perkembangan anak (dalam insert box).
  4. Perhatikan suara dan bahasa tubuh Anda. Dalam bermain, sebaiknya Anda menunjukkan kehangatan dan keterlibatan secara utuh, serta menunjukkan ketertarikan bukan dengan perintah dan suara tinggi. Jadi dalam bermain, orang tua diharapkan dapat menciptakan suasana yang menyenangkan untuk anak bukan menyenangkan untuk orang tua (FUN FOR CHILD).
  5. Bagi orang tua yang super sibuk: pilihlah satu kegiatan yang secara konsisten dilakukan hanya antara Anda dan anak (tidak ada keterlibatan orang lain), misalnya: setiap bangun pagi, mama selalu bermain petak umpet dengan menggunakan selimut. Hal ini dimaksudkan agar anak mempunyai anggapan bahwa pada saat itu hanya ada aku dan mama (kedekatan spesial).

Referensi:
Hughes, F. P., 1999: Children, Play and Developmental, USA: A Viacom Company
Greenspan, S. I., Wieder, S., 1998: The Child with Special Needs: Encouraging Intellectual and Emotional Growth, Massachusetts: Perseus Books
Jenis permainan untuk anak usia:

0-3 bulan
Alat yang disediakan adalah untuk merangsang stimulasi sensorik, misalnya: bel, gambar-gambar yang warnanya mencolok, benda-benda yang memiliki bermacam-macam tekstur dan suara, mainan gantung, music box, dan lain-lain.

3-6 bulan
Pada usia ini, bayi mulai menggenggam. Oleh karena itu, permainan yang disediakan adalah jenis permainan untuk menggenggam, meremas, dirasakan dan untuk digigit (soft toys, teething toys)

12-15 bulan
Buku bergambar yang berwarna-warni, menyusun balok, bermain dengan kaca, air, telepon mainan. Lempar bola, mainan yang dapat didorong dan ditarik, puzzle sederhana. Bermain pasir dan air, boneka, miniatur binatang

2 tahun
Ayunan, sepeda roda tiga (hanya duduk dan didorong), mainan yang dapat ditarik dan didorong, bermain cat dengan tangan (finger-paint), bermain dengan air, balok, buku, boneka

3 tahun
Mulai mengembangkan permainan imajinasi: rumah boneka, bermain perang-perangan

4 tahun
Bermain dengan sepeda (mulai mengayuh sendiri), mewarnai, melukis, meronce

5 tahun
Memotong dan menempel, mulai menyukai permainan yang mempunyai aturan sederhana, misalnya ular tangga, smart board.

Referensi
Hughes, 1999: Children, Play and Developmental

Share artikel ini:

Artikel Terkait