Jika Si Kecil Bingung Menentukan Pilihannya

Pengasuh rubrik yang terhormat,

Anak saya kini berusia 3,5 tahun. Ia selalu bingung bila diminta memilih satu pilihan. Misalnya ketika saya memberi kesempatan ia memilih baju pergi, ia selalu bingung. “Yang ini, apa yang ini sih Ma…?,” ia balik bertanya. Atau ketika sedang di toko mainan, ia “lapar mata”, sehingga semua yang dipilih ingin dibeli. Saya khawatir, ia menjadi tak mandiri atau selalu tergantung pada orang lain, serta tidak tegas nantinya. Apa yang harus sala lakukan untuk membantunya? Terimakasih penjelasannya.
Ny. Luisa – Manado

Ibu Luisa yang terhormat,
Setiap balita selalu ingin dekat dengan orangtua. Wajar pula bila ia bergantung pada apa yang diberikan orangtua. Pun demikian, orangtua tidak boleh membiarkan si kecil terlena dalam kebiasaan itu.

Mulailah memberi kebebasan pada si kecil untuk menentukan pilihannya sendiri, agar sikap mandiri percaya diri mulai tumbuh sejak usia dini. Bila hal ini tidak segera dimulai, bisa jadi ia mudah dihadapkan dalam kesulitan menentukan pilihannya sendiri.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, banyak yang bisa Anda lakukan, misalnya dengan memberi pengarahan secara kontinyu, mengingat pengetahuan si anak masih terbatas. Penjelasan yang Anda berikan harus sederhana mungkin dan penuh dengan kesabaran, serta kasih sayang.

Mengajarkan anak untuk bisa memilih pilihannya sendiri ini penting. Apalagi dalam kehidupan ini, selalu ada saat sesorang harus memilih. Nah, bila sejak kecil kemampuan menentukan pilihan ini sudah masuk dalam pola asuh keluarga, kelak si kecil dengan mudah menentukan pilihan untuk masa depannya.

Bermain peran
Ingin melatih si kecil belajar memilih? Cobalah Anda bermain peran. Letakkan beberapa mainan (boneka), lalu duduklah bersama si kecil. Berbicaralah pada salah satu bonekanya. “Hai Riri, apakah kamu masih ingin bermain di luar? Di luar hujan. Kalau badanmu kehujanan, bisa sakit. Bagaimana kalau kita bermain di dalam saja?” Cara-cara seperti ini merupakan kesempatan baik untuk mendiskusikan kebaikan dan keburukan tentang suatu pilihan. Si kecil pun akan merasa senang dengan pilihannya.

Sudah memilih tapi tidak berkenan?
Bagaimana cara mengajarkan anak dapat menentukan pilihannya, dan bagaimana pula jika pilihannya tidak berkenan di hati Anda?

  • Jelaskan mengapa harus memilih yang disukai. Ini penting sebagai salah satu cara untuk menstimulus otak si kecil, agar berpikir dan memahami mengapa ia harus memilih.
  • Jika Anda ingin mengoreksi pilihannya, sertai dengan alasan kuat, sehingga ia tidak merasa dikecewakan. Jangan lupa untuk memberi pujian.
  • Jika sedang berada di toko mainan, dan ia ingin memiliki banyak mainan alias “lapar mata”, saatnya Anda mengajarkan anak untuk memilih dengan tepat, bermanfaat dan sesuai kebutuhannya. Ingat, jangan membohongi anak, bila Anda berniat tak membelikan.
  • Hindari memaksa kehendak, bila menurut Anda pilihannya kurang tepat. Memaksa anak untuk menuruti pilihan orangtua dapat berpengaruh pada kepribadian si anak kelak. Carilah waktu yang tepat untuk memberi alasan Anda kurang sreg dengan pilihannya. Misalnya dengan kata-kata, ”Wah, Ibu bisa membuatkan lebih enak dari makanan ini lho. Hari Minggu kita bikin, yuk!” atau, ”Pakaian ini mirip yang di rumah, lain kali kita cari supaya koleksi pakaianmu lebih beragam”.
  • Bersikaplah tegas bila si kecil mulai sulit dikendalikan. Misalnya ketika berada di toko mainan, dan ia ingin mendapatkan semua mainan yang dipilih. Dalam situasi seperti ini, tegaskan padanya, “pilih satu atau tidak sama sekali”. Sikap tegas dan disiplin ini penting dinegerti anak, bahwa ia harus mengikuti sebuah aturan.

Ingat, keberhasilan pengajaran yang Anda terapkan, tak terlepas dari konsistensi, dan kesabaran Anda.

Ketika berada dalam kemacetan, mintalah si kecil untuk menutup mata dan membayangkan suatu tempat yang ia inginkan pada saat itu. Mintalah agar ia menggambarkan apa saja yang ia lihat dalam bayangannya. Hal ini mendorong mengembangkan daya imajinasi si kecil.

Share artikel ini:

Artikel Terkait