Kebiasaan Baik yang Terlupakan Saat Liburan

Liburan bisa mengubah segala macam rutinitas. Bahkan anak dan mungkin orang tua sendiri bisa kehilangan kebiasaan baik yang selama ini dijalankan.

Betapa tidak, saat libur, sebagian besar orang tua cenderung memberikan kelonggaran waktu bagi anak-anak mereka untuk tidur lebih larut, waktu bermain dan menonton TV lebih lama dan lain sebagainya. Dengan tidur yang lebih malam dari jadwal biasanya, tentu saja akan diikuti dengan bangun kesiangan keesokan harinya. Secara kurang disadari, pelunakan disiplin ini juga akan mempengaruhi jadwal-jadwal lainnya yang sudah tersusun baik, seperti waktu mandi pagi akan menjadi terlambat, waktu sarapan menjadi lebih siang dan diikuti jadwal mandi serta makan berikutnya.

Bahkan seperti dikatakan oleh Dr. Handrawan Nadesul dari Sahabat Nestle, anak yang diijinkan keasyikan bermain, cenderung melupakan waktu makannya. Pada akhirnya, jadwal makan yang telat bisa saja mengganggu kerja lambung yang sudah terbiasa diisi makan pada jam-jam tertentu. Membiarkan anak terus bermain, bisa mengacaukan waktu makannya, sehingga mengganggu disiplin kerja sistem pencernaannya.

Selain jadwal menjadi rancu, masih ada hal lain yang turut berubah bersama dengan liburan, yaitu kebiasaan baik makan di rumah. Seringkali jika Anda mengajak si kecil bepergian di saat liburan, maka entah terpaksa maupun tidak, acara memasak sendiri menu makanan menjadi jarang atau tidak bisa terwujud.

Karena tak bisa memasak sendiri seperti layaknya di rumah, maka Anda pun cenderung membeli makanan di warung, restoran, kedai makanan siap saji, atau kafe. Tentu saja Anda tak bisa meyakinkan diri apakah makanan tersebut sarat gizi atau tidak. Belum lagi mengenai pengolahannya, apakah higienis atau tidak, mengandung zat-zat beracun atau tidak dan masih banyak hal lainnya yang patut untuk diperhatikan.

Sedikit memanjakan anak di masa liburan memang boleh-boleh saja. Asal pastikan kebutuhan gizi untuk tumbuh kembangnya harus tetap terpenuhi. Begitu juga dengan kecukupan tidur, kecukupan cairan dan kecukupan bergerak agar anak tetap sehat selama liburan. Hindari juga kebablasan memanjakan anak, karena saat mendekati sekolah kembali, Anda akan kesulitan jika tak mulai mendisiplinkannya jauh-jauh hari.

Share artikel ini:

Artikel Terkait