3 Hal Penting Agar Gigi Anak Tidak Rusak

Tumbuh kembang anak sangat ditentukan sejak usia dini. Begitu pula dengan perkembangan gigi anak. Perawatan gigi sedini mungkin adalah hal yang perlu dilakukan oleh Ibu. Hal ini untuk mencegah kerusakan gigi yang sering terjadi pada anak-anak. Memperkenalkan dokter gigi kepada si Kecil sejak dini juga dapat membantu mengatasi masalah yang sering timbul seputar giginya. Bila gigi si Kecil sudah terawat dengan baik, hal itu akan menentukan tumbuh kembang gigi anak saat beranjak dewasa.

Baca juga: Tumbuh Kembang Gigi pada Anak

Sebelum mengetahui cara agar menghindari kerusakan gigi, Ibu perlu mengetahui terlebih dulu penyebab kerusakan gigi. Drg Wina Darwis MDSc mengatakan kerusakan gigi terjadi akibat perawatan yang tidak tepat. Di antaranya gigi yang tidak dibersihkan. Gigi yang tidak dibersihkan secara perlahan akan ditutupi lapisan yang disebut plak.

Kondisi ini bisa diperparah jika si Kecil sering mengkonsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung. Sebab, bakteri yang terdapat pada plak akan bereaksi dengan gula dan tepung. Walhasil, timbulah asam yang dapat merusak lapisan pelindung gigi, kondisi ini akan membuat gigi rusak.

Untuk mencegah kerusakan pada gigi, maka gigi harus dirawat sedini mungkin. Begitu gigi pertama si Kecil muncul, kita harus segera menjaganya dengan baik. Itu dilakukan agar gigi si Kecil dapat tumbuh kembang dengan baik dan sehat hingga dewasa. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan agar gigi si Kecil terhidar dari kerusakan:

1. Perhatikan kebersihan gigi dan mulut

Mulut adalah tempat pertama kali masuknya makanan. Jadi, apabila kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga, maka kuman mudah sekali tumbuh. Dan kuman yang hidup di dalam mulut akan menyebabkan penyakit. Jadi kebersihan gigi dan mulut mutlak dijaga.

- Pada anak di bawah satu tahun, kita dapat membersihkan giginya dengan menggunakan waslap atau kain bersih lembut yang telah dibasahi air hangat. Kemudian kita mengelap semua gigi yang sudah mulai muncul.

- Pada anak usia 1 tahun, Ibu bisa mulai memperkenalkan si Kecil dengan sikat gigi. Mulailah menggosok gigi secara teratur dua kali sehari: pagi dan malam. Ibu bisa memilih sikat gigi khusus untuk anak-anak atau dapat juga menggunakan sikat gigi lembut yang dapat disarungkan di jari. Pada usia ini penggunaan pasta gigi belum dianjurkan. Sebab, gesekan sikat gigi saja sudah cukup untuk membersihkan gigi si Kecil.

- Menjelang umur 2 tahun, Ibu sudah dapat memperkenalkan si Kecil dengan pasta gigik. Pasta gigi ini dapat membuat gigi Si Kecil lebih bersih.

- Pada usia 2 tahun, si Kecil diharapkan sudah dapat menyikat giginya dengan menggunakan pasta gigi khusus. Berilah pasta gigi sebesar biji jagung pada sikat si Kecil. Dan pesanlah kepada si Kecil agar pasta tersebut tidak tertelan. Menurut Drg Wina, walaupun pasta gigi masih aman bila tertelan, bila terlalu banyak akan menyebabkan si Kecil kelebihan flour atau mineral yang terkandung dalam pasta gigi.

- Ibu juga dianjurkan tidak memberikan obat kumur pada si Kecil. Ibu cukup mengajari si Kecil untuk selalu kumur dengan air putih setiap kali sehabis makan.

2. Menghindari makanan yang manis-manis
- Ibu disarankan tidak membiasakan memberikan makanan yang manis-manis. Karena makanan yang manis dapat membuat gigi Si Kecil menjadi cepat rusak.

- Memang tidak mudah melarang si Kecil untuk tidak mengkonsumsi makanan yang manis, seperti gula, permen, cokelat, dan es krim. Yang paling tepat adalah mengendalikan kebiasaan si Kecil untuk mengkonsumsi makanan seperti itu dan segera membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan tersebut.

3. Perhatikan asupan gizi
- Praktisi gizi Mifta Novikasari menyarankan ibu memperhatikan asupan zat-zat gizi yang dapat membantu pertumbuhan gigi, di antaranya kalsium, fosfor, magnesium, kalium, dan protein.

Kalsium adalah mineral penting yang berguna untuk pertumbuhan gigi si Kecil. Sumber kalsium yang utama adalah susu. Kalsium dalam susu lebih mudah diserap oleh tubuh bila dibandingkan dengan sumber kalsium lainnya.

- Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih susu. Di antaranya memperhatikan usia si Kecil dan juga zat gizi yang terkandung di dalamnya seperti probiotik dan mineral lain yang penting untuk pertumbuhan gigi anak. Perhatikan pula kemasan dan tanggal kadaluarsa pada kemasan susu yang kita beli.

- Bila si Kecil tidak menyukai susu, maka sumber kalsium lain yang dapat dikonsumsi adalah sayuran hijau (seperti bayam, brokoli), tahu, keju, youghout, ikan teri, seafood.

Pertanyaan selanjutnya, kapan si Kecil sebaiknya dikenalkan dengan dokter gigi? Jawabannya adalah sedini mungkin.

Selama ini, dokter gigi dianggap “menakutkan” bagi si Kecil. Seharusnya Si Kecil sudah diperkenalkan dengan “sosok” dokter gigi begitu gigi pertamanya muncul, yakni pada saat berumur 6 bulan. Hal ini dimaksudkan agar si Kecil lebih akrab dan tidak takut dengan dokter gigi. Buatlah kondisi yang senyaman mungkin kepada si Kecil pada kunjungan pertamanya tersebut. Ibu juga bisa mengajak si Kecil melihat gigi ibunya diperiksa dokter gigi.

Kunjungan selanjutnya minimal enam bulan sekali, dan dapat lebih sering bila Si Kecil mengalami gangguan pada giginya.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Gigi Berkala pada Anak

Dengan memperkenalkan si Kecil pada dokter gigi sedini mungkin, maka akan berguna untuk mendeteksi kerusakan gigi yang terjadi pada giginya lebih awal. Secara tidak langsung, itu akan membantu tumbuh kembang anak.

Share artikel ini:

Artikel Terkait