Anak Bisa Sakit Maag, Ini 7 Faktanya

Sakit maag atau sakit lambung bisa menyerang setiap orang dari semua usia. Bayi kecil sekalipun bisa terkena maag. Namun, proses terjadinya bisa berbeda-beda. Tidak semua sakit maag disebabkan kebiasaan makan yang tak teratur atapun stres. Terutama di negara berkembang juga perlu dipertimbangkan sakit maag akibat infeksi kuman Helicobacter pylori. Salah satu tips kesehatan anak agar si Kecil tercegah dari sakit maag adalah mengetahui fakta-faktanya. Berikut tujuh fakta soal anak terkena maag.

Baca juga: Cara Alami Sembuhkan Sakit Maag
 

  1. Dari salah minum obat hingga kuman

Sakit maag disebabkan reaksi radang lambung yang muncul karena tidak seimbangnya faktor perlindungan dengan faktor luar. Normalnya, dinding lambung selalu terlindungi. Tetapi adanya peningkatan asam, rusaknya pembuluh darah lambung, minum obat tertentu, alkohol, rokok, zat korosif, hingga stres emosional dapat merusak keseimbangan itu. Buntutnya, orang bisa terserang maag.

Pada 1982 baru ditemukan kuman Helicobacter pylori yang dihubungkan dengan sakit maag. Kuman ini bisa menginfeksi lambung anak tanpa gejala yang jelas. Selain lambung, bagian dua belas jari (duodenum) juga bisa terpapar. Sebagian besar anak pengidap kuman ini tidak bergejala hingga sepanjang hidupnya.

2. Sakit maag, menular

Proses penularan kuman H. pylori belum jelas. Diduga kuman tersebut berasal dari orang lain, tertelan, lalu masuk ke lambung dan berkembang biak. Lingkungan yang padat dengan sosial ekonomi rendah dianggap faktor risiko. Orang tua yang terinfeksi terutama ibu juga memegang peranan. Sekitar 30-80 persen anak di daerah berkembang diduga mengidap H. pylori. Menurut Majalah Sari Pediatri yang diasuh Ikatan Dokter Anak Indonesia pada edisi Agustus 2000, suatu penelitian menunjukkan pada 150 anak SD di Jakarta, 27 persen positif ditemukan H. pylori. Salah satu tips kesehatan anak yang dianjurkan adalah menjaga lingkungan.

3.Gejala Anak sakit maag

Pada orang dewasa, gejala sakit lambung cukup khas yaitu nyeri di daerah ulu hati atau perut kiri bagian atas atau sesuai letak organ tersebut. Tapi pada anak tidak demikian.

Sakit maag pada anak ditandai dengan keluhan sakit perut. Sakit biasanya tumpul dan tidak jelas. Pada anak pra-sekolah, sakit terutama di sekitar pusar dan makin parah jika anak makan. Sedangkan setelah anak usia 6 tahun gejala sakitnya mirip orang dewasa. Muntah berulang bisa terjadi terutama pada anak prasekolah dan usia sekolah.

Perdarahan saluran cerna (ada darah dalam muntah atau feses) hingga kebocoran usus akibat luka di lambung bisa terjadi terutama pada bayi yang terserang sakit keras.

Secara klinis, sulit membedakan sakit maag yang disebabkan oleh kuman atau non-kuman. Sakit perut berulang oleh sebagian ahli dianggap sebagai gejala yang berhubungan dengan H. pylori. Menurut Sari Pediatri, sekitar 22-37 persen anak dengan gejala ini terbukti terinfeksi H. pylori.

Keluhan lain yang sering disampaikan anak pengidap H. pylori adalah nyeri ulu hati, terbangun malam hari, dan sering muntah. Gejala lain adalah gangguan penyerapan usus disertai berat badan yang menurun, gangguan pertumbuhan, anemia defisiensi besi, diare berulang dan kurang gizi.

4.Kuman bisa dideteksi

Mendeteksi dini kuman H pylori menjadi tips kesehatan anak untuk mencegah maag. Pada semua anak dengan gejala sakit maag dianjurkan tes H. pylori lewat pemeriksaan sederhana yang tidak menyakitkan. Pemeriksaan lebih kompleks hanya dilakukan pada anak dengan gejala kuat untuk selanjutnya akan diobati.

Saat ini berbagai pusat kesehatan sudah menyediakan tes kuman H.pylori. Bila tes positif dapat dilanjutkan dengan peneropongan ke lambung (endoskopi). Tindakan ini direkomendasikan untuk anak dengan kecurigaan kelainan di lambung dan bila nanti ditemukan H.pylori harus segera dilakukan terapi.

Endoskopi juga dilakukan untuk melakukan tes lainnya yaitu biopsi, membiakkan kuman, dan lain-lain. Kombinasi pemeriksaan akan meningkatkan kepastian diagnosis infeksi kuman tersebut agar bisa diobati dengan sebaik-baiknya.

5.Skrining dengan uji urea napas

Uji skrining atau tes yang dianggap paling akurat dan sederhana adalah uji urea napas. Anak diminta meminum sejumlah urea yang sudah diberi tanda. Urea ini akan dimetabolisme oleh H.pylori dan dikeluarkan menjadi karbondioksida. Jika anak positif terinfeksi akan ditemukan karbondioksida yang punya tanda di udara napas si anak.

6.Tak sembarangan mengobati
Bila memang ada kuman, pengobatan sakit maag harus mencakup antibiotika. Karena kuman dapat berubah tidak mempan, gunakan kombinasi dua antibiotika. Anak dinyatakan sembuh bila setelah pengobatan tidak ditemukan lagi kuman di lambung.

Bagaimana bila anak terinfeksi kembali? Seringkali ini terkait dengan pengobatan yang kurang optimal. Biasanya anak lebih sering berulang dibanding dewasa.

7.Bisa dicegah
Karena tingginya angka infeksi kuman H.pylori sebagai penyebab maag kronis atau luka lambung pada anak, perlu diwaspadai bila anak menunjukkan gejala maag. Lagi-lagi, tips kesehatan anak agar tidak terserang maag adalah perbaikan kebersihan lingkungan dan memutus rantai penularan. Dengan langkah tersebut infeksi bisa dihindari.

Share artikel ini:

Artikel Terkait