Apa Saja Manfaat Lemak Bagi Anak ?

Mendengar kata "lemak" kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai sumber penyakit yang menakutkan. Padahal, lemak sehat juga berguna bagi tumbuh kembang anak. Setidaknya menjadi tolak ukur berat badan ideal anak.

Tubuh kita membutuhkan lemak, sebagaimana halnya juga membutuhkan karbohidrat dan protein. Zat lemak bagian dari nutrisi utama dalam menu harian manusia. Artinya, memang harus senantiasa hadir dalam menu di meja makan rumah, kalau tidak ingin sampai menderita kekurangan gizi.

Arti lemak bagi tubuh
Seperti setiap hari kita mengkonsumsi nasi, ubi, sagu, atau jagung, tubuh tidak boleh kehilangan asupan lemak juga. Dan sebagian besar lemak harus datang dari apa yang kita konsumsi, karena yang tubuh produksi sebagian adalah jenis lemak kolesterol.

Baca juga: Pentingnya Lemak bagi Tumbuh Kembang Anak

Lemak yang berasal dari makanan hadir dalam bentuk gliserol dan asam lemak (fatty acid). Oleh pencernaan, lemak diolah sesuai dengan kemampuan tubuh untuk menyerapnya, dan menjadi bahan yang siap dipakai. Untuk itu selain butuh enzim pemecah lemak dalam pencernaan, metabolisme lemak tubuh juga memerlukan empedu.

Ada banyak fungsi lemak bagi tubuh yang perlu kita cermati. Berikut di antaranya:
1. Fungsi utama tentu sebagai sumber tenaga. Kandungan kalori lemak paling tinggi di antara dua sumber nutrisi utama yaitu protein dan karbohidrat. Laurie Tansman, MS, RD, CDN, dari Mount Sinai Medical Center di New York mengatakan protein dan karbohidrat satu gramnya hanya menghasilkan 4 kilokalori, maka berat lemak yang sama menyumbangkan 9 kilokalori atau dua kali lebih banyak.

Itu berarti sepotong gajih hewan yang kita konsumsi, kalau dihitung hampir sama nilai kalorinya dengan sepiring nasi. Dua potong pisang goreng kalau diperas minyak gorengnya bisa sesendok makan atau setara dengan setengah piring nasi.

2. Fungsi lemak lainnya, sebagai pembentuk membran dan struktur sel-sel tubuh sekaligus pengantar sejumlah zat serta penyerap vitamin yang larut dalam lemak, yakni vitamin A,D,E, dan K. Itu sebabnya mereka yang menu hariannya miskin lemak, berisiko kekurangan keempat jenis vitamin itu. Berdiet yang ditafsirkan secara keliru, sehingga orang sama sekali tidak mengkonsumsi lemak, sering mengakibatkan tubuh mengalami kekurangan gizi yang sebetulnya tidak perlu. Begitu pula bila terjadi pada tubuh anak yang tengah bertumbuh.

3. Lemak juga sebagai alat transpor berbagai zat dalam metabolisme tubuh, di samping sebagai bahan pembuat hormon tubuh, khususnya hormon seks. Kekurangan lemak berisiko menipisnya produksi hormon seks tubuh. Bagi anak juga hormon pertumbuhannya.

4. Adanya lapisan lemak di bawah kulit sebagai gajih lebih dari sekadar bantalan penyangga tubuh, melainkan juga pengatur suhu tubuh (insulator). Dengan itu tubuh mampu menyesuaikan dengan suhu yang kelewat panas atau kelewat dingin. Untuk tujuan yang sama, lemak juga membungkus organ-organ tubuh supaya tahan terhadap goncangan.

5. Bagi tubuh wanita, adanya bantalan lemak berfungsi juga sebagai peraut sosok kecantikan. Karena kehadiran lemak di bawah kulit tubuh maka tubuh terlihat kontur dan kesintalannya. Terhadap kulit, rambut, dan kuku, lemak menyumbangkan perannya dengan menyehatkan ketiganya.

6. Bukti bahwa menu berlemak juga bukan makanan terlarang, terlebih bagi anak, oleh karena lemak memberikan sejumlah jenis asam lemak esensial (essential fatty acids). Jenis asam lemak ini harus ada dalam makanan yang kita konsumsi lantaran tubuh tak bisa memproduksinya sendiri. Kekurangan asam lemak esensial sekecil apa pun menjadikan tubuh tidak sehat. Ambil contoh asam lemak esensial linoleat dan linolenat, yang kini ditambahkan dalam produk susu misalnya. Tapi ingat, jangan sampai berlebihan. Akibatnya anak bisa obesitas.

7. Anak yang bertumbuh dalam kondisi kekurangan asupan lemak dalam menu hariannya tidak akan optimal pertumbuhannya. Si Kecil pun akhirnya sulit mencapai berat badan ideal anak. Bukan hanya itu, kulit pun jadi kering, fungsi metabolisme tubuh secara keseluruhan terganggu dan anak kekurangan energi untuk beraktivitas, layaknya orang yang kehabisan tenaga, lekas lelah, dan lunglai.

8. Lemak juga disimpan sebagai cadangan makanan dalam bentuk gajih. Lemak cadangan ini diperlukan sewaktu tubuh sedang kekurangan pasokan makan, berpuasa, atau porsi makan yang kurang dari yang dibutuhkan tubuh untuk waktu lama. Namun apabila anak sudah kekurangan asupan lemak sejak awal, gajih sebagai cadangan energi di bawah kulit tubuhnya memang tidak ada dari semula. Maka dalam kondisi kekurangan makan, kalori diambil dari otot-otot tubuhnya yang kian lama akan kian menipis, dan tubuhnya kerempeng tinggal tulang. Seperti itu gambaran anak yang kurang gizi berat.

Bahaya bila berlebihan
Kesalahan paling umum yang kerap terjadi ihwal menu berlemak adalah mengkonsumsi secara berlebihan. Pada satu sisi tubuh membutuhkan asupan lemak, dan tidak boleh sampai kekurangan, pada sisi lain tidak boleh berlebihan pula.

Di antara jenis lemak yang kita konsumsi sebetulnya tidak semuanya tergolong jahat dan membahayakan apabila kita tidak berlebihan mengkonsumsinya. Ambil contoh minyak zaitun (olive oil) yang tergolong lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid), juga minyak bunga matahari, minyak jagung, safflower, dan lemak buah durian dan alpukat.

Jenis lemak yang tak jenuh ini menyehatkan dibanding lemak jenuh (saturated fatty acid) yang terdapat dalam minyak goreng dan kerabatnya itu. Lemak jenuh tetap dibutuhkan, namun porsinya harus jauh lebih sedikit daripada lemak tak jenuh.

Jadi, selama berat badan ideal anak selalu terjaga, berarti asupan makan anak sudah tepat porsinya. Namun tepat porsi saja tidak cukup, karena perlu mengamati apakah keanekaragaman zat gizinya sudah lengkap berjumlah 45 jenis setiap kali makan? Sebagian dari 45 jenis zat gizi itu perlu ditempati oleh jenis menu berlemak, supaya anak bertumbuh optimal dan sehat tanpa perlu kekurangan asam lemak barang satu jenis pun.

Share artikel ini:

Artikel Terkait