Makanan Kemasan Apakah Sehat? Ini Jawabannya

Hidup sebagai pekerja kantoran di kota besar seperti Jakarta seringkali membuat Ibu tak sempat menyiapkan makanan sehat untuk anak dan pasangan. Begitu bangun tidur, Ibu terburu-buru berangkat ngantor. Setelah seharian disibukkan dengan pekerjaan, Ibu baru kembali ke rumah saat hari telah gelap. Menyiapkan makanan sehat untuk keluarga di malam hari pun tinggal rencana.

Menyedihkan, tentu saja. Karena Ibu tak memiliki kesempatan untuk menyiapkan menu makanan sehat untuk orang-orang yang disayang. Tapi Ibu tak perlu larut dalam kesedihan, kok. Masih ada akhir pekan untuk Ibu menyiapkan makanan sehat tersebut.

Lalu, bagaimana untuk hari-hari kerja? Ibu bisa menyiapkan makanan kemasan yang praktis jika memang tak memiliki banyak waktu menyiapkan menu makanan sehat. Jangan takut, kami memiliki beberapa tips untuk memilih makanan kemasan yang baik. Berikut di antaranya, seperti dikutip dari Tabloid Nakita:

Perhatikan Komposisi Makanan
Sebaiknya Ibu memperhatikan komposisi makanan kemasan yang akan dibeli untuk mengetahui bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalamnya. Apakah makanan tersebut memiliki lemak jenuh, kolesterol, lemak trans, atau natrium yang bisa berbahaya untuk si kecil? Nah, dengan memperhatikan komposisi makanan itu, Ibu bisa menjauhkan sang buah hati dari marabahaya.

Lihat Angka Kecukupan Gizi
Angka kecukupan gizi adalah asupan zat gizi yang dianjutkan untuk dikonsumsi sehari-hari. Dengan memperhatikan ini, Ibu bisa mengontrol berapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh anak.

Baca Juga : Pentingnya Membaca Label Makanan

Perhatikan Jumlah Karbohidrat Seperti Gula
Hampir seluruh camilan memiliki kandungan gula. Jadi, sebaiknya Ibu tak memilih produk makanan kemasan yang punya kandungan gula tinggi. Terlalu banyak akan membuat si kecil bisa dengan mudah terserang penyakit saat dewasa, seperti obesitas, diabetes, atau kerusakan gigi.

Cek Waktu Kedaluwarsa
Jangan sampai Ibu membeli makanan kemasan yang sudah mendekati masa kedaluwarsa. Pastikan masa kedaluwarsanya masih lama. Selain itu, yang tak kalah penting adalah, pilih makanan kemasan yang masih dalam kondisi baik. Jangan pilih makanan yang memiliki cacat di kemasannya. Kondisi itu bisa membahayakan karena dikhawatirkan telah terkontaminasi bakteri yang bisa membahayakan kesehatan.

Perhatikan Kelengkapan Informasi
Beberapa informasi yang harus Ibu perhatikan adalah nomor registrasi produk dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), logo halal untuk konsumen muslim, dan nomor layanan konsumen yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.


Nah, itu tadi beberapa panduan jika Ibu terpaksa harus membeli dan mengonsumsi makana kemasan. Jika terpaksa instan, tak berarti Ibu bisa melupakan kesehatan, kan?

Share artikel ini:

Artikel Terkait