Adakah Efek Menahan Buang Air Kecil Bagi Kesehatan

Adakah Efek Menahan Buang Air Kecil Bagi Kesehatan?

Ketika sedang menghadiri rapat atau sibuk dengan pekerjaan, Anda sering mengabaikan panggilan tubuh untuk berkemih. Kandung kemih rata-rata memiliki kapasitas untuk menampung cairan sebanyak 8 gelas air, dan menahan keinginan berkemih dalam waktu panjang dapat merenggangkan kandung kemih Anda.

Kandung kemih mengirim sinyal ke otak ketika penuh, yang kemudian mendorong Anda untuk pergi ke toilet terdekat. Tapi jika Anda sering menahan buang air kecil, tubuh bisa kehilangan kemampuan tersebut, demikian pernyataan dari Dr Chamandeep Bali, naturopathic di Toronto Naturopathic Health Clinic. Dan itu bukan satu-satunya ancaman buat kesehatan Anda.

Ketahui bahaya menahan keinginan berkemih bagi kesehatan Anda, seperti berikut ini.

Infeksi kandung kemih

Disebut juga sebagai Urinary Tract Infection (UTI), penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang saluran  urine, organ tubuh yang menyimpan dan melepaskan urine. Menurut Dr Chamandeep, semakin lama Anda menahan buang air kecil, kandung kemih dapat menjadi tempat bakteri berkembang biak. Gejala terkena penyakit ini adalah mengalami keinginan kuat untuk berkemih, sakit di saluran buang air kecil, urine yang berwarna keruh atau bercampur darah, serta sensasi terbakar saat berkemih. Jika dibiarkan, infeksi dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan kerusakan organ yang lebih parah. Segera hubungi dokter saat mengalami tanda-tanda terserang penyakit ini, dan biasanya dapat disembuhkan dengan mengonsumsi antibiotika.

Interstitial Cystitis

Interstitial cystitis (IC) adalah kondisi menyakitkan yang disebabkan peradangan dinding kandung kemih. Dr Chamandeep mengatakan IC dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya adalah rasa sakit pada panggul dan dalam beberapa kasus, buang air kecil lebih dari 60 kali sehari. Sayangnya, sampai sekarang belum ada perawatan dan pengobatan untuk meringankan penyakit ini.

Voiding Dysfunction

Lebih dikenal sebagai Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS). Dr Chamandeep mengatakan istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi dimana ada kekurangan koordinasi antara otot kandung kemih dan uretra. Hal ini mengakibatkan gejala-gejala seperti mengompol, kesulitan mengosongkan dan mengisi kandung kemih, sehingga mengganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Urinary Incontinence

Urinary Incontinence (UI) adalah hilangnya kontrol berkemih. Umumnya terjadi pada orang lanjut usia, tanda penyakit ini adalah ketidakmampuan untuk menahan air seni sampai Anda dapat mencapai kamar kecil. Dr Chamandeep berpendapat kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi kandung kemih, karena terlalu sering atau lama menahan keinginan berkemih.

Seram juga ya akibat terlalu sering menahan keinginan berkemih. Jagalah kesehatan ginjal Anda mulai dari sekarang ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait