©shutterstock

Alasan Si Kecil Sering Mengigau Saat Tidur

Berbicara dalam tidur secara medis dikenal sebagai somniloquy adalah gangguan tidur yang didefiniskan sebagai berbicara saat tidur tanpa disadari. Kebiasaan ini dapat terjadi pada siapa saja, tapi lebih sering terjadi pada laki-laki dan anak-anak, seperti yang dinyatakan National Sleep Foundation, organisasi di Amerika Serikat yang mengedukasi pentingnya tidur bagi kesehatan.

Apa saja ya yang menyebabkan anak-anak mengigau saat tidur? Baca ulasan selengkapnya berikut ini ya.

REM Behaviour Disorder (RBD)

Tidur melibatkan transisi antara Rapid Eye Movement (REM), yang berhubungan dengan mimpi, dan non Rapid Eye Movement (N-REM). Pada saat seseorang memasuki REM, akan ditandai dengan kelumpuhan otot sementara, sedangkan penderita RBD tidak  mempunyai kemampuan tersebut, sehingga memungkinkan untuk menggerakkan tangan, kaki, atau berbicara selama bermimpi.

Night Terror

Sering dialami pada masa kanak-kanak, night terror terjadi saat tidur memasuki tahapan Non-REM yang dalam. D’Archy Lyness, PhD seorang psikolog anak yang menjabat sebagai Behavioral Health Editor situs Kidshealth menyatakan, tidak seperti mimpi buruk yang terjadi selama tidur REM, night terror lebih seperti reaksi ketakutan yang tiba-tiba terjadi selama transisi dari satu fase tidur ke yang lain, dan biasanya terjadi sekitar 2-3 jam setelah si Kecil tertidur. Ketika mengalaminya, anak-anak mungkin dapat tiba-tiba duduk tegak di tempat tidur atau berteriak, detak jantung dan pernafasan menjadi lebih cepat, berkeringat, marah, atau ketakutan. Setelah beberapa lama, dapat ditenangkan dan kembali tidur. Tidak seperti mimpi buruk yang terkadang masih bisa diingat, ia mungkin tidak tahu jika mengalami kejadian tersebut karena sedang dalam tidur nyenyak.

Stres

Si Kecil pun dapat mengalami stres lho Bu. Bisa datang dari tekanan di sekolah, kurang harmonisnya keluarga di rumah, atau hubungan sosial pertemanan yang kurang baik. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan N-REM, merangsang otak, dan mengurangi kemampuan otak untuk menekan pelepasan neurotransmitter yang terlibat dalam aktivitas motorik. Hal ini ditegaskan oleh penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neuroendocrinology, stres dapat menurunkan kemampuan otak untuk menghambat pelepasan neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk gerakan tubuh, termasuk gerakan mulut dan lidah, yang terlibat dalam membentuk kalimat-kalimat.

Itulah beberapa penyebab mengigau dalam tidur, jika dirasa mengganggu bawa ke dokter atau psikolog untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Share artikel ini:

Artikel Terkait