Apa Flu Perut?

Flu disebabkan oleh ratusan jenis virus. Ada beberapa jenis yang sering menyerang. Tergantung wilayah geografis, dan tingkat kerentanan masing-masing orang, dan bangsa, penyebab virus tidak sama di wilayah berbeda. Jenis virus flu di Eropa tentu tak sama dengan yang berjangkit di Indonesia. Salah satunya jenis virus flu yang menyukai saluran pencernaan juga. Kita menyebutnya ”flu perut”.

Ada jenis flu yang menyerang pencernaan. Gejalanya sama dengan gejala penyakit flu umumnya. Bedanya hanya disertai dengan keluhan dan gejala yang muncul pada saluran pencernaan. Kalau flu disertai dengan adanya gangguan pencernaan, kita menduga kemungkinan flu perut. Atau mungkin hanya gangguan pencernaan saja tanpa adanya gejala flu lazimnya.

Flu yang disertai diare
Infeksi saluran pernapasan bagian atas pada anak biasanya disertai degan gangguan pencernaan juga. Sedikit ibu yang memaklumi keadaan ini. Jarang yang tahu bahwa diare, dapat berasal dari saluran pernapasan atas, lalu yang diobati gangguan pencernaannya, dan bukan flunya.

Sesungguhnya pada keadaan flu yang disertai dengan keluhan dan gejala diare, tak memerlukan obat untuk meredakan diarenya. Apalagi jika sifat diarenya tidak sehebat diare yang disebabkan oleh infeksi.

Jika flunya mereda, dengan sendirinya gangguan, keluhan, atau gejala diarenya biasanya akan ikut mereda juga. Pemberian obat anti-diare pada kasus flu justru tidak tepat, atau bahkan malah membuat perut anak jadi kembung. Dan ini menimbulkan penyakit lain.

Tinja tidak berbau busuk
Diare sebagai pengiring penyakit lain di luar pencernaan biasanya bersifat ringan. Umumnya kurang dari lima kali sehari. Tinjanya biasanya tidak berbau busuk. Selain itu tinja tidak disertai lendir dan atau darah seperti pada serangan desentri atau kolera misalnya.

Hal lain, diare karena penyakit di luar pencernaan juga biasanya tidak selalu disertai dengan mulas-mulas, muntah atau demam. Namun bila ada sukar membedakan demam karena flu dengan demam pada diare oleh infeksi usus.

Belum semua virus ada obatnya
Belum semua penyakit yang disebabkan oleh virus ada obatnya. Termasuk virus flu yang banyak jenisnya itu. Maka lebih penting sesungguhnya meningkatkan daya tahan tubuh pasiennya. Caranya dengan banyak beristirahat, memilih menu bergizi, dan membuat badan lebih hangat. Mengapa?

Orang Inggris melawan flu dengan menyantap sup ayam hangat, karena orang flu dianggap terpapar dingin (catch clod). Maka segala yang bersifat dingin perlu dijauhkan. Menu cenderung hangat, begitu juga dengan minuman, mandi air hangat, dan badan dibaluri dengan minyak gosok yang menghangatkan badan.

Jika perlu minum obat, cukup obat pereda keluhan belaka (symptomatic). Namun tetap lebih penting untuk banyak beristirahat, dan tidak terpapar dingin, atau membuat badan stres karena keletihan. Karena untuk membasmi virus kita mengandalkan kemampuan daya tahan badan sendiri. Dengan cara di atas daya tahan tubuh ditingkatkan agar menang melawan virus yang berada di badan.

Kekeliruan kita, selama flu masih tetap melakukan aktivitas rutin harian. Tanpa disadari, kita masih terus giat beraktivitas sehingga berisiko menurunkan daya tahan tubuh selain berpotensi menulari virusnya kepada orang sekitar di tempat kita beraktivitas. Maka cuti sakit wajib diberikan pada pasien flu. Bayi dan anak pun hendaknya tidak bebas dibawa ke luar rumah.

Diberi banyak minum
Kembali ke soal flu perut, artinya perncernaan tercemar oleh virus flu. Yang menonjol gejala diare, mual, mungkin muntah. Sering terjadi rasa tidak enak di perut. Tergantung jenis virusnya, mungkin diare ada juga yang hebat. Namun berbeda dengan infeksi lain yang bukan oleh virus, pada flu tinja biasanya tidak berbau busuk atau berbau bacin, tanpa lendir dan tidak juga disertai darah juga.

Selain meredakan dengan obat flu jika disertai dengan gejala flu umumnya, gangguan pencernaan jika dinilai berat, perlu diberi obat pereda gangguan pencernaan juga. Kalau diarenya mengancam bakal terjadinya dehidrasi, harus mendapat pertolongan dokter atau segeralah ke rumah sakit. Lepas dari berapa hebat diare oleh flu perut, pemberian minum yang lebih banyak tentu diperlukan.

Kita tahu anak lebih rentan terancam dehidrasi. Maka jangan sampai terlambat dalam hal penambahan cairan. Makan boleh saja kurang, namun tidak dengan porsi minum. Seberapa banyak anak bisa minum, berikanlah terus. Kalau ada oralit tentu lebih baik. Jika itu tak ada, minuman isotonik atau larutan gula-garam pun bisa menolong.

Share artikel ini:

Artikel Terkait