Bagaimana mencegah risiko alergi

Alergi
Reaksi alergi terjadi ketika tubuh salah mengartikan zat yang masuk ke dalam tubuh sebagai zat yang berbahaya. Dengan kata lain, ini merupakan reaksi pertahanan terhadap serangan yang sebenarnya tidak ada. Ada banyak gejala yang menunjukkan reaksi alergi. Misalnya eksim, ruam (merah-merah pada kulit), masalah pencernaan atau gangguan pernapasan adalah beberapa gejala yang paling umum. Beberapa aturan kebersihan dan makanan dapat mencegah terjadinya alergi. Orang tua harus lebih memperhatikan apakah ada sejarah alergi tertentu di dalam keluarga.

Lingkungan yang sehat
Rumah adalah tempat penyebab alergi (alergen) berkembangbiak. Debu di karpet, sofa atau pun bulu-bulu pada binatang favorit anak Anda, adalah penyebab terjadinya reaksi alergi pada umumnya. Untuk menghambat serangan ini, pastikan udara mengalir dalam ruangan-ruangan di rumah Anda setiap hari, lebih baik gunakan lap untuk membersihkan perabot dan gunakan vacuum cleaner untuk membersihkan debu di atas karpet. Anda juga bisa menggunakan matras anti tungau serta mengganti sprei seminggu sekali untuk mengurangi penyebaran tungau.

Faktor utama penyebab alergi lingkungan
Tungau dan debu
Tungau yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang biasanya banyak terdapat dalam rumah dan bersarang di karpet, tirai, kasur bahkan boneka (mainan dari kain). Sedangkan debu beterbangan di udara sehingga sangat mudah terhirup ketika kita bernapas. Oleh karenanya, reaksi alergi biasanya berhubungan dengan pernapasan, seperti rhinitis kronis dan asma dengan hidung tersumbat dan mata berair.

Share artikel ini:

Artikel Terkait