Bagaimana Mengatasi Sembelit?

Sembelit umumnya dialami oleh seseorang karena beberapa penyebab. Tapi yang paling umum adalah karena tidak tepatnya menu harian yang dipilih atau bisa karena kekurangan asupan sayur-mayur dan buah-buahan. Gaya makan yang serba instan, dan tak selalu lengkap. Ada juga beberapa penyebab lainnya, yang kesemuanya masih bisa diatasi. Bagaimana caranya?

Normalnya dalam sekali setiap hari kita perlu dan wajib buang air besar. Kurang dari itu bisa jadi ada yang tidak beres dengan sistem pencernaan kita. Entah karena pencernaannya atau ada kemungkinan lainnya. Gangguan hormonal salah satunya.

Karena ada berbagai hal menjadi penyebab sembelit, maka perlu dipastikan apa penyebab sembelit; apakah karena masalah organ setempat, misalnya: kelainan metabolisme, usus terlipat, fisura (retak/rekahan), pembengkaan, tumor, kelainan saraf setempat dll. Bila dokter telah menentukan tidak ada masalah dan/atau kelainan seperti tersebut diatas, kemungkinan lain sembelit bisa jadi beberapa hal berikut.   

Apa penyebab sembelit?
Seperti yang sudah diutarakan di atas, faktor menu harian sangat berpengaruh. Apa yang dikonsumsi, dan seberapa cukup menu bermanfaat untuk mendorong gerakan usus, perlu diperhatikan bila tidak ingin sembelit. Yang kurang porsi sayur dan buahnya, perlu mempertimbangkan untuk menambah asupan penambah serat ini.

Tak cukup hanya sayuran dan bebuahan, pencernaan juga membutuhkan air minum yang cukup. Yang kurang begitu suka minum tinjanya lebih pekat, cenderung mengeras dibanding yang cuku minum. Jenis minuman yang dipilih juga mempengaruhi, minum the misalnya pada mereka yang sensitif semakin banyak minum teh makin besar kemungkinan jadi sembelit.

Yang sama terjadi pula bila mengonsumsi dedaunan dan bebuahan yang mengandung tanin (biasanya terdapat getah). Misalnya jambu biji (klutuk), salak atau jambu muda (mentah). Daun dan buah jambu muda/mentah atau kulit apel kini dimanfaatkan untuk menghentikan diare. Maka batasi atau hentikan memilih jenis buah itu ketika sedang sembelit, atau jika tidak mau sembelit.

Mereka yang porsi makannya jauh di bawah normal akan bernasib sama. Terlebih bila jenis menu yang kurang serat. Serat bersifat mengikat air dan memberi volume pada tinja. Tinja menjadi besar, berat dan lunak, hingga dengan mudah merangsang dinding rektum (penampung tinja) buang air besar. Sebaliknya jika kurang serat serta air, volume tinja kecil dan keras, tak cukup kuat merangsang dinding rektum untuk mendorong tinja keluar.

Sisa (residu) pembuangan berprotein yang berlebihan dari lauk-pauk seperti daging, ikan, telur, tempe dan kacang-kacangan, juga sering menjadi penyebab sembelit. Demikian pula residu pembuangan mineral yang berlebihan, biasanya dari tablet suplemen juga sering menimbulkan sembelit. Oleh karena itu menu harian memadai yang sesuai kebutuhan, jangan kekurangan namun jangan kelebihan, amat dianjurkan. Tidak perlu suplemen vitamin & mineral jika tidak ada indikasi kuat harus mengkonsumsinya. Cukuplah dari ragam makanan saja. 

Hal lain, pengaruh obat-obatan tertentu. Ada jenis obat, termasuk obat flu, obat penenang  yang bisa berefek sembelit juga. Minuman keras (miras) yang mengandung alkohol juga sering menyebabkan sembelit .

Wanita dipengaruhi oleh hormon kewanitaan estrogen. Makin bertambah usia, makin berkurang hormon tersebut yang mengalir dalam darah. Efeknya membuat peristaltic atau kontraksi usus menurun, dapat berakibat buang air besar terhambat. Gejala yang seperti sembelit.

Bagaimana diatasi?
Setelah mengamati apa penyebab sembelitnya, lalu meniadakan faktor yang menyebabkan sembelit.

Sebisa mungkin, obat pencahar atau laksan tidak langsung digunakan bila cara-cara alami, dan meniadakan faktor penyebabnya masih bisa dilakukan. Mengapa? Karena tidak semua obat pencahar aman dipakai. Misal, bila penyebab sembelit sebab faktor penyakit usus yang lemah saraf atau ileus.

Memaksa usus berkontraksi padahal ada kelemahan saraf atau ada bendungan pencernaan, atau ada usus terlipat, bisa buruk akibatnya. Terlebih pada anak. Ada kelainan usus yang tidak boleh sembarangan dipacu oleh obat pencahar. Pencahar alami lebih aman memilih minum air putih dan memperbanyak asupan serat dalam sayur dan bebuahan, menambah jumlah nasi, mie atau roti dan mengurangi jumlah lauknya.

Buah sebaiknya tidak dibuat jus, melainkan dipotong atau dicincang saja. Karena dengan dipotong, semua kulit buah, biji, dan seratnya terkonsumsi. Manfaat kulit, biji, dan ampas buah tidak boleh diabaikan. Buah lumat (di blender) boleh saja namun blender bersifat merusak dengan membuat gula buah (fruktosa) keluar dari selnya, hingga dapat menyebabkan indeks glikemik relatif meningkat hal ini tidak menguntungkan karena cepat meningkatkan gula darah.

Jangan lupa, tak cukup asupan menu dan bahan yang memacu persitaltic (gerak) usus belaka. Pencernaan juga memerlukan kecukupan aktivitas fisik. Buktinya, pasien yang lama hanya terbaring karena sakitnya, rata-rata mengalami susah buang air besar juga. Maka juga diperlukan banyak gerak badan dan berolahraga.

Pengidap wasir cenderung bisa sembelit lantaran ada sumbatan di liang dubur. Sebaliknya sembelit sendiri memperburuk wasirnya. Maka betapa penting buang air besar teratur setiap hari, selain mencegah wasir kumat, sekaligus meniadakan risiko wasir menjadi bertambah parah.

Ingat prebiotic dan probiotic
Dalam hal pemakaian obat pencahar sebaiknya dipertimbangkan terlebih dahulu. Dengan sering mencahar, berarti seluruh isi usus terkuras. Itu berarti segala jenis flora usus (kuman usus) ikut terhanyut keluar bersama tinja. Padahal kita tahu, flora usus diperlukan agar menyehatkan pencernaan.

Flora usus melindungi pencernaan dari ancaman bibit penyakit, selain membantu membentuk tinja, serta melancarkan kerja pencernaan. Bila karena sesuatu sebab sehingga flora usus berkurang atau tandus sama sekali, sembelit bisa terjadi.

Itu maka, pilih cara mencahar alami saja, dan tambahkan flora usus kita. Untuk itu perlu probiotic (yoghurt). Dan agar flora usus subur, diperlukan pula prebiotic sebagai penyubur probiotic-nya yang diperoleh dari menu harian, seperti bawang, buah, dan sayur mayur. ***

Share artikel ini:

Artikel Terkait