@shutterstock

Banyak Makan Nangka, Berbahayakah?

Tidak hanya dikenal karena rasanya yang manis, nangka juga disukai karena bisa diolah menjadi berbagai macam produk. Selain dimakan langsung atau sebagai bahan pelengkap minuman dingin, buah ini juga sering diolah menjadi selai, permen, kue, dan keripik. Dalam keadaan mentah pun, nangka bisa diolah menjadi masakan gurih dan lezat.

Dalam 100 gram penyajiannya, nangka mengandung 23 gram karbohidrat, 19,08 gram gula, dan 95 kilo kalori yang dapat menyediakan energi instan bagi tubuh. Selain itu, juga kaya antioksidan yang memberikan perlindungan terhadap kanker, penuaan, dan penyakit degeneratif. Walau nutrisinya lumayan lengkap, memakannya terlalu banyak dapat membuat si kecil mengalami diare lho. Temukan penyebabnya di bawah ini ya.

Kadar Serat dalam Nangka

Ketika membuka kulit buah nangka, Anda akan melihat serat lembut di dagingnya. Buah berkulit kasar ini memiliki 1,5 gram serat per 100 gram porsi. Serat makanan mempunyai efek mirip obat pencahar yang membuat feses menjadi lebih lunak sehingga dapat dibuang dengan lebih lancar dan mencegah sembelit. Nangka juga mengandung serat larut maupun tidak larut dengan kadar serat larut 25% dari total serat. Serat larut adalah bentuk karbohidrat yang dicerna dalam tubuh dan diubah menjadi energi, sedangkan yang tidak larut akan langsung menuju saluran pencernaannya, membersihkannya, dan mengurangi tumpukan kotoran, sehingga lebih lancar buang air besar.

Efek Samping

Menurut situs U.S. National Library of Medicine, mengonsumsi makanan berserat dalam jumlah banyak dan waktu yang singkat dapat menyebabkan kembung, kram perut, dan diare. Jika si Kecil mengalami diare setalah terlalu banyak makan nangka, penyebabnya adalah asupan serat tidak larut yang melunakkan feses dan membuatnya sering buang air besar. Masalah ini dapat hilang setelah bakteri alami dalam sistem pencernaan terbiasa dengan peningkatan serat. Tambahkan asupan serat sedikit demi sedikit untuk membantu mengurangi pembentukan gas dan diare. Terlalu banyak serat juga dapat menyebabkan gangguan penyerapan mineral seperti zat besi, zinc, magnesium, dan kalsium, sehingga lebih baik batasi anak memakan nangka dalam sehari ya, Bu.

Kebutuhan Serat

Situs U.S. National Library of Medicine menyarankan rekomendasi untuk anak-anak adalah 20-35 gram serat per hari. Untuk memastikan si Kecil mendapatkan cukup serat, variasikan makanannya seperti sereal, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Imbangi juga dengan meminum banyak cairan, sekitar 8 gelas per hari, untuk membantu serat melewati sistem pencernaan.

Walau punya rasa super manis dan tinggi nilai nutrisi, batasi pemberian nangka pada si Kecil, untuk menghindari risiko diare ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait