©shutterstock

Berat Badan Naik Usai Liburan, Salah Pilih Makanan Bisa Jadi Penyebabnya

Akhirnya bisa menikmati liburan juga. Berakhir pekan di awal tahun bisa menjadi momen yang menarik bahkan spesial bagi sebagian orang. Selain dapat dijadikan sebagai acuan liburan seru di tahun baru, juga dapat dijadikan ajang berkumpul dengan keluarga yang lebih erat dan intens. Paling tidak, harapan untuk menikmati liburan yang lebih seru dari waktu sebelumnya mulai bisa diterapkan.

 

Berbicara soal liburan erat hubungannya dengan kenaikan berat badan. Kesalahan dalam memilih makanan bisa menjadi penyebabnya.

 

Jamuan prasmanan

Memutuskan akhir pekan dengan mengambil paket liburan di hotel atau resort boleh-boleh saja. Apalagi pemandangan dan fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap, pastinya cukup menghilangkan penat kesibukan di awal tahun sekaligus mewarnainya dengan liburan keluarga yang seru. Selain fasilitas menginap, jamuan makan merupakan isi paket liburan di hotel. Jika hidangannya prasmanan, pilihlah sebijak mungkin dan tidak berlebihan porsinya. Pilihan menu yang lezat mudah sekali menggoda selera makan untuk mengambil berlebihan. Kenaikan berat badan usai liburan pun tak bisa dihindari.

 

Penggunaan piring besar

Jenny Giblin, psikoterapis sekaligus ahli gizi dari New York, menjelaskan bentuk piring yang besar turut mempengaruhi porsi makan seseorang. Tren platting sajian modern seringkali menyajikan makanan dalam piring besar. Bila langsung disajikan per piring tak akan menjadi masalah karena porsinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Sebaliknya, jika harus mengambil sendiri alias prasmanan maka cobalah untuk lebih pintar mengambilnya. Gunakan diagram makan sehat dengan komposisi karbohidrat mengisi ¼ bagian piring, ¼ lagi protein dan sisanya adalah sayuran.

 

Camilan karbohidrat

Kue manis, puding, donat maupun roti yang empuk dan segar dari oven kerap mewarnai sajian sarapan di hotel. Bisa juga hidangan yang kaya karbohidrat ini menjadi pilihan camilan di waktu senggang. Batasi konsumsinya karena karbohidrat merupakan sumber gula terbesar di samping gula murni. Menurut Jenny, karbohidrat akan dicerna menjadi glukosa yang menjadi cikal bakal terbentuknya kolesterol dalam tubuh. Jika selama liburan hanya duduk dan ngemil saja, peluang untuk mengalami kelebihan berat badan semakin besar, karena kalori tersebut tidak bisa tercerna secara optimal.

 

Kurang makan serat

Kesalahan makan yang terakhir selama liburan adalah kurangnya memakan asupan serat yang sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pencernaan. Jenny menuturkan kebutuhan akan serat ini memang jarang sekali terpenuhi selama liburan. Apalagi bila selera makan keluarga lebih menggemari junk food maupun fast food  yang banyak tersedia di tempat liburan, risiko mengalami kenaikan berat badan kian besar.

 

Meskipun sedang liburan cobalah untuk mengatur pola makan yang tepat. Utamakan kebutuhan gizi si kecil dan keluarga agar kesehatan tubuh tetap terjaga baik selama liburan maupun setelahnya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait