Bolehkah Bayi Diajak Jalan-jalan di Pantai?

Ada sejumlah cara untuk menyehatkan bayi. Satu di antaranya mengajaknya berjalan-jalan di pantai. Udara dan matahari pantai baik bagi bagi tubuh si kecil. Disamping itu pantai adalah lokasi yang tepat untuk bayi belajar berjalan.

KODRAT setiap bayi untuk melakukan eksplorasi di wilayah sekitarnya. Pada awalnya tentu hanya di lingkungan sekitar kamarnya. Bahkan baru di seputar boks tempat tidur dan bermainnya. Seiring bertambahnya umur, bayi mulai merambah ke sekitar kamarmnya, rumahnya, dan kemudian di alam bebasnya.

Sejatinya, semakin luas wilayah eksplorasi seorang bayi, semakin banyak yang bisa dipelajari, dan proses mengenal alam bebasnya. Termasuk merasakan udara, hawa, angin, suasana, dan sifat-sifat alam dari sebuah lingkungan di pantai.

Selain bereksplorasi di alam bebas pantai, bayi juga mendapat kesempatan belajar beradaptasi dengan suasana dan lingkungan yang khas pantai. Lebih dari itu, di pasir pantai bayi juga dapat berlatih belajar berjalan. Berjalan di pasir pantai tentu merupakan tugas yang lebih berat. Namun kelebihan berjalan di pasir pantai, bayi tidak merasa takut jatuh, ketika terjatuh bagi bayi bisa menjadi trauma tersendiri.

Lokasi tepat bayi belajar berjalan
Bayi yang baru belajar berjalan dan mengalami trauma dari nyeri sehabis terjatuh, bisa membuatnya kapok untuk melanjutkan belajar berjalannya. Memilih berjalan-jalan di pantai pilihan lokasi yang tepat, sambil mengenal alam pantai, proses belajar berjalannya menjadi lebih memadai. Terjatuh di pasir pantai tidak lebih menyisakan rasa nyeri dibanding bila terjatuh di lantai keras. Bahkan lebih empuk daripada terjatuh di reumputan sekalipun.

Selain belajar berjalan, berada di lingkungan pantai bayi bisa merasa lebih lepas bergerak bebas ke mana-mana tanpa perlu merasa terus dijaga dan dilindungi. Lingkungan pantai lebih lapang dan luas, dan lebih aman buat bayi dibanding di ruangan rumah, atau seputar kamarnya. Maka berada di pantai lebih memberikan rasa merdeka dan aman bagi bayi untuk lebih leluasa bereksplorasi.

Udara dan matahari pantai
Selain itu hawa pantai juga menyehatkan. Kandungan lapisan oksigennya lebih pekat, dan cahaya matahari lebih lapang memapar permukaan tubuh. Kita tahu tubuh membutuhkan paparan matahari pagi hari (sinar ultraungu) untuk pembuatan vitamin D penguat tulang dan gigi. Sekurang-kurangnya tubuh membutuhkan durasi lima belas menit sehari yang dinilai sudah mencukupi.

Maka bermain di pantai sebaiknya tidak sampai lewat tengah hari. Menjelang pukul 11.00 paparan matahari sudah harus dijauhi, karena sudah tipis ultraungunya, dan sudah keras ultramerahnya, bagian panas menyengat yang tidak lagi menyehatkan.

Melihat hawa pantai yang khas dan menyehatkan itu, bagi pengidap ashma hawa pantai justru menguntungkan. Apalagi kalau sampai berkesempatan berenang (bermain air) menghirup udara di lapisan permukaan laut, sungguhnya memberikan ekstra keuntungan lain.

Suasana dan panorama pantai juga sosok pemandangan yang tidak biasa di memori visual bayi. Keanekaragaman visual memperkaya kecerdasan visual bayi juga. Warna hijau dan biru dominasi panorama pantai yang menenangkan juga memberi kekayaan batin tersendiri buat proses perkembangan dan memori penglihatan bayi.

Maka kalau ditanya, apakah boleh mengajak bayi berjalan-jalan di pantai? Lebih dari sekadar berjalan-jalan, memberi ruang dan peluang lebih banyak bagi bayi untuk memetik segenap kelebihan lingkungan, suasana, dan sosok pantai demi memberinya manfaat kesehatan yang lebih banyak, dan meruah. Termasuk untuk mengoptimalkan perkembangan mentalnya. ***

Share artikel ini:

Artikel Terkait