Cara Mendeteksi Alergi Si Kecil

Alergi sangat sulit untuk dideteksi sebelum adanya gejala-gejala yang mengarah pada hal tersebut. Terkadang Ibu tidak sadar bahwa si kecil mengalami alergi. Gejala yang mirip flu, seperti bersin-bersin, hidung meler, ruam pada kulit atau sakit perut bisa jadi sebuah pertanda adanya alergi. Namun seringkali Ibu menganggap tanda-tanda tersebut adalah hal yang biasa terjadi, terutama bila gejala ini hanya muncul sebentar-sebentar, datang dan pergi.

Tanda-tanda alergi yang dialami si kecil tersebut merupakan respon kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap alergen yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Menurut dr. Iris Rengganis, SPPD, K-AI, FINASIM, dari divisi alergi imunologi klinik departemen ilmu penyakit dalam, FKUI/RSCM, alergi dipengaruhi oleh dua hal, yakni faktor genetik dan faktor lingkungan.

Bagaimana cara mendeteksi alergi pada si kecil? Agar lebih tepat dan aman, sebaiknya Ibu membawa si kecil untuk berkonsultasi pada dokter dan menjalani tes alergi. Menurut dr. Dina Muktiarti, SpA, dari Divisi Alergi-Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, tes alergi diperlukan untuk membantu mengetahui pemicu gejala alergi si kecil. Tes alergi juga perlu dilakukan untuk membuktikan gejala itu benar karena alergi atau tidak.

Menurut dr. Nurul Iman Nilam Sari, SpA - RS Premier Jatinegara Ada beberapa jenis tes yang dilakukan yang cocok bagi si kecil untuk mengetahui penyebab alergi, yakni tes uji kulit, tes darah dan tes provokasi dan eliminasi makanan.

 

Tes Kulit (Skin Prick Test)

Tes kulit ini berguna untuk memeriksa pemicu alergi yang berasal dari makanan dan obat-obatan tertentu, alergen di udara, serta racun dari serangga. Gejala alergi biasanya ditandai dengan ruam dan kulit gatal, mata merah, bersin-bersin, batuk dan asma.

Tes alergi ini sebaiknya dilakukan pada anak  berusia minimal 3 tahun. Si kecil juga harus dalam keadaan sehat dan tidak sedang minum obat anti-alergi dalam 3-7 hari terakhir. Tes kulit ini cocok untuk si kecil, karena menggunakan jarum khusus sehingga tidak menimbulkan rasa sakit.

Tes ini dilakukan di kulit lengan bawah sisi dalam. Kulit si kecil akan ditetesi cairan alergen yang umum, seperti berbagai jenis makanan, serbuk sari, dan lainnya. Kemudian kulit ditusuk secara halus dan pelan-pelan dengan jarum untuk melihat reaksinya. Hasil  tes diketahui dalam 15 menit. Jika timbul bentol merah yang gatal di kulit, maka si kecil dinyatakan positif alergi terhadap allergen tersebut.

 

Tes Darah (RAST)

Tes alergi bisa dilakukan pada usia berapapun, kapan saja dan dalam kondisi apapun. Radioallergosorbent tests (RAST) ini dilakukan untuk mengetahui alergen yang berasal dari makanan atau udara, yakni dengan cara mengukur kadar jenis IgE tertentu dalam darah. Si kecil akan diambil sampel darahnya sebanyak 2 cc, kemudian diproses dengan mesin khusus dan hasilnya dapat diketahui setelah 4 jam.

 

Tes Provokasi dan Eliminasi Makanan

Tes ini diperuntukkan bagi si kecil yang mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Diawali dengan mengetahui riwayat keluarga, gejala dan tanda alergi lewat wawancara. Tes ini dilakukan dengan melakukan diet sederhana dalam menu sehari-hari si kecil, yakni dengan mengeliminasi beberapa makanan penyebab alergi selama 2–3 minggu. Setelah itu, dilanjutkan dengan provokasi makanan yang dicurigai dan diet provokasi 1 bahan makanan dalam 1 minggu. Si kecil dinyatakan positif elergi jika dalam 3 kali provokasi menimbulkan gejala-gejala elergi.

Share artikel ini:

Artikel Terkait