Daya Tahan Tubuh yang Baik, Kunci Tumbuh Kembang Optimal Si Kecil

Pengasuh rubrik yang terhormat,

Akhir-akhir ini anak saya (usia lima tahun) mudah sakit, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) ataupun diare. Perlu diketahui, belakangan ini anak saya juga susah makan. Apakah benar menurunnya daya tahan tubuh tersebut berkaitan dengan kurang baiknya asupan gizinya? Benarkah makanan probiotik dan prebiotik dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh? (Ny. Farida – Cibinong)

Ny. Farida yang terhormat,

Pada dasarnya, setiap anak mempunyai sistem pertahanan tubuh secara alami (innate) dan kekebalan tubuh yang diciptakan (adaptif). Kekebalan tubuh bawaan terdapat pada kulit, saluran pernapasan, dan saluran cerna. Sedangkan kekebalan tubuh adaptif terdapat pada jaringan dan organ tubuh tertentu yang saling dihubungkan dengan sistem sirkulasi darah dan getah bening.

Adakah kaitan antara menurunnya kekebalan tubuh dengan peran zat gizi? Anak mudah sakit pertanda daya tahan tubuhnya lemah. Kekebalan tubuh dapat menurun atau mengalami gangguan bila asupan gizi, baik makro (karbohidrat, lemak, dan protein) maupun mikro (vitamin dan mineral) kurang baik.

Keadaan kurang gizi tersebut dapat meningkatkan kepekaan anak terhadap infeksi kuman penyakit, dan juga mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh. Gangguan kesehatan yang kerap muncul dikenal sebagai penyakit alergi.

Meski sampai kini faktor makanan belum terbukti dapat mempengaruhi anak terkena penyakit infeksi, namun kekurangan vitamin A, C, dan beberapa mineral lain sering dikaitkan dengan menurunnya ketahanan tubuh terhadap penyakit.

Peran Zat Gizi
Peran zat gizi untuk meningkatkan sistem kekebalan menjadi sangat penting, terlebih jika disuplementasi dengan pangan fungsional seperti probiotik dan prebiotik.

Probiotik adalah biakan bakteri (mikroba) hidup yang bermanfaat untuk mempertahankan keberadaan bakteri baik (non patogen) dari bakteri jahat (patogen) yang hidup dalam usus. Jumlah bakteri jahat yang melebihi bakteri baik akan menimbulkan masalah seperti infeksi atau radang saluran cerna, dan penyakit lain. Salah satu contoh bakteri baik adalah bifidobacteria, sedangkan bakteri jahat misalnya: Clostridium perfringens, Escherichia coli, Salmonella, Shingella, dan Staphylococcus.

Sedangkan prebiotik adalah senyawa karbohidrat (oligosakarida) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri baik. Komponen pangan prebiotik ini berupa serat dari senyawa oligosakarida atau peptida yang tidak dapat dicerna dengan segera, yang berfungsi mendukung pertumbuhan probiotik.

Nah, karena saluran cerna merupakan “pintu gerbang” masuknya berbagai penyakit infeksi mikroba, maka menjaga saluran cerna itu sangat penting. Konsumsi pangan yang mengandung probiotik dan prebiotik dapat membantu meningkatkan zat gizi dan penyerapannya dalam usus, menurunkan penyakit infeksi kuman maupun virus, serta intoleransi laktosa seperti diare.

Produksi terbesar sistem daya tahan tubuh (sekitar 80%) terdapat di saluran cerna. Pemberian probiotik dan prebiotik secara teratur dapat meningkatkan dominasi bakteri baik di dalam saluran cerna sehingga daya tahan tubuh si Kecil akan lebih baik. Dengan saluran cernanya yang sehat, maka penyerapan gizi penting di dalam tubuh si Kecil akan lebih optimal.

PT Nestlé Indonesia bekerjasama dengan GRAMS 2007

Share artikel ini:

Artikel Terkait