Demam, Apa yang harus dikerjakan?

Demam kurang dari 38,30C biasanya tidak memerlukan pengobatan kecuali bila anak merasa tidak nyaman atau pernah mengalami kejang demam. Apalagi bila anak bermain, makan dan tidur seperti biasa.

Penurun Demam
Yang paling sering digunakan adalah asetaminofen atau parasetamol, ibuprofen dan aspirin. Semuanya efektif untuk menurunkan demam asal dosisnya tepat. Aspirin menyebabkan nyeri lambung, perdarahan lambung, serta suatu keadaan yang disebut sebagai sindrom Reye, sehingga tidak dianjurkan untuk menurunkan demam yang biasa.

Parasetamol aman kecuali bila dosis berlebihan atau digunakan terlalu lama dapat menyebabkan gangguan fungsi hati. Ibuprofen boleh digunakan pada anak berumur lebih dari 6 bulan, efek samping berupa nyeri lambung, dan muntah-muntah, yang dapat dikurangi dengan memberikannya setelah makan. Obat penurun demam dengan kandungan paracetamol atau ibuprofen dapat ditanyakan di apotik atau toko obat.

Dosis
Dosis penurun demam sebaiknya menurut berat badan, bukan menurut umur. Tidak perlu terlalu tepat asal mendekati saja juga boleh. Dosis parasetamol adalah 10-15 mg/kgBB/setiap kali pemberian, boleh diberikan 4 kali sehari. Sebagai contoh, dosis untuk anak dengan berat badan 12 kg adalah 120-180 mg, empat kali sehari. Untuk anak dengan berat badan 50 kg atau lebih berikanlah 500 mg. Dosis ibuprofen adalah 10 mg/kgBB/setiap kali pemberian, cukup 3 kali sehari. Jadi anak dengan berat badan 15 kg memerlukan kira-kira 150 mg ibuprofen, 3 kali sehari.

Sayangnya berapa miligram yang terkandung dalam 1 sendok obat atau 1 tablet tidak baku. Jadi bacalah petunjuk pada brosur, atau tanyakan kepada apoteker sebelum memberikannya. Hati-hati bahwa parasetamol sering dicampurkan dalam obat flu dan batuk. Bila anda memberikan kombinasi, dosisnya dapat menjadi terlalu banyak.

Selain obat yang ditelan, parasetamol dan ibuprofen juga tersedia dalam bentuk yang dapat dimasukkan dari anus.

Kompres
Kompres kalah efektif dengan obat. Paling baik dilakukan dengan kombinasi pemberian obat, terutama kasus dengan demam tinggi 400C atau pernah mengalami kejang demam.

Cara terbaik adalah mengisi bak mandi dengan air setinggi 5 cm, dengan suhu 29-330c. Kalau anda tidak mempunyai termometer, teteskan air di punggung tangan anda. Air tersebut harus terasa sedikit hangat. Biarkan anak duduk di bak mandi, kemudian seka badan, tangan dan kaki dengan air hangat tersebut. Air akan menguap dan suhu tubuh akan turun. Pertahankan suhu ruangan 240C. Kompres akan menurunkan demam dalam 30-45 menit.

Jangan gunakan air dingin karena akan menyebabkan anak menggigil dan tidak nyaman. Jangan menggunakan alkhohol karena dapat diserap kulit dan pernapasan, menjadi racun dan anak dapat mengalami penurunan kesadaran.

Tindakan Lain

  • Pertahankan suhu ruangan yang nyaman, sekitar 240C. Boleh menggunakan penyejuk ruangan air condition (AC).
  • Baju tipis saja, kecuali bila anak menggigil boleh diselimuti sebentar. Bila tidak lagi menggigil atau suhu sudah turun, buka selimutnya.
  • Minum air yang banyak karena anak dapat mengalami dehidrasi bila demam.
  • Boleh menggunakan kipas angin bila udara terlalu panas. Jangan arahkan angin langsung ke tubuhnya karena tidak nyaman.
  • Ia boleh berjalan ke luar kamar bila mau.

Hubungi Dokter Anda Bila:

  • Demam tinggi pada bayi kurang dari 1 bulan harus dibawa ke dokter.
  • Demam pada anak usia kurang dari 3 tahun, anak tampak lesu, tidak mau bermain dan makan.
  • Demam tidak bisa turun walaupun sudah diberi penurun demam dan kompres.
  • Sudah mendapat obat penurun demam namun demam menetap selama 3 hari. Apalagi bila anak terlihat lesu. Hati-hati dengan demam berdarah.
  • Demam pada tifus biasanya berlangsung 7 hari atau lebih, dan anak mengalami gejala pencernaan berupa sembelit atau sebaliknya diare.
  • Demam berulang lebih dari 3 kali dalam 6 bulan. Penyebab paling sering adalah infeksi saluran kemih dan infeksi paru termasuk tuberkulosis.

Demam Disertai Kejang
Bila ada anggota keluarga pernah mengalami kejang demam atau anak pernah mengalami kejang demam, penurunan suhu tubuh harus lebih agresif.

referensi

  • John CC, Gilsdorf JR. Recurrent fever in children. Pediatr Infect Dis J 2002;21:1071-80.
  • American College of Emergency Physicians Clinical Policies Committee. Clinical policy for children younger than three years presenting to the emergency department with fever. Ann Emerg Med 2003;42:530-45

Share artikel ini:

Artikel Terkait