Demam; Batuk; Pilek

Saat ini, masih banyak orangtua yang belum mengetahui penanganan yang dilakukan bila Si Kecil demam disertai batuk & pilek, yang sering diderita oleh anak-anak. Banyak orangtua yang bingung dan panik saat menghadapinya.

Untuk membantu para orangtua, Nestle bekerjasama dengan Delta radio 99.1 FM, membuat acara talkshow pada hari Rabu, 31 Oktober 2007 pukul 11.00-12.00 yang menampilkan Dr. Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), M.Paed dan juga praktisi gizi PT Nestle Indonesia Rienani Mahadi untuk membagi informasi tentang berbagai pengetahuan, dengan topik “Mengenali gejala dan penanganan pertama demam, batuk, dan pilek pada Si Kecil.”

PENGERTIAN
Demam merupakan reaksi alami tubuh untuk melawan penyakit. Demam pada batuk dan pilek adalah usaha tubuh untuk membersihkan kuman, yang merupakan benda asing bagi tubuh. Jadi boleh dibilang demam merupakan “alarm” bagi tubuh untukmenunjukkan bahwa tubuh sedang melawan suatu “benda asing” yang datang.

Tubuh dikatakan demam apabila suhunya melebihi suhu normal ( > 36-370C) Pada umumnya, pengukuran suhu tubuh dengan termometer dilakukan dengan cara meletakkan alat pengukur suhu tersebut di ketiak .

Demam dapat disebabkan oleh virus, bakteri, parasit dan jamur. Sementara, batuk dan pilek biasanya disebabkan karena virus.

APA YANG HARUS DILAKUKAN?
Umumnya, penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, Anda tetap tidak boleh menganggap remeh demam pada batuk dan pilek yang diderita Si Kecil. Nah, agar virus pergi dari tubuh Si Kecil, lakukan cara di bawah ini :

  • Kompres dapat membantu menurunkan suhu tubuh di kecil. Kompres dengan cara mencelup handuk kecil ke dalam air hangat dan letakkan di ketiak, atau dahi Si Kecil
  • Biarkan Si Kecil banyak beristirahat dan benar-benar mengurangi aktivitasnya.
  • Beri banyak cairan, seperti jus buah, air hangat, dan susu. Minum air hangat akan membuat lendir mudah dikeluarkan. Dengan masuknya cairan yang banyak, lalu dikeluarkan dalam bentuk urin, merupakan salah satu cara tubuh unutk menurunkan suhu tubuh
  • Terus memberinya makanan bergizi, yakni makanan seimbang, yang cukup mengandung vitamin dan mineral. Dengan begitu, tubuh Si Kecil membentuk antibody sendiri. Makanan dapat diberikan sesuai dengan kemampuan dan keinginan anak anda. Namun, bila disertai radang, maka sebaiknya makanan tidak mengandung citric acid atau asam, demikian dikatakan oleh praktisi gizi dari Nestle, Rienani Mahadi. Menurut Rienani, makanan yang asam dapat merangsang lambung dan membuat Si Kecil sangat tidak nyaman.
  • Bila Si Kecil tidak nafsu makan, maka kita dapat memberikan susu yang sudah mengandung gizi lengkap dan mengandung probiotik yang dapat menjaga fungsi saluran cerna, karena apabila saluran cerna Si Kecil sehat, maka daya tahan Si Kecil akan baik pula.
  • Bila Si Kecil sulit tidur, karena hidung tersumbat, dapat diberikan larutan garam, yakni dapat berupa NaCl yang sudah dapat diperoleh di apotik, atau dapat pula larutan garam dapur yang dapat dibuat sendiri di rumah, kemudian teteskan larutan tersebut di dalam hidung Si Kecil. Hal itu dapat membantu mengencerkan pilek Si Kecil,demikian dikatakan oleh Dr. Hinky.

Perlu Anda tahu, masa inkubasi demam yang disertai batuk & pilek, mulai dari masuknya virus sampai timbulnya gejala penyakit, rata-rata 2 hari dengan rentang jarak waktu antara 1-4 hari. Setelah itu, barulah timbul berbagai gejala batuk & pilek, yang akan bertahan selama 3-7 hari.

Apabila Si Kecil mengalami hal-hal tersebut di bawah ini, segeralah bawa ke dokter atau RS terdekat :

  • Bila suhu tubuh melebihi 400C
  • Bila demam yang tidak turun setelah 3 hari
  • Bila Si Kecil tidak mau makan dan minum, apalagi disertai dengan muntah, karena Si Kecil akan mengalami dehidrasi

(src: Delta Siesta)

Share artikel ini:

Artikel Terkait