Hal Terburuk Pada Jajanan Tak Sehat

Apakah Anda membebaskan si kecil membeli jajan sesuka hatinya? Hati-hati, Bu! Sebab anak-anak belum mengerti apakah jajan yang dimakannya bergizi atau justru beracun. Memang merupakan suatu fakta bahwa anak-anak membutuhkan makanan selingan atau camilan di antara dua waktu makan. Kendati demikian, bukankah makanan selingan tak harus berupa jajan?

Jajan berarti membeli makanan atau minuman yang bukan buatan Anda sendiri. Sudah bukan hal yang rahasia lagi jika sebagian besar penjual jajanan cenderung lebih mengutamakan keuntungan melebihi manfaat maupun keamanan makanan (food safety) yang dijualnya. Sebelum memutuskan untuk melepaskan uang jajan kepada si kecil, alangkah lebih baiknya jika Anda memahami dulu hal di bawah ini seperti yang diungkap oleh Sahabat Nestle.

Jajan tidak lebih menyehatkan
Sebagian besar orang tua kurang peduli bahkan setelah tahu sekalipun bahwa demi mendahulukan keuntungan, penjual jajanan memilih pewarna tekstil, penyedap berlebihan, minyak tak sehat, perenyah kimiawi serta pemanis buatan. Semua zat tersebut umumnya berpotensi menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari bila dikonsumsi terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.

Proses pembuatan jajan belum tentu higienis
Tahukah Anda bahwa untuk menekan biaya produksi, tak jarang para pembuat jajanan menggunakan bahan baku yang belum tentu dalam keadaan baru yang masih segar. Penanganan, pengolahan hingga penyajiannya pun belum tentu higienis. Tak mengherankan bila mereka seringkali memakai air mentah dibandingkan dengan mau bersusah payah mengeluarkan dana lebih untuk sekedar menyajikan air yang sudah dimasak.

Kehilangan zat gizi
Tubuh membutuhkan jenis menu yang seimbang (balance diet), yang artinya lebih banyak karbohidrat, dan membatasi lemak serta protein sesuai kebutuhan saja. Andaikata anak Anda terus mengonsumsi bukan menu seimbang, maka selain akan kelebihan berat badan, juga bisa terancam kekurangan zat gizi tertentu. Sebab selain belum tentu aman, semua jajanan juga belum tentu memenuhi syarat kesehatan. Umumnya, jajanan kaya lemak dan gula, sehingga jumlah kalori melebihi kebutuhan tubuh. Sedangkan kandungan gizi menu jajanan pada umumnya cenderung kehilangan zat gizi akibat bahan baku biasanya sudah tidak segar dan pengolahannya pun dengan panas yang tinggi.

Sebaiknya, Anda membuatkan sendiri makanan selingan yang sarat gizi. Jika terpaksa tak bisa membuatkan si kecil jajanan, lebih baik berikan aneka buah atau kacang-kacangan saja sebagai cemilannya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait