Kalori Dalam Label Nutrisi, Apa Sih Maknanya?

Tidak hanya rasa dan aroma yang membedakan setiap makanan, tetapi juga kandungan gizi yang ada pada masing-masing makanan. Bahan baku yang tidak sama menjadi alasan mengapa semua makanan tersebut memiliki perbedaan kandungan gizi. Banyak tidaknya gizi tersebut ditampilkan dalam satuan baku yang dikenal sebagai kalori.

Kalori digunakan untuk menggambarkan energi yang mampu disumbangkan oleh setiap makanan dalam tubuh. Semakin besar jumlah kalori, maka semakin banyak pula energi yang dihasilkan. Meski begitu, kalori dalam makanan atau minuman kemasan sendiri bersumber dari banyak zat gizi. Jumlah tersebut merupakan hasil kalkulasi dari beberapa nutrisi yang ada dalam label nutrisi.

Adapun, banyak tidaknya kalori juga akan ditentukan dari jenis makanan itu sendiri. Jika berupa camilan, seperti keripik, maka kalorinya tidak begitu besar. Demikian pula dengan biskuit dan minuman jus buah, kalori yang dihasilkan juga tak begitu besar. Namun, beda halnya saat Anda bandingkan dengan sereal dan susu. Kedua makanan ini memang menjadi salah satu asupan pokok, sehingga Anda akan mendapati kandungan kalori yang lebih tinggi.

Label kalori biasanya ditulis satu grup dengan lemak total, kolesterol, sodium, karbohidrat dan juga protein. Kendati demikian, kalori tetap ditulis tunggal tanpa adanya percabangan. Bila pada informasi gizi yang lain, Anda akan menemukan satuan gram atau mg, maka kalori hanya akan dituliskan angka saja. Sebab, kalori sendiri merupakan suatu satuan layaknya gram.

Ketika dalam kemasan tersebut ada tambahan kalori yang berasal dari lemak, maka akan dituliskan terpisah. Umumnya, akan dituliskan pada sebelah kanan kalori, tetapi masih segaris. Dengan begitu, Anda akan paham, mana kalori yang dihasilkan dari sumber zat gizi yang bermanfaat dan kalori yang dihasilkan dari zat gizi yang kurang begitu berguna dalam jumlah besar, seperti lemak. Sekali lagi, detil dalam memilih makanan sehat ya, Bu.

Share artikel ini:

Artikel Terkait