Kenapa Si Kecil Suka Menghisap Jari?

Ada berbagai penjelasan mengenai kenapa si kecil suka menghisap jari. Umumnya orang mengatakan bahwa itu perilaku normal untuk anak-anak balita. Tapi, kalau frekuensinya sudah terlalu sering, intensitasnya sudah terlalu kuat, dan durasinya terlalu lama, dan usianya sudah memasuki sekolah, lebih baik tidak  dibiarkan terus menerus terjadi.

Dari pengalaman dan kajian terungkap bahwa perilaku itu antara lain disebabkan mungkin anak jenuh, lapar, naluri masa perkembangannya, atau sedang merasakan sesuatu yang kurang enak di jiwanya. Ada juga yang mengkaitkan perilaku itu dengan kebiasaan. Dia melakukan karena memang itu asyik atau enak.

Apapun yang melatarbelakangi perilaku itu, sejauh kita melihatnya akan membahayakan secara fisik atau psikis, sebaiknya kita membantu dia menghentikan perilaku demikian. Beberapa caranya antara lain:

  1. Tunggu sampai dia sudah bisa berjalan dan berbicara lancar, katakanlah di atas 3 tahun, kecuali frekuensinya sering, terlalu keras menghisapnya dan durasinya sangat lama. Tindakan preventif perlu dilakukan.
  2. Dengan menunggu sampai dia bisa berbicara lancar, kita akan mudah memberi pengertian dan mendapatkan penjelasan dari dia.
  3. Membantu anak mengatasi sumbernya. Kalau dia jenuh, kita bisa mengajaknya untuk berganti aktivitas atau suasana. Jangan sampai kita hanya melarang tanpa mempertimbangkan latar belakangnya.
  4. Memfasilitasi anak dengan berbagai mainan yang merangsang dia untuk berkegiatan di rumah.
  5. Memberi ucapan yang mendorong dia untuk belajar menghentikan kebiasaan itu dan jelaskan potensi bahayanya, misalnya kita mengatakan: ”Adik sekarang sudah gede. Menghisap jarinya perlu dikurangi atau dihentikan”.
  6. Memberikan imbalan atas usahanya / prestasinya sebagai motivasi dan penghargaan.
  7. Jika dia masih gagal, hindari jangan sampai kita menghinanya terus atau memaksanya lebih keras lagi. Sejauh dia sudah berusaha, gagal atau sukses perlu kita hormati. Nanti pada waktunya yang tepat, kita perlu dorong lagi.      

Beberapa pakar kesehatan tidak menyarankan kita mengenakan sarung tangan pada anak atau menggantinya dengan dot, kecuali memang alasannya sangat kuat, katakanlah pada saat tidur saja, dan pengawasannya dijamin. Takutnya justru malah lebih mudah mengundang kuman atau kemungkinan tertelan oleh anak.

Semoga bermanfaat.

 

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait