Liburan Bebas Mabuk Kendaraan

Pergi berlibur bersama si kecil akan lebih menyenangkan tanpa mabuk kendaraan. Si kecil bisa dengan ceria menikmati perjalanannya dan Anda pun tenang.

Mengapa mabuk kendaraan?
Tidak semua anak mengalami mabuk kendaraan. Anak berusia kurang dari 2 tahun sangat jarang mengalami mabuk kendaraan. Pengalaman yang tidak mengenakkan ini biasanya sering terjadi pada anak-anak berusia 4-10 tahun, akibat sifat otak yang terlalu sensitif terhadap input berupa pergerakan.

Normalnya, rangsang gerak dari luar tubuh kita akan ‘ditangkap’ oleh 3 sistem sensorik, yaitu mata, telinga bagian dalam, dan sistem saraf yang terdapat pada tiap sendi. Mabuk dapat terjadi jika rangsang yang ditangkap dan diteruskan ke otak oleh 3 sistem sensorik ini tidak serasi.

Misalnya ketika sedang duduk dalam kendaraan, bagian telinga dalam anak dapat menangkap gerak akibat mobil yang sedang melaju, tetapi tidak demikian dengan mata dan sistem saraf pada sendi-sendinya. Apalagi jika ia tidak dapat melihat ke luar jendela karena jangkauan pandangnya belum mencapai jendela kendaraan.

Butuh adaptasi
Biasanya mabuk kendaraan ini akan berangsur-angsur berkurang dengan bertambahnya usia. Mabuk biasanya terjadi saat pertama kali anak menaiki kendaraan, seperti mobil, kereta, kapal laut, atau kapal terbang. Semakin sering anak bepergian dengan kendaraan-kendaraan ini, akan semakin cepat ia beradaptasi.

Tanda-tanda anak mabuk kendaraan

  • Awalnya anak akan merasa mual
  • Keluar keringat dingin
  • Anak gelisah dan pucat
  • Tiba-tiba menjadi tidak nafsu makan
  • Akhirnya anak dapat muntah

Membantu anak terhindar dari mabuk kendaraan

  • Berikan makanan ringan sebelum bepergian. Rasa lapar juga dapat mencetuskan mabuk.
  • Hindari dairy products, makanan yang me-ngandung banyak garam sebelum bepergian.
  • Siapkan makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi selama perjalanan.
  • Sebaiknya hindari makanan manis, asin, dan berlemak. Lebih baik membawa biskuit dan buah-buahan atau jus buah, seperti jus apel dan jus anggur.

Jika sebelumnya anak pernah mengalami mabuk kendaraan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai obat yang boleh diberikan dan berapa dosisnya untuk pencegahan. Biasanya obat yang sering digunakan adalah golongan antihistamin yang me-ngandung dimenhydrinate. Obat golongan ini akan menyebabkan rasa ngantuk, sehingga biasanya anak akan tertidur sepanjang perjalanan.

Mencegah mabuk kendaraan

  1. Jika perjalanan yang akan ditempuh panjang, terutama dengan mobil, berhentilah beberapa kali setelah 1-2 jam perjalanan. Ajak anak keluar dari mobil untuk menghirup udara segar.
  2. Rencanakan kegiatan yang dapat dilakukan sepanjang perjalanan, misalnya dengan merangkai cerita atau bernyanyi bersama. Hindari membaca atau menonton selama mobil berjalan.
  3. Minta anak untuk duduk tenang selama perjalan-an.

Jika anak telanjur mabuk, apa yang harus dilakukan?

  • Perlahan laju kendaraan, menepi pada tempat yang aman dan hentikan mobil.
  • Bawa anak keluar dari mobil agar ia dapat menghirup udara segar.
  • Biarkan anak beristirahat dulu, apalagi jika ia muntah. Sebaiknya lanjutkan perjalanan 1-2 jam kemudian.

referensi:

  1. Gahlinger PM. Motion sickness: How to help your patients avoid travel travail. Postgraduate Medicine 1999; 106(4): 177-84
  2. American Academy of Pediatrics. Motion Sickness. Tersedia dalam: http://www.aap.org

(PT.Nestlé Indonesia bekerja sama dengan majalah Anakku)

Share artikel ini:

Artikel Terkait