Manfaat Bergerak dan Bermain pada Anak Balita

Pemberian stimulasi yang teratur dan terus menerus akan menciptakan anak yang cerdas, bertumbuh kembang dengan optimal, anak tumbuh menjadi anak yang mandiri, memiliki emosi yang stabil, dan mudah beradaptasi. Memang, tanggung jawab orang tua kepada buah hatinya sangat multiaspek, artinya setiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan fisik, kebutuhan emosi, dan kebutuhan agar anak diberi stimulasi atau pendidikan yang optimal.

Memberi kesempatan bermain kepada anak merupakan salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan kepada si kecil. Dengan memberikan kesempatan bermain kepada si kecil akan membuat si kecil menjadi terasah kecerdasannya, baik kecerdasan emosi, akademik, maupun sosialnya.

Menurut dr. Tanya Tatiana M.Rotikan,SpKO dalam acara talkshow yang diadakan oleh Dancow Parenting Center dan Delta radio 99.1 FM pada Kamis, 07 Agustus 2008,” bermain, yang dalam hal ini adalah bergerak dan latihan fisik merupakan investasi untuk kesehatan di masa yang akan datang. Hal ini berarti dengan bergerak dan latihan fisik yang teratur akan menghindari kita dari penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes mellitus, dan juga obesitas. Selain itu, bergerak dan latihan fisik juga berguna untuk menabung tulang dan hal ini berguna untuk mendukung pertumbuhan si kecil agar optimal. Selain itu, bermain juga dapat mengajarkan si kecil agar dapat bersosialisasi dan sportifitas”

Jadi, membiarkan anak bermain dan bergerak akan memberikan manfaat dari 3 aspek, yakni aspek fisik, psikis, dan sosialisasinya. Anak yang bermain akan lebih terasah kecerdasan emosi dan sosialisasinya dibandingan dengan anak yang kurang mendapatkan stimulasi bermain. Hal ini juga dikarenakan anak terbiasa memecahkan masalah yang sering dihadapi dalam bermain.

Yang Harus Diperhatikan….
Menurut dr. Tanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua pada saat membiarkan si kecil bermain dan bergerak, yaitu:

  1. Jenis Gerakan

    “Gerakan yang diperbolehkan untuk anak harus disesuaikan dengan usianya,” demikian ungkap dr. Tanya.

    Bagi anak kurang dari 2 tahun, kita harus melatih gerakan dasarnya terlebih dahulu. Gerakan dasar ini seperti berjalan, berlari, melempar, dan menangkap. Jangan terlalu memaksakan anak untuk segera bisa, karena pada usia ini biasanya anak masih bergerak semaunya.

    Pada anak 2 – 3 tahun, stimulasi yang diberikan masih sama dengan sebelumnya. Sedangkan pada anak diatas 3 tahun, dimana gerakan anak biasanya mulai terarah, kita dapat mengajarkan ketepatan, ketrampilan yang lebih lanjut dimana sudah ada koordinasi antara gerakan dan mata.

  2. Lamanya bermain

    Untuk waktu bermain, kita harus dapat melihat ketahanan masing-masing anak, karena setiap anak akan berbeda. Dan hal ini juga tergantung dari usia si kecil. Namun, dr Tanya mengatakan bahwa biasanya anak membutuhkan waktu sekitar 10 – 20 menit untuk bermain. Namun, apabila kita melihat anak sudah mulai lelah, kita harus segera meminta anak untuk berhenti bermain

  3. Waktu dan Lokasi bermain

    Kita juga harus memperhatikan waktu dan lokasi bermain. Sebaiknya waktu dan lokasi yang dipilih sebagai arena bermain dan bergerak si kecil haruslah nyaman. Jika beraktivitas di luar rumah pada siang hari dr. Tanya menyarankan untuk memberikan cairan kepada anak setiap 15 menit.

    Sedangkan untuk lokasi, kita harus memperhatikan apakah lokasi bermain anak aman atau tidak. Dan pilihlah alat permainan yang memang diperuntukkan untuk anak-anak.

  4. Nutrisi

    Yang tidak kalah pentingnya dalam mendukung aktivitas si kecil adalah nutrisi. Tubuh memerlukan sejumlah nutrisi agar sel-sel tetap sehat dan dapat bergerak optimal.

    Dra. Rienani Mahadi, Seorang praktisi gizi dari PT. Nestle Indonesia dalam acara yang sama mengatakan bahwa si kecil membutuhkan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mendukung segala aktivitasnya. Makanan yang cukup adalah makanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan makanan yang seimbang adalah makanan yang mengandung zat-zat gizi yang diperlukan oleh si kecil, dan kita dapat memberikannya dengan cara memberikan makanan yang beragam. Makanan yang beragam adalah makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah, dan susu. Susunan ini disebut dengan 4 sehat 5 sempurna.

    Rienani mengatakan bahwa tidak ada zat gizi yang lebih penting dari zat gizi lainnya. Semua zat gizi diperlukan oleh si kecil. Namun, ada zat gizi spesifik yang dibutuhkan oleh si kecil dalam mendukung aktivitasnya, yakni zat gizi yang dapat membantu untuk pembentukkan tulang, yakni kalsium.

Mengapa Kalsium Penting untuk Pertumbuhan Tulang?
Tulang akan membentuk struktur bangunan tubuh kita. Proses pembentukkan tulang sudah terjadi sejak dalam kandungan dan akan terus disempurnakan setelah anak lahir, dan proses ini akan terus berlanjut sampai anak usia pubertas. Dan salah satu bahan dasar pembentukkan tulang ini adalah kalsium.

Sumber makanan utama kalsium adalah susu dan hasil olahnya, seperti keju, youghurt, es krim, dan lainnya. Selain itu kalsium juga dapat diperoleh dari makanan lain seperti ikan teri, tahu, kacang-kacangan, sayuran hijau.

Rienani mengemukakan bahwa bila asupan kalsium mencukupi, maka pembentukkan tulang akan maksimal, dan sebaliknya bila asupan kalsium kurang dari kebutuhan maka tubuh akan mengambilnya dari cadangan kalsium di dalam tulang, sehingga hal inilah yang akan membuat tulang rapuh atau keropos.

Selain kalsium, yang berperan penting untuk pembentukkan tulang adalah protein, magnesium, fosfor dan vitamin D, yang semua ini dapat diperoleh dari susu. Dengan mengkonsumsi susu sebanyak 3 gelas perhari dapat memenuhi kebutuhan kalsium anak sebanyak ± 75% dari total kebutuhan kalsium per hari yakni sekitar 500 mg/hari.

Metabolisme calsium ini juga memerlukan aktivitas fisik yang cukup. Dengan aktivitas yang cukup, akan membuat metabolisme kalsium menjadi maksimal, sehingga pertumbuhan tulang juga akan menjadi baik.

Namun, yang terpenting dalam bermain adalah si kecil harus senang dan bahagia. Dan kebahagiaan mereka pasti akan muncul apabila kita sebagai orang tua juga dapat melibatkan diri pada saat mereka beraktivitas. Jadi, dengan bermain bersama juga dapat mendekatkan kita dengan si buah hati. Dan anak yang cukup aktivitas fisiknya akan membuat mereka menjadi lebih kuat, tangguh, kreatif, dan memiliki emosi yang baik.

Bergerak dan beraktivitas fisik yang cukup juga akan membuat oksigen lebih banyak mengalir dalam peredaran darah. Dan hal ini dapat berguna untuk menambah laju perkembangan otak, otot, tulang, jantung, dan paru-paru.

Share artikel ini:

Artikel Terkait