Mencukur Rambut si Kecil

Kapankah waktu terbaik untuk mencukur rambut si Kecil? Untuk mencari tahu jawabannya, perlu diketahui dulu proses pembentukan akar rambut pada bayi. Akar rambut bayi, terbentuk sejak janin berusia sekitar 8 minggu, terus berkembang hingga lahir. Rambut pertama sering disebut velus. Biasanya, velus sangat tipis. Helaiannya lebih halus dibandingkan rambut dewasa. Sejak minggu pertama kelahiran hingga 12 minggu, umumnya rambut halus ini akan rontok dengan sendirinya.

Berbagai alasan memotong rambut bayi, antara lain:

  • Membersihkan lemak. Saat melewati jalan lahir, banyak lemak dan kotoran pada rahim ibu yang menempel di sekujur tubuh bayi, termasuk di rambutnya. Dengan mencukur rambut bayi, sisa-sisa lemak tersebut diharapkan ikut terangkat. Keramas saja mungkin tidak cukup, sehingga tumpukan lemak dan kotoran tersebut harus dibersihkan dengan cara mencukur rambut bayi.
  • Mudah teramati bila ada infeksi. Kepala plontos bayi akan memudahkan ibu untuk mengamati kalau-kalau ada masalah pada kulit kepala. Mencukur rambut bayi dapat menjadi keharusan bila sudah terjadi infeksi di kulit kepalan. Sehingga dapat mencegah infeksi lebih lanjut dan mempermudah pengobatan.
  • Bersifat menyejukkan. Bila Anda bertempat tinggal di daerah panas atau suhu udara rata-ratanya tinggi, maka anak akan merasa lebih nyaman dengan kepala plontos. Sirkulasi udara dapat mengurangi kegerahan pada kulit kepala.

Untuk mencukur rambut bayi, Anda perlu mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti: gunting rambut, pisau cukur, desinfektan kulit, handuk, dan air hangat secukupnya. Gunting digunakan untuk mencukur rambutnya yang masih panjang. Setelah itu rambut bayi dapat dicukur dengan pisau cukur. Sedangkan untuk anak, gunakan 2 handuk, yang pertama dipakaikan pada upper body, dan yang satunya untuk mengelap keringat.

Anda dapat melakukannya saat bayi tidur lelap, perlu diketahui jadwal tidur bayi, agar anda dapat leluasa mencukurnya. Kerjakan saat Anda benar-benar merasa rileks, karena pemotongan rambut dapat memakan waktu 1.5 - 2 jam. Jika memotong rambut adalah pengalaman pertama, wajar bila muncul rasa takut dan ragu. Untuk mengatasinya, minta bantuan pada orang yang berpengalaman melakukannya.

Berikut panduan mencukur yang bisa Anda ikuti:

  • Sebelum mencukur, cuci terlebih dahulu rambut bayi, dalam keadaan bersih kegiatan mencukur akan lebih mudah.
  • Saat bayi dirasa tidur cukup lelap, maka saatnya mencukur telah tiba. Carilah posisi paling nyaman buat Anda dan bayi. Pastikan Anda dapat memegang kepalanya sambil mencukur rambutnya.
  • Gunting terlebih dahulu rambut panjang bayi, agar kegiatan mencukur lebih leluasa. Perhatikan posisi gunting, tidak tidak melukai kulit kepala bayi. Perhitungkan juga saat bayi terkejut dan bangun.
  • Setelah rambut yang panjang di gunting, proses mencukur bisa di mulai. Basahi kepala bayi dengan air hangat dan oleskan desinfektan khusus sedikit demi sedikit. Sebaiknya di mulai dari kepala bagian atas, kemudian seluruh bagian kepala.
  • Saat mencukur, perhatikan arah gerak posisi pisau cukur yaitu vertikal ke bawah dari penampang pisau cukur. Perhatikan pula posisi kemiringan pisau terhadap penampang lintang kulit. Dalam mencukur rambut bayi, tekan hanya sedikit saja, tidak seperti mencukur kumis atau janggut.
  • Bila terjadi luka/tergores seperti akibat terkena pencukur rambut (luka tipis), segera beri obat antiseptik dengan menggunakan cotton bud. Namun jika sampai berdarah atau orangtua ragu akan kondisi luka, segeralah membawa bayi ke dokter. Sebenarnya, kasus luka sampai berdarah sangat jarang bahkan hampir tidak pernah terjadi.
  • Setelah plontos, biasanya akan terlihat "noda" yang membentuk "pulau-pulau" kecil di kulit kepalanya. Ini adalah lemak yang dalam istilah medis raddle cap atau dermatitis seboroik, akibat meningkatnya aktivitas kelenjar sebasea disamping pengaruh hormon androgen ibu saat hamil. Bila dibiarkan saja, tumpukan lemak ini dapat menghambat sirkulasi keringat yang mengakibatkan munculnya gangguan kulit berupa biang keringat, bisul, abses dan sejenisnya. Bahkan dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin kepala bayi akan menjadi "ladang" yang subur bagi berkembangnya aneka jenis bakteri. Sebab itu, meski telah dicukur gundul, orangtua tetap harus rajin menjaga kebersihan kepala bayi.

Berikut cara membersihkan kepala bayi yang sudah plontos:

  • Jika terjadi dermatitis seboroik pada kepala bayi, bawalah segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Ikuti anjuran dokter, termasuk penggunaan krim pada kepala bayi.
  • Gunakan sisir rapat untuk mengikis lemak secara perlahan agar tidak melukai.
  • Jaga kebersihan, keramasi kepala dengan sampo bayi secara teratur. Gosok perlahan dengan gerakan lembut seluruh kepala, bilas sampai bersih. Yang perlu diperhatikan oleh para orang tua saat mencukur rambut, adalah kesabaran dan konsentrasi penuh. Bila selama proses mencukur, anak terbangun, hendaknya hentikan pekerjaan mencukur, seka keringat dan tidurkan lagi si Kecil. Setelah selesai mencukur, keramasi kepala anak dengan shampoo bayi. Selamat Mencukur!

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Majalah Inspired Kids)

Share artikel ini:

Artikel Terkait