Mengajarkan Gender Pada Si Kecil

Anak laki-laki suka bermain bola dan anak perempuan suka memainkan boneka. Kebiasaan yang berlaku di masyarakat ini lah yang menyebabkan ada pandangan aneh jika anak suka melakukan hal sebaliknya. Si perempuan gemar main bola dan suka bergaul dengan anak laki-laki, sementara si laki-laki justru lebih suka bermain boneka dengan teman-teman perempuannya. Walau ini bukanlah masalah yang serius bagi proses tumbuh-kembang anak, tetapi jika dibiarkan saja akan berdampak pada kehidupannya di masa yang akan datang.

Pengalihan fungsi gender dalam permainan anak-anak, akan sedikit demi sedikit mempengaruhi kepribadiannya. Awalnya, anak akan menganggap permainan ini tak ubahnya dengan permainan lain. Yang terpenting, dia merasa bahagia dan senang saat memainkannya. Namanya anak, juga tak akan berpikir mendalam tentang sebuah konsekuesi atau dampak buruk yang akan dihadapi.

Pada perkembangan selanjutnya, anak akan merasa nyaman dengan hobi atau kebiasaan yang dilakukannya sekarang. Meski kebiasaan yang ia pilih berbeda dengan teman lainnya, tetapi dia tak begitu mempedulikannya. Ketika masa ini berlanjut hingga dewasa, dia akan mulai berpikir bahwa jiwanya sebenarnya wanita meski fisiknya laki-laki atau sebaliknya.

Hal ini tentu sangat berbahaya bilamana Anda sebagai orang tua tidak membenarkannya sejak awal. Lakukan pengamatan yang serius dengan perkembangan kebiasaan pada buah hati Anda. Banyak ciri-ciri yang mudah dikenali terhadap penyimpangan gender ini. Contohnya saja, anak sering menggunakan pakaian yang bukan semestinya digunakan oleh gendernya. Atau, anak juga gemar bermain permainan dan bergaul yang bukan sama dengan gendernya. Sikap-sikap semacam ini dapat Anda jadikan indikator ketidaksesuaian gender.

Anda tentu tak ingin buah hati Anda mengalaminya bukan? Oleh karena itu, segera berikan tindakan jika buah hati Anda sudah menunjukkan tanda penyimpangan gender. Anda bisa berbicara dengan anak bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Harusnya, dia bermain dengan teman yang sama dengan gendernya atau menggunakan pakaian yang semestinya digunakan sesuai dengan jenis gendernya. Beritahu dengan lembut dan penuh pengertian.

Jangan sampai memarahi anak, agar tak membuat dirinya kecewa dan berprasangka buruk dengan orang dekatnya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait