Mengapa Si Kecil Sembelit?

Oleh: Dr. Elizabeth Jasmine


Dina belakangan ini gelisah dengan keadaan anaknya Febri (6 tahun). Anaknya kelihatan trauma setiap hendak buang air besar katanya sakit. Apakah Febri mengalami sembelit?

Sembelit atau konstipasi ditandai dengan buang air besar keras, jarang atau susah dan sakit. Tinja yang keluar keras dan kering. Biasanya warna tinja agak gelap karena terlalu lama tertahan di dalam usus. Kadang dapat terjadi luka pada anus sehingga tinja berdarah. Anak sembelit hanya buang air besar kurang dari tiga hari sekali atau kurang dari tiga kali dalam seminggu. Bisa buang air besar setiap hari tetapi sangat keras juga mengganggu.

Mengapa anak-anak sering mengalami sembelit?

  • Sebagian besar sembelit bersifat fungsional, artinya sebenarnya tidak ada kelainan apa-apa
  • Anak pra sekolah. Sering karena tidak mau ke kamar mandi karena kotor atau asyik bermain atau ada pengalaman menakutkan.
  • Anak kurang minum
  • Anak yang makan diet seimbang biasanya tidak mengalami sembelit.

Bagaimanakah cara mencegah sembelit atau berulangnya sembelit pada anak?

  1. Orang tua harus mengerti mengenai mekanisme sembelit.
  2. Diet seimbang. Menambah masukan cairan dan karbohidrat whole-grain (pepadian utuh/dengan kulit ari) serta pastikan anak cukup minum air. Jus buah prun, pir dan apel me-ngandung sorbitol, suatu karbohidrat kompleks baik untuk sembelit. Sayuran dan buah-buahan, sebaiknya jangan dikupas kulitnya.
  3. Modifikasi tingkah laku, dengan toilet training. Anak diajari duduk diatas toilet secara teratur setiap hari selama 10 menit meskipun pada akhirnya mereka tidak buang air besar. Toilet training akan merangsang pergerakan usus yang teratur. Posisi jongkok lebih merangsang buang air besar dibandingkan duduk.
  4. Bila sembelit sudah terjadi berulang kali dan tidak membaik dengan modifikasi diet dan tingkah laku maka segera hubungi dokter anak anda.

Referensi:

  • Borowitz S. Constipation. Emedicine, June 14, 2004.
  • Baker S. Constipation in infants and children. Evaluation and treatment. North American Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 2004

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Majalah Anakku)

Share artikel ini:

Artikel Terkait