©shutterstock

Mengecek Kesehatan Anak Lewat Urin

Dalam pemeriksaan tahunan anak-anak, tes urin dilakukan untuk memastikan ginjal dan organ-organ tertentu lainnya berfungsi dengan baik. Selain itu, tes ini juga biasanya diminta dokter apabila terdeteksi adanya gejala-gejala infeksi pada ginjal, kandung kemih, atau bagian lain dari saluran kemih.

Ginjal memproduksi urin saat menyaring kotoran dari aliran darah dan meninggalkan zat dalam darah yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein dan glukosa. Menurut dokter Yamini Durani, asisten professor di Thomas Jefferson University yang juga menjadi Consulting Medical Editor untuk situs Kidshealth menyatakan jika urin mengandung glukosa, terlalu banyak protein, atau penyimpangan lainnya, biasanyan merupakan tanda masalah kesehatan.

Nah, bagaimana cara mengetahui sehat tidaknya kondisi tubuh lewat urin? Simak penjelasannya berikut ini yuk!

Warna

Gangguan kesehatan dapat ditandai dengan warna, kebeningan, dan bau dari urin, seperti yang dilansir situs kesehatan ternama di Amerika Serikat, WebMD. Untuk warna, urin yang normal berwarna pucat hingga kuning tua. Sedangkan yang memperlihatkan adanya gangguan biasanya ditandai dengan urin tanpa warna yang disebabkan oleh penyakit gagal ginjal atau diabetes, kuning gelap pertanda tubuh mengalami dehidrasi, dan merah yang disebabkan oleh adanya darah dalam urin akibat menderita infeksi saluran kelamin. Urin yang terlihat bening merupakan tanda tubuh tidak mengalami gangguan kesehatan. Sebaliknya jika terlihat keruh dapat disebabkan oleh adanya nanah, sperma, bakteri, kristal, lendir, atau infeksi parasit seperti trikomoniasis.

Konsentrasi

Konsentrasi urin yang terlalu tinggi berarti urin sangat pekat yang disebabkan oleh dehidrasi, kehilangan banyak cairan yang dipicu muntah berlebihan atau diare, serta keberadaan glukosa atau protein. Terlalu banyak glukosa dalam urin disebabkan oleh diabetes yang tidak terkontrol, masalah pada kalenjar getah bening, kerusakan hati, dan cedera pada otak. Sedangkan protein dalam urin mengindikasikan adanya kerusakan ginjal, infeksi, kanker, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit systemic lupus erythematosus. Sebaliknya, urin yang mempunyai berat jenis yang sangat rendah, dikatakan oleh situs WebMD, sebagai akibat dari penyakit ginjal berat.

Sel Darah Merah dan Putih

Keberadaan sel darah merah dalam urin dapat disebabkan oleh penyakit batu ginjal, infeksi saluran kemih, radang ginjal, atau tumor kandung kemih. Sedangkan menurut situs WebMD, urin yang mengandung sel darah putih disebabkan oleh infeksi saluran kemih, tumor kandung kemih, radang ginjal, systemic lupus erythematosus, atau peradangan di vagina.

Kenali gangguan kesehatan pada tubuh dengan melakukan tes pemeriksaan urin, dan lakukan perawatan sedini mungkin jika terindikasi adanya gangguan ya.

Share artikel ini:

Artikel Terkait