@shutterstock

Mengenal Beri-beri, Penyakit Akibat Kurang Vitamin B

Jika karbohidrat dan lemak adalah bahan bakar bagi tubuh, maka vitamin merupakan senyawa yang menjaga tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Setiap hari, Anda membutuhkan beragam vitamin yang bisa diperoleh dari makanan, minuman, atau dari suplemen.

Salah satu vitamin yang penting bagi tubuh adalah vitamin B. Kekurangan vitamin B, terutama B1, menyebabkan penyait beri-beri yang berbahaya bagi tubuh. Yuk simak penjelasan lebih lengkap tentang penyakit ini, seperti yang ditulis oleh Dieu-Thu Nguyen-Khoa, MD, FACP Associate Clinical Professor of Medicine, University of California.

Penyebab Penyakit Beri-beri

Penyakit beri-beri dipicu oleh kurangnya kadar thiamine atau vitamin B-1 dalam tubuh. Manusia tidak dapat memproduksi vitamin B1 dan hanya dapat menyimpan hingga 30 mg dalam otot rangka, otak, jantung, hati, dan ginjal, sehingga mengandalkan pada asupan makanan atau suplemen dari luar tubuh. Faktor yang menyebabkan kurangnya kadar vitamin B1 adalah diet yang ketat, sedang hamil atau menyusui, demam, dan diare berkepanjangan.

Gejala Penyakit Beri-beri

Jika dalam seminggu tidak mendapatkan asupan vitamin B1 dan cadangannya di tubuh telah habis, maka akan muncul gejala penyakit beri-beri yang terdiri dari 2 jenis yaitu dry dan wet beri-beri. Dry beriberi akan menyerang sistem saraf dan menyebabkan muntah, tidak bisa menggerakkan mata, demam, dan berujung pada gangguan mental atau Korsakoff syndrome. Kondisi ini biasa terjadi saat asupan kalori menurun drastis dan kurangnya melakukan aktivitas fisik. Sedangkan wet beriberi adalah istilah yang digunakan untuk defisiensi vitamin B1 yang menyerang sistem kardiovaskular. Tanda yang biasa terlihat adalah urat leher menonjol, merasa gelisah, nyeri dada, hingga gagal jantung karena tidak kuat memompa darah akibat cedera di otot jantung. Jika tidak mendapatkan perawatan lebih lanjut akan berujung pada kematian dalam hitungan hari, bahkan jam.

Cegah Kekurangan Vitamin B1

Penyakit beri-beri dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh akan vitamin B1, yaitu antara 1.1-1.2 mg per hari. Beberapa makanan yang dapat dimasukkan dalam menu harian sekeluarga adalah makanan tinggi serat, daging, unggas, telur, susu dan produk susu, sayuran berdaun hijau, bit, kentang, kacang-kacangan, jeruk, dan tomat. Ada juga beberapa makanan maupun minuman yang justru menghalangi penyerapan vitamin B1 dalam tubuh misalnya, makanan tinggi lemak dan gula, udang, kerang, ikan, processed food, teh, dan kopi.

Melihat betapa ngeri penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 ini, ayo perbaiki menu harian keluarga sekarang juga ya, Bu.

Share artikel ini:

Artikel Terkait