Mengenal dan Mengatasi Gejala Sinusitis Pada Anak

Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada organ sinus. Sinus sendiri adalah rongga udara yang terdapat di daerah wajah yang langsung terhubung dengan hidung. Peradangan pada sinus ini dapat menyebabkan penimbunan lendir pada rongga sinus dan menjadi media bagi pertumbuhan bakteri. Hal ini umumnya merupakan akibat dari meluasnya infeksi hidung ringan seperti selesma biasa. Membuang lendir lewat hidung secara paksa dapat mendorong kuman masuk pada sinus-sinus tersebut.

Gejala awal yang mungkin ditimbulkan dari infeksi sinus atau sinusitis ini berupa cairan mukosa hidung (ingus) yang berwarna kuning atau hijau yang disertai dengan nyeri di bagian wajah dan sekitaran pipi, dahi, mata dan bahkan meradang hingga ke bagian rahang dan gigi. Sinustis ini biasanya terjadi setelah bagian saluran pernafasan atas terinfeksi seperti pilek atau flu. Sementara itu peradangan atau infeksi sinus dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok di antaranya :
 

Baca Juga: Penyebab Sinusitis Pada Anak

1. Sinusitis Akut

Peradangan sinusitis tipe ini merupakan tipe yang paling umum dijumpai terutama pada anak. Sementara itu gejala yang ditimbulkan hampir mirip dengan gejala saat terjadi flu yakni batuk, hidung tersumbat, keluarnya ingus, hanya saja ingus atau lendir ini tidak disertai dengan demam dan lendir ingus yang keluar berwarna hijau. Jika menyerang anak-anak, umumnya gejala ini akan dialami oleh si kecil hingga sepuluh hari dan kondisinya akan mulai memburuk di hari ketujuh. Untuk itu, baiknya lebih teliti dan berhati-hati jika terjadi sesuatu yang tidak beres dengan si kecil, segera periksakan ia dengan dokter terdekat untuk mengetahui jika ada penyakit dalam tubuhnya.

2. Sinusitis Kronis

Gejala yang dirasakan dari sinusitis kronis ini akan serupa dengan sinusitis akut hanya saja masanya akan lebih lama daripada sinusitis akut. Sinusitis kronis ini dapat berlangsung selama hampir tiga bulan dan diperparah dengan munculnya rasa nyeri di bagian kepala. Selain itu pada sinusitis jenis ini sudah terjadi penebalan lapisan sinus dan timbulnya jaringan yang bersifat menghambat dan menghalangi yang dikenal dengan sebutan polip.

3. Sinusitis Akut Kambuhan

Sinusitis jenis ini gejalanya serupa dengan sinusitis akut, hanya saja sinusitis ini sering kambuh. Biasanya dalam waktu satu tahun anak dapat kembali terjangkit lebih dari empat kali. Dan setiap kali sinusitis ini kabuh masa berlangsungnya bisa mencapai sepuluh hari.

Agar ibu di rumah bisa lebih waspada pada serangan sinusitis, berikut gejalanya pada si kecil yang harus diketahui,

  • Demam yang berlangsung lebih dari 10-14 hari. Terkadang demam tidak terlalu tinggi.
  • Keluar lendir yang berwarna kuning kehijauan dari hidung.
  • Lelehan lendir dari hidung, kadang mengarah ke atau terlihat seperti sakit tenggorokan, batuk, nafas yang berbau, pusing dan atau muntah-muntah.
  • Sakit kepala, biasanya sebelum umur 6 tahun
  • Mudah tersinggung/ tidak senang atau kelelahan
  • Bengkak di sekitar mata

Untuk mencegah atau mengurangi gejala sinusitis, ini beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan.

  • Membuat si kecil menghirup uap hangat. Ini bisa dilakukan dengan cara sederhana, seperti menaruh air panas di baskom, dan membiarkan si kecil menghirup uapnya.
  • Keluarkan lendir hidung secara perlahan-lahan, tutup 1 lubang hidung pada saat mengeluarkan lendir dari lubang hidung yang lain.
  • Minum banyak cairan supaya lendir tidak mengental
  • Hindari perjalanan udara. Jika Ibu harus bepergian dengan pesawat, gunakan semprotan pelega sumbatan hidung sebelum pesawat tinggal landas, tujuannya untuk mencegah penyumbatan di sinus sehingga lendir bisa dikeluarkan.
  • Jika si kecil mempunyai alergi, cobalah untuk menghindari hal-hal yang menyebabkan alergi tersebut. Jika tidak dapat dihindari, gunakan antihistamine yang dijual di toko atau dengan resep dokter untuk mengendalikan serangan alergi.
  • Kompres hangat menggunakan handuk di sekitar hidung, pipi, dan mata untuk mengurangi nyeri wajah.

Selamat mencoba!

Share artikel ini:

Artikel Terkait