Mengenal Sejarah dan Manfaat Kesehatan Tempe

Banyak dari Ibu hanya mengetahui tempe sebagai bahan makanan yang dibeli di pasar, tukang sayur, atau supermarket. Tahukah Ibu tentang sejarah terciptanya tempe?

Tempe merupakan makanan yang terbuat dari kacang kedelai. Meskipun di luar negeri tidak sepopuler tahu, tempe merupakan contoh terbaik bagaimana makanan sederhana bisa menjadi makanan tidak mahal, alami, sekaligus sehat.

Penciptaan tempe

Penemuan tempe berhubungan erat dengan produksi tahu di Jawa, karena keduanya dibuat dari kacang kedelai. Tahu diperkirakan dibawa bangsa China ke Jawa sejak abad ke-17, tulis Ong Hok Ham dalam “Tempe Sumbangan Jawa untuk Dunia,” Kompas, 1 Januari 2000.

Menurut wartawan spesialis sejarah pangan, Andreas Maryoto, seperti dikutip dari Historia, tempe muncul dari kedelai buangan pabrik tahu yang kemudian dihinggapi kapang, jenis kerang laut yang melubangi kayu. Andreas mengaitkan ini karena tempe jenis lain berasal dari limbah: tempe gembus dari limbah kacang, tempe bongkrek dari limbah kelapa.

Asal nama tempe

Seperti halnya penemuan makanan sebelum zaman paten, maka penemu tempe pun anonim. Secara etimologi, menurut pakar tempe dari Universitas Gajah Mada, Mary Astuti dalam buku Bunga Rampai Tempe Indonesia, tempe bukan berasal dari bahasa China melainkan bahasa Jawa kuno, yakni tumpi, makanan berwarna putih yang dibuat dari tepung sagu, dan tempe berwarna putih. Kata tempe juga ditemukan dalam Serat Centhini jilid ketiga, yang menggambarkan perjalanan Cebolang dari Candi Prambanan menuju Pajang, mampir di dusun Tembayat wilayah Kabupaten Klaten dan dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat dengan lauk seadanya: “…brambang jae santen tempe … asem sambel lethokan …” sambel lethok dibuat dengan bahan dasar tempe yang telah mengalami fermentasi lanjut.

Lain lagi versi Denys Lombard dalam buku Nusa Jawa Silang Budaya: Jaringan Asia, menurutnya tempe berasal dari kata Nusantara tape, yang mengandung arti fermentasi, dan wadah besar tempat produk fermentasi disebuttempayan. Menurut Ong, dalam Encyclopaedia van Nederlandsch Indie (1922), tempe disebut sebagai “kue” yang terbuat dari kacang kedelai melalui proses peragian dan merupakan makanan kerakyatan (volk′s voedsel). Disebut makanan kerakyatan menurut Maryoto karena tempe diciptakan oleh rakyat, bukan istana.

Baca Juga: Resep Steak Tempe Lada Hitam

Manfaat kesehatan tempe

Terbuat dari bahan alami, tempe mengandung sejumlah manfaat yang baik bagi kesehatan:

  • Baik bagi tulang

Dalam sebuah studi dari Kuala Lumpur, Malaysia seperti yang dikutip dari Whfoods, kandungan kalsium yang ada dalam tempe bisa diserap tubuh seperti halnya yang terdapat dalam susu sapi. Diperlukan empat porsi tempe untuk menyamakan kandungan kalsium susu sapi.

  • Melancarkan peredaran darah

Kedelai yang difermentasi bermanfaat sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang bisa melindungi pembuluh darah dan menurunkan risiko sakit jantung.

  • Melancarkan sistem pencernaan

Terbuat dari jenis kacang-kacangan, tempe pun kaya akan serat. Tempe yang merupakan hasil olahan dari kacang kedelai, sangat baik untuk melancarkan pencernaan. Keluarga pun bebas dari sulit BAB.

Jadi, jangan ragu lagi menghidangkan tempe untuk keluarga ya, bu!

Share artikel ini:

Artikel Terkait