Mengenali Anak Menjelang Sakit

Anak yang sakit pastinya memunculkan rasa kekhawatiran pada ibu. Bila mengenali sejak dini adanya gejala dan tanda anak akan sakit, ibu dapat mengantisipasi sebelum anak batal jatuh sakit. Mari kita membicarakannya, seperti apa gejala dan tanda menjelang anak jatuh sakit.

ANAK memiliki jenis penyakitnya sendiri. Tidak semua penyakit anak berjangkit pada orang dewasa. Sebagian besar adalah penyakit infeksi yang harus dialami oleh setiap anak. Hanya beberapa saja yang tergolong penyakit berat.

Namun betapa pun ringan penyakit anak, ibu tentu merasa khawatir. Bahkan sekadar serangan demam saja sudah membuat ibu menjadi panik. Sering bingung apa yang harus dilakukan. Obat saja belum tentu menyelesaikan.

Demam
Gejala demam paling akrab dihadapi oleh ibu di rumah. Munculnya demam pada anak menunjukkan kemungkinan besar anak terjangkit bibit penyakit. Jenis bibit penyakit ada banyak. Pada anak, jenis penyakitnya khusus, yakni kelompok penyakit yang lazim menyerang anak. Dan yang perlu lebih diperhatikan jenis penyakit yang dicakup oleh imunisasi, yakni TBC, polio, difteria, batuk rejan (pertussis), tetanus, dan campak. Mengapa?

Karena setelah anak berumur 6 bulan, zat kekebalan atau antibodi dalam tubuh anak yang diperolehnya dari ibu selama dalam kandungan akan berangsur berkurang. Karena itu anak memerlukan imunisasi, untuk mengisi kembali kekebalan tubuhnya terhadap sejumlah penyakit anak.

Namun tidak semua penyakit infeksi terlindungi oleh imunisasi. Kita tahu di alam bebas berkeliaran ratusan, bahkan ribuan jenis bibit penyakit. Hanya apabila tubuh anak cukup kuat ketahanannya, belum tentu anak akan jatuh sakit, jika kemasukan bibit penyakit. Serangan demam berarti anak kalah melawan bibit penyakit yang memasuki tubuhnya.

Benar, demam tidak selalu berarti infeksi pada anak. Adakalanya infeksi pada anak hanya memunculkan demam ringan, bahkan tidak demam sama sekali. Tidak boleh lupa, bahwa demam juga bisa lantaran penyebab lain.

Namun apa pun penyebab demam, sebaiknya diredam. Kalau bisa reda dengan kompres hangat dan banyak minum, obat belum diperlukan. Biarkan anak lebih banyak beristirahat. Dengan mengistirahatkan tubuh, kekebalan bisa kembali optimal. Dengan cara demikian bibit penyakit yang telanjur memasuki tubuh bisa dikalahkan. Perlu minta bantuan dokter jika demam menetap lebih dari tiga hari. Beberapa kemungkinan penyakitnya demam berdarah dengue, radang hati, dan tifus, kemungkinan jeleknya.

Lesu dan lemah
Selain gejala demam, bila anak kelihatan lesu dan lemah bisa berarti awal suatu penyakit. Perhatian perlu diberikan lebih, antara lain lebih banyak mengistirahatkan tubuhnya, cukup makan menu bergizi, selain banyak minum. Biarkan tubuh menjadi kuat secara alami sekiranya benar ada bibit penyakit yang masuk dan perlu ditumpas. Mengajak anak keluar sekitar rumah hanyalah untuk menghirup udara segar, bukan bermain. Beri kondisi anak dapat tidur cukup guna membantu mempercepat pemulihan. 

Ketika anak yang lain aktif, anak tak tertarik ikut bermain sebagaimana biasa, ditambah menolak makan, dan cenderung rewel, juga harus dijadikan sebagai awal datangnya penyakit. Beri anak cukup beristirahat, selain membujuknya mendapatkan kecukupan makan dan minum.

Seperti sudah disebutkan, perlunya tidak mengabaikan demam bila tidak menurun. Jangan tunda minta bantuan dokter. Bila perlu didukung hasil pemeriksaan laboratorium antara lain darah, radiologi misal photo sinar X, USG. Dengan mengamati demam ditambah jawaban ibunya atas berbagai pertanyaan dokter (anamnesa) tentang perjalanan demam anak, serta hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi, dokter dapat menafsirkan kemungkinan penyakitnya.

Obat peredam keluhan dan gejala
Obat-obatan untuk meredam keluhan dan gejala bersifat sementara. Artinya bukan obat yang menyembuhkan penyakit, bila gejala dan keluhan itu mewakili suatu penyakit. Demam oleh tifus, TBC, difteria, atau infeksi lainnya tidak sembuh hanya dengan obat antidemam, karena memerlukan obat lain yang menyembuhkan penyakitnya, yakni antibiotika.

Bahkan tanpa obat peredam keluhan dan gejalanya pun, penyakitnya masih mungkin menyembuh. Maka dari itu pemakaian obat-obatan yang tergolong simptomatik, dan dijual di warung, perlu lebih  bijak, karena bukan itu solusi, tapi perlu diberikan obat yang dapat  membasmi akar penyakitnya.

Obat flu sebetulnya cukup dengan dibawa tidur, makan menu bergizi, dan hindarkan paparan angin dingin. Penyebab flu tergolong virus. Tidak semua virus ada obatnya. Kita mengandalkan kekebalan tubuh belaka untuk menumpas virusnya. Maka daya tahan tubuh yang perlu dikuatkan.

Sedang mengidap flu dan masih dibawa tetap beraktivitas itulah yang menjadikan flu tidak sembuh, malah berkepanjangan. Maka jangan anggap enteng flu. Komplikasi flu yang bikin anak sering jadi sinusitis, atau amandel yang terus bertambah besar.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait