Menjaga Nutrisi Si Kecil Saat Liburan

Tentu ada yang berubah dalam pola dan jadwal makan keluarga selama liburan berlangsung. Bukan saja dalam hal porsi, dan variasi menu, bahkan dalam hal kelengkapan menu. Untuk hal yang terakhir ini, setiap ibu perlu menaruh perhatian lebih agar anak tak sampai kekurangan zat gizi.

SUASANA liburan mengubah segalanya. Jadwal orangtua ikut mempengaruhi kegiatan dan aktivitas harian anak. Baik jika ayah-ibu berada di rumah atau di luar rumah, apa yang anak santap, dan ketepatan jadwal makannya, berpotensi akan berubah juga.

Jadwal makan berubah
Jika liburan sedang di rumah, kegiatan bermain, berkumpul dengan teman-teman dan tetangga. Waktu makan cenderung menjadi terlambat dari jadwal karena keasyikan bermain, atau kondisi tepat waktu makan tak memungkinkan.

Jadwal makan yang telat bisa saja mengganggu kerja lambung yang sudah terbiasa diisi makan pada jam-jam tertentu. Membiarkan anak terus asyik bermain, bisa mengacaukan waktu makannya, dan mengganggu disiplin kerja sistem pencernaannya.

Menu bermasalah
Jika liburan di luar rumah, belum tentu dapat memilih menu sesuai dengan yang biasa disajikan di rumah. Selera anak mungkin terganggu jika diberikan menu yang bukan menu rumah. Makan di rumah makan, di kedai, di restoran, bisa saja mengurangi selera makan anak, atau sebaliknya bisa menjadi tidak terkendali.

Dalam kasus anak tidak menyukai menu bukan menu rumah, perlu disiasati. Lebih dari sekadar cita rasa belaka, prinsip yang tak boleh ditawar, menu anak tetap diupayakan selalu berupa menu seimbang (balance diet). Terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak, selain tetap mencukupi kebutuhan sayur-mayur dan buah-buahan.

Jika asupan makan anak cenderung berkurang, dan banyak tidak menyukai menu yang dipilihkan, perlu dipertimbangkan pemberian vitamin esktra selama masa liburan. Memang lebih menyehatkan apabila semua jenis vitamin dan mineral diperoleh dari menu harian. Namun vitamin esktra dinilai perlu jika menu harian tidak memadai.

Jangan lupa kecukupan minum
Apabila selama masa liburan anak lebih banyak berada di luar rumah, dan banyak melakukan perjalanan baik darat, laut atau udara, kecukupan minum perlu diperhatikan. Mengapa?

Karena selama menempuh perjalanan, penguapan cairan tubuh mengalami peningkatan. Sehingga membutuhkan pasokan cairan ekstra agar keseimbangan cairan tubuh terjadi normal. Kekurangan cairan tubuh tentu tidak menyehatkan.

Komposisi zat-cair dalam tubuh anak lebih banyak, dibandingkan zat padat; juga lebih banyak proporsinya bila dibandingkan dengan orang dewasa. Seperti halnya kelompok usia lanjut, tubuh anak rentan terhadap kekurangan cairan. Dibiarkan dalam kondisi kekurangan cairan selama perjalanan bisa melemahkan tubuh. Mungkin gampang jatuh sakit. Apalagi kalau sampai mengalami diare.

Tingkat ketahanan tubuh anak terhadap serangan diare, ditentukan pula oleh seberapa bagus keseimbangan cairan tubuhnya. Jika sebelumnya terjaga keseimbangan cairan tubuhnya, sehingga anak tidak lekas memasuki keadaan kekurangan cairan (dehidrasi).

Selama perjalanan, risiko terserang diare lebih besar dibanding selama berada di rumah. Tidak tepat memilih menu yang bersih, sehingga anak “keracunan makanan” dan terserang diare.

Segala sesuatu bisa terjadi selama liburan, dan anak perlu dipersiapkan. Juga menjaga kecukupan menu hariannya. Terlebih bagi anak yang susah makannya. Kalau perlu bawalah bekal menu yang anak sukai. Mungkin menyiapkannya sejak di hotel setiap pagi sebelum melakukan perjalanan wisata liburan.

Diperburuk oleh mabuk perjalanan
Asupan menu sehat seimbang anak mungkin diperburuk oleh munculnya mabuk perjalanan. Ada anak-anak tertentu yang berbakat mabuk jika sedang dalam perjalanan. Maka perlu disiapkan obat resep dokter jika mabuk perjalanannya tak terelakkan.

Namun selama masih tanpa obat mabuk perjalanannya bisa diatasi, obat sebaiknya tidak dipilih. Serangan mabuk sendiri menambah buruk tercukupinya asupan makanan. Itu juga berarti keanekaragaman gizi yag diperlukan tubuh.

Bukan saja kekurangan porsi makan, sekaligus juga keanekaragaman zat gizi. Muntah-muntah juga mengurangi cairan tubuh, sehingga anak menjadi mual, dan selera makan ikut menurun.

Untuk anak demikian, diperlukan menu sarapan khusus sebelum melakukan perjalanan. Jarak waktu sarapan dengan waktu perjalanan jangan terlalu dekat. Porsi makannya pun harus pas. Siapkan obat antimabuk selama perjalanan, termasuk bekal minuman. Kalau ada minuman elektrolit (oralit) tentu lebih baik agar anak tak telanjur dehidrasi

Share artikel ini:

Artikel Terkait