©shutterstock

Nutrisi Delima Semanis Rasanya

Menyeruput segelas jus delima yang rasanya asam manis memang paling cocok mendinginkan badan si Kecil yang kepanasan karena terik sinar matahari. Tidak kalah menarik dengan rasanya, buah yang sempat jadi tren di dunia kesehatan ini menyimpan nutrisi yang melimpah. Ikuti ulasan selengkapnya berikut ini ya.

Kalori

Delima mengandung tinggi karbohidrat dan rendah lemak dibandingkan kelompok makanan lainnya. Situs penyedia informasi kesehatan dan kebugaran Livestrong menulis dalam 100 gram biji delima mengandung 16 gram karbohidrat, 1,5 gram protein, dan 1 gram lemak. Karena ketiga nutrisi tersebut berkontribusi terhadap kandungan kalori total, menyebabkan delima mengandung 72 kalori per 100 gram-nya.

Vitamin dan Mineral

Delima sangat kaya kandungan vitamin C dan K, situs Livestrong menyatakan satu buah yang masih mentah menyediakan 48% vitamin C dan 58% vitamin K dari jumlah harian yang direkomendasikan. Selain itu juga memenuhi 11% kebutuhann vitamin B6 dan 8% vitamin E. Tidak hanya vitamin, ada beberapa mineral penting yang ditemukan dalam buah delima. Kandungan mineral tertinggi adalah tembaga, sekitar 22% dari jumlah harian yang disarankan. Selain itu juga mengandung sejumlah besar kalium, mangan, dan fosfor.

Serat dan Gula

Setengah cangkir biji delima mengandung 12 gram gula, tingginya kadar ini disumbang oleh 3,5 gram serat yang ditemukan di dalam porsi yang sama, seperti yang dilansir situs Livestrong. Serat dalam buah delima jumlahnya 2 kali lebih besar daripada yang dikandung apel, dalam penyajian yag sama. Konsumsi buah tinggi serat dapat  menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengurangi kolesterol jahat, dan menurunkan risiko obesitas maupun penyakit jantung.

Antioksidan

Delima menjadi popular di dunia kesehatan karena tingginya tingkat antioksidan yang dimilikinya. Umumnya ditemukan pada buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran, antioksidan berfungsi melawan kerusakan sel-sel tubuh akibat radikal bebas. The U.S. Department of Agriculture, yang bertanggungjawab pada bidang pertanian, kehutanan, dan makanan, menempatkan delima sebagai urutan kelima makanan antioksidan, karena mengandung kadar tertinggi ellagitannins yang berhasil memerangi kanker prostat, seperti yang dilaporkan National Institutes of Health, pusat penelitian medis terkemuka di Amerika Serikat.

Selain rasanya yang enak, konsumsi buah delima secara rutin untuk mendapatkan nutrisi baik bagi tubuh, demi kesehatan jangka panjang.

Share artikel ini:

Artikel Terkait