Pencernaan Sehat, Tumbuh Kembang Si Kecil Optimal

Organ pencernaan itu organ sangat penting dan harus dijaga kesehatannya. “Karena 80% imunitas atau sistem kekebalan tubuh diproduksi di saluran cerna,” demikian dijelaskan oleh dr. Eva Jeumpa Solaeman, SpA(K) dalam acara talkshow yang diadakan oleh Dancow Parenting Centre dan Delta radio 99.1 FM pada hari Kamis, 28 Februari 2008.

Dr. Eva juga menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi, baik yang berbahaya atau tidak, akan terekspos pertama kali di saluran cerna. Sehingga apabila organ pencernaan tidak terjaga dengan baik, maka akan membuat organ yang lainnya juga menjadi sakit. Dan sebaliknya, bila organ pencernaan terjaga dengan baik, maka makanan yang dikonsumsi akan diserap optimum dan akan disebarkan ke seluruh tubuh dengan maksimal pula.

Anak – anak Sangat Rentan…..
Pada anak-anak, kesehatan saluran cerna ini mutlak harus diperhatikan. karena jika saluran cerna tidak dijaga kesehatannya, akan menimbulkan masalah serius, yakni terganggunya imunitas tubuh, sehingga anak-anak akan mudah terserang penyakit, karena daya tahan tubuhnya yang rendah. Dan anak yang sering terkena penyakit akan mempengarui pertumbuhan dan perkembangannya.

Dr. Eva memaparkan tentang dampak negatif yang ditimbulkan apabila saluran cerna tidak terjaga dengan baik, yakni :

  • sering diare
  • sering terkena batuk pilek
  • susah buang air besar
  • dayan tahan tubuh menurun

Dunia anak adalah dunia bermain, dan anak adalah seorang “explorer” yang handal, yang selalu ingin ber-eksplorasi dengan lingkungannya. Mereka akan cenderung memasukkan segala sesuatu yang menarik perhatiannya ke dalam mulut. Dan anak yang lemah daya tahan tubuhnya tidak akan mampu melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga menimbulkan masalah kesehatannya bagi dirinya, misalnya diare.

Anak yang sering terkena diare akan terhambat pertumbuhan dan perkembangannya. Maka, diare harus dicegah, yakni dengan cara melindungi saluran cerna si Kecil dan menghindari paparan zat-zat yang berbahaya, yang biasanya diperoleh dari mainan atau lingkungannya.

Cara bijaksana yang dapat kita lakukan selaku orang tua adalah membentengi pencernaan si Kecil dengan “benteng pertahanan” yang kuat. Karena bila kita melarang si kecil untuk ber-eksplorasi, maka akan mengakibatkan proses belajar anak menjadi terhambat.

Jenis Bakterinya …
Salah satu cara untuk menjaga kesehatan saluran cerna adalah dengan membuat ekosistem yang baik didalamnya, yakni dengan menambahkan bakteri baik yang memberi manfaat di dalam saluran cerna kita.

Dr. Eva menjelaskan bahwa secara normal, di dalam perut kita ada ekosistem atau kehidupan, yang berisi kuman-kuman atau mikrobiota yang baik dan yang jahat, yang berjumlah ± 500 species, dan bila ditimbang berjumlah ±1 – 1 ½ kg.

Jumlah yang sangat banyak bukan?

Mikrobiota atau mahluk-mahluk kecil itu, baik yang berguna dan yang merugikan di dalam saluran cerna akan berkompetisi, baik tempat ataupun makanannya. Sehingga kita harus berupaya agar si bakteri baik yang menang.

Jenis kuman atau mikrobiota-baik, yang hidup di dalam saluran cerna antara lain Lactobacillus Paracasei dan Bifidobakterium Longum. Dengan mengkonsumsi makanan yang telah ditambahkan atau mengandung kedua bakteri ini, diharapkan akan menghalangi dan melawan si bakteri merugikan (jahat) ‘parkir’ menempati saluran cerna, sehingga kesehatan saluran cerna terjaga, selain itu membantu menjaga imunitas tubuh si kecil.

Pola Makan Seimbang
“Dengan mengkonsumsi ragam makanan bergizi seimbang akan membuat kebutuhan gizi si Kecil terpenuhi dan akan membuat imunitas si kecil juga terjaga dengan baik”, demikian dipaparkan oleh dra. Rienani Mahadi, praktisi gizi dari PT. Nestlé, dalam acara yang sama.

Pada usia pertumbuhan, seorang anak memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, sesuai dengan tahapan usianya. Oleh sebab itu, sebaiknya anak mendapatkan makanan atau susu yang sesuai dengan tahapan usianya tersebut. Misalnya susu untuk anak usia 1 tahun akan berbeda untuk anak 3 tahun, 5 tahun.

Dan akan lebih baik lagi bila kita sebagai orang tua dalam memilih susu, jangan hanya memperhatikan gizi untuk otak saja, melainkan juga memperhatikan kandungan dalam susu tersebut yang dapat meningkatkan kesehatan saluran cerna, misalnya susu yang mengandung bakteri menguntungkan atau probiotik. Contohnya DANCOW mengandung probiotik Lactobacillus PROTECTUSTM, untuk mendukung modulasi imunitas anak. Mengingat proses makanan menjadi zat-zat gizi ada di saluran cerna, Nestle memberi perhatian besar pada kesehatan saluran cerna, selain penting untuk imunitas. Demikian ungkap Rienani

Rienani menambahkan bila memberikan makanan kepada anak, sebaiknya harus bervariasi agar anak terhibur dan menikmatinya. Dan berikanlah makanan bukan sebagai kewajiban atau paksaan. Ciptakan suasana yang menyenangkan pada saat anak makan. Janganlah menyelesaikan persoalan tak mau makan dengan makanan cair, tetapi carilah akar permasalahannya.

Dr. Eva menambahkan juga bahwa bila si Kecil tidak mau makan, maka orang tua harus mencari sebabnya. “jangan terpaku bahwa anak harus makan nasi”. Anak-anak yang menyukai makanan lain, dan berat badannya baik, dapat dikatakan anak tersebut terpenuhi kebutuhan gizinya”,.

Dengan mengkonsumsi makanan yang bervariasi, diharapkan seluruh kebutuhan si Kecil dapat terpenuhi.

Share artikel ini:

Artikel Terkait