@shutterstock

Penyebab Munculnya Alergi Udang

Udang bakar, udang saus tiram, siomay udang apapun bentuknya olahan udang memang selalu enak untuk dimakan. Apalagi jika disajikan dengan nasi yang panas, benar-benar membuat hidangan udang kian pas untuk disantap. Meski begitu, tak semua orang bisa menikmati udang dengan bebas. Sebagian orang mengalami alergi setalah makan udang. Hal ini tentu menjadi gangguan yang sangat tidak nyaman, hingga akhirnya memutuskan untuk tidak mengonsumsi udang lagi.

Lalu, apa sih yang memicu timbulnya alergi udang ini?

Sama seperti alergen atau makanan yang bisa menyebabkan alergi pada umumnya, alergi udang juga disebabkan karena reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan. Praktisi kesehatan sekaligus direktur medis Mayo Clinic Organization, Sandhya Pruthi, MD, menjelaskan saat terjadi alergi sistem kekebalan tubuh mengeluarkan reaksi yang berlebihan.

Dari yang awalnya makanan tersebut tidak berbahaya, berbalik menjadi asupan yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Dr. Sandhya mengungkapkan pokok permasalahan yang menyebabkan terjadinya alergi udang maupun makanan laut lainnya terletak pada protein. Tubuh mengira protein yang ada dalam udang adalah zat yang berbahaya sehingga langsung memproduksi antibodi sebagai reaksi penolakan.

Lebih lanjut, reaksi penolakan ini akan disertai dengan pelepasan histamin dan bahan kimia lain yang menyebabkan munculnya gejala alergi. Adapun diagnosis alergi udang pada masing-masing orang berbeda dan bergantung dengan sistem kekebalan tubuhnya. Bahkan, menurut Dr. Sandhya mendiagnosis alergi kadang serumit prosedur penentuan suatu penyakit pada umumnya.

Beberapa orang baru menunjukkan reaksi alergi setelah benar-benar memakan udang, sementara sebagian yang lain langsung menunjukkan reaksi alergi hanya dengan melihat maupun mencium baunya. Secara umum gejala alergi udang ditunjukkan dengan kulit yang kemerahan, gatal-gatal sampai yang paling akut membuat saluran pernapasan, pencernaan dan jantung mengalami gangguan. Dr. Sandhya juga menambahkan reaksi alergi tidak bergantung usia, sehingga kapanpun bisa terjadi gejalanya.

Hal yang paling penting adalah langsung memeriksakan ke dokter saat mengetahui gejala awal, sebelum benar-benar menjadi alergi yang terus terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Share artikel ini:

Artikel Terkait