Sariawan, Bisakah Dicegah?

Setiap orang setidaknya sekali dalam setahun pernah mengalami sariawan. Tapi tak sedikit yang bertanya, bagaimana mencegahnya kalau sariawan datang berulang? Mari membahasnya di sini.

Sariawan dijuluki penyakit seribu sebab, karena memang penyebabnya tidak hanya satu. Orang mengira sariawan semata disebabkan karena kurangnya vitamin C. Padahal ada penyebab lain yang juga bisa memunculkan sariawan yaitu bila kekurangan atau kelebihan nutrisi tertentu, gangguan hormonal dan imunitas, penyakit rongga mulut, serangan virus atau jamur tertentu. Jangan lupa, sariawan juga bisa muncul bila sedang stres.

Ada jenis sariawan bandel, yang rutin muncul berkala. Misalnya saat sedang menstruasi, saat perubahan musim, terluka karena terkena trauma mekanis tergigit, karena mengkonsumsi makanan dan minuman panas atau timbul dari reaksi alergi. Jika sariawan sering timbul meski makanan sudah tercukupi, perlu diperhatikan kebersihan mulut, gigi dan gusi.

Kelabu merah

Sariawan tumbuh di permukaan selaput lendir rongga mulut. Selain di bagian pipi dalam, bisa juga di lidah, dan gusi. Di mana pun lokasi sariawannya, gambarannya kurang lebih sama. Bulat berwarna putih kelabu dengan pusat merah. Dengan rasa nyeri yang menyengat bahkan ada yang sampai tak berani makan dan terganggu pula sewaktu berbicara.

Jaman dahulu penyebab utama sariawan adalah karena kekurangan vitamin C. Biasanya pelaut yang pergi berbulan-bulan untuk berlayar akan kekurangan asupan sayur-mayur dan buah, karena terbatasnya variasi makanan dalam perjalanannya. Sehingga tubuhnya kekurangan asupan vitamin C. Pada saat itu ‘wabah’ sariawan selama berlayar yang kemudian disebut scorbut muncul. Banyak tumbuh tukak (luka) di rongga mulut yang amat mengganggu. Bila sariawan dibiarkan berlarut-larut bisa saja kemudian berkomplikasi menjadi infeksi selaput lendir yang bernanah.

Ada jenis sariawan hebat sekali yang tumbuh di gusi. Plaut Vincent namanya. Biasanya disebabkan karena kekurangan vitamin A dan ada sejenis kuman yang berkembang di dalam rongga mulut. Jenis yang ini, memiliki keluhan yang sama seeprti sariawan dan menyebabkan bau mulut.

Atasi penyebabnya

Pengobatan yang biasanya sering dilakukan, biasanya sariawan diatasi hanya dengan cara mengeringkannya. Ada memang jenis obat (tincture) yang dioleskan pada sariawannya. Prinsipnya agar luka sariawannya langsung kering seketika. Dengan cara ini sariawan akan kering dan keluhan tidak nyaman mereda, namun permasalahannya tak tuntas karena biasanya penyebab sariawan tersebut terjadi di dalam tubuh.

Selama penyebabnya tak diatasi, sariawannya akan berulang. Maka lebih penting mencari penyebabnya. Selain kurang vitamin C, bisa juga kurang nutrisi tertentu antara lain, vitamin A dan B komplek, zat besi, seng juga protein. Untuk itu perlu lebih banyak dan sering mengonsumsi sayuran dan bebuahan, serta minum susu disamping makanan lengkap.

Oleh karena sariawan merupakan luka terbuka, maka kebersihan rongga mulut juga perlu dijaga agar tak sampai berkembang infeksi di sana, gunakanlah obat kumur.

Waspada kuman

Apabila sariawan datang berulang, dan munculnya di sekitar tempat yang sama, kemungkinan bukan sariawan biasa. Bisa jadi disebabkan karena herpes yang sukar sembuh, dana kan datang berulang. Tak cukup hanya berkumur dan mengoleskan sariawan  herpes dengan obat yang mengeringkan, namun perlu juga obat antivirusnya. Tanpa bantuan itu, sariawan akan tetap sering kambuh, selain bisa menjalar ke bagian rongga mulut yang belum lain terkena. Biasanya sariawan herpes akan kambuh saat stres. Segera mintalah bantuan dokter untuk menyembuhkannya.

Pada anak, jamur mulut sering menyebabkan sariawan dengan tanda bercak putih seperti lapisan susu pada selaput lendir rongga mulut. Ini mengganggu proses menelan selain makan dan bicara. Biasanya terkontaminasi dari botol dan dot yang kurang bersih. Lalu jamur melekat dan tumbuh di rongga mulut.

Sariawan jamur harus dilawan dengan obat antijamur mulut. Biasa dipakai gentian violet, cairan mirip tinta yang dioleskan pada sariawannya. Tanpa obat yang cocok, sariawan akan tetap membandel. Menjaga kebersihan mulut dan rongga mulutnya, juga diperlukan untuk membuat mulut jamur enyah. 

Jadi kalau sariawan sering kambuh, berarti kita tidak tepat mengobati karena gagal menemukan penyebabnya. Termasuk apabila faktor pencetusnya lantaran karena stres. Untuk itu perlu penanganan secara medis oleh dokter, setiap kali sariawan kambuh.

Singkat kata, mencukupi kebutuhan gizi dengan konsumsi beragam makanan, menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh, terbiasa  membersihan mulut, gigi, lidah dan gusi serta hindari stress adalah upaya jitu mencegah sariawan***

 

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan


 

Share artikel ini:

Artikel Terkait