Si Kecil Kurang Percaya Diri? Ajarkan 5 Hal Ini!

Rasa percaya diri pada si Kecil adalah salah satu faktor pembentuk karakter yang sebaiknya dipupuk sejak dini. Kepercayaan diri akan membantu si Kecil lebih mudah menjalin komunikasi dan hubungan dengan orang lain. Selain itu, percaya diri juga memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan akademiknya.

Namun, tak jarang si Kecil merasa minder dan kurang percaya diri dalam bergaul. Jika sudah begini, saatnya Ibu bertindak dengan cerdas. Tak perlu memaksa, Ibu hanya harus memberikan pengertian pada si Kecil.

Yuk, ajarkan 5 hal ini agar si Kecil makin percaya diri!

1. Mencintai Diri Sendiri

Setiap orang dilahirkan berbeda, baik warna kulit, sifat, ataupun kemampuan akademik. Untuk itu, sedini mungkin ajarkan tentang cara mencintai diri sendiri sejak dini kepada Si Kecil. Ajak Si Kecil untuk memahami apa saja kelebihan yang dimilikinya dan mensyukuri hal itu. Selain itu, ajarkan pada anak untuk menghargai orang lain.

2. Cara Berpenampilan di Muka Umum

Cara berpenampilan di muka umum juga menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan diri. Ibu tak perlu memberikan pakaian atau barang mewah untuk Si Kecil. Cukup ajarkan tentang pakaian mana saja yang pantas dan tak pantas digunakan di muka umum. Dengan begitu, anak tak akan mengalami apa yang disebut “salah kostum”.

3. Dorong Anak Melakukan Hobi

Tahukah Ibu apa hobi Si Kecil? Jika belum, coba amati kembali apa hal yang suka dilakukannya. Jika sudah, ini saatnya Ibu untuk mendukungnya. Ibu bisa memfasilitasinya sesuai kebutuhan, seperti membelikan cat air dan kanvas untuk anak yang suka melukis.

Saat melakukan apa yang disukainya, Si Kecil tentu akan merasa senang. Di sisi lain, hal ini juga akan meningkatkan rasa percaya dirinya.

4. Kembangkan Bakat Anak Sesuai Minatnya

Bakat dan minat Si Kecil masih berkaitan dengan hobinya. Untuk itu, sebaiknya kenali terlebih dahulu bakat dan minat Si Kecil. Hal ini akan terlihat dari aktivitas yang sering dilakukan dan membuatnya tertarik.

Setiap anak tentu memiliki bakat dan minat yang berbeda, jadi Ibu harus jeli dalam mengamatinya. Setelah tahu apa yang menjadi bakat dan minat anak, dukung mereka untuk terus mengembangkannya.

5. Ajarkan Anak Menghindari Bully

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 1.200 anak, separuh diantaranya mengaku pernah di-bully. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat bully di kalangan anak masih sangat tinggi. Bully bukan hanya melukai secara fisik, tapi juga secara mental. Akibatnya, anak akan merasa minder dan kurang percaya diri.

Untuk itu, Ibu bisa mengajarkan anak untuk menghindari segala bentuk bully agar si Kecil tidak menjadi korban ataupun menjadi pelaku. Salah satu cara menghindari si Kecil menjadi korban bully adalah melapor kepada orang tua atau guru agar ada tindakan tegas terhadap pelaku. 

 

Kepercayaan diri seorang anak sangat dipengaruhi oleh dukungan orang tuanya. Karena itu, Ibu bisa memberikan dukungan pada setiap kegiatan positif yang dilakukan si Kecil.

Share artikel ini:

Artikel Terkait