Tabir Surya Untuk Balita, Perlukah?

Walaupun sebagian cahaya matahari pagi bermanfaat bagi tubuh, tapi ada juga yang berbahaya. Lalu, bagaimana pengaruhnya terhadap kulit balita mengingat Indonesia berada di wilayah tropis? Apakah perlu melindungi kulit balita dari produk tabir surya?

BANYAK produk tabir surya yang juga ditawarkan untuk balita, selain bagi orang dewasa. Berbeda merk, berbeda pula dosis, dan kandungan zat kimiawi didalamnya. Pilihannya disesuaikan dengan kebutuhan.

Pada umumnya, ada jenis tabir surya yang mengandung kemampuan kimiawi yang dapat menyerap cahaya ultraviolet (UV) dalam cahaya matahari sebelum mengenai kulit. Dengan cara demikian akibat buruk UV tidak bekerja pada kulit. Ada juga yang mengandung zat yang bekerja memantulkan UV sehingga tak mengenai kulit.

Cegah kanker kulit
Kita tahu UV sendiri ada dua jenis, yakni UVA dan UVB. Jenis UVA biasanya tidak sampai membakar kulit (sunburn), namun bila terpapar rutin untuk kurun waktu yang lama bisa mengakibatkan kanker kulit jenis melanoma.

Sedangkan UVB bila terlalu dicegah, dapat mengganggu pembentukan vitamin D. Kita tahu produksi vitamin D memerlukan bantuan cahaya matahari pagi. Terpapar sedikitnya 15 menit setiap hari, pembentukan vitamin D oleh tubuh bisa terjamin. Kekurangan paparan UVB ini yang berisiko tubuh kekurangan vitamin D. Maka pemakaian tabir surya yang menahan UVB sebaiknya tidak rutin diberikan setiap hari.

Efek positif tabir surya tentu saja dapat membantu mencegah risiko terkena kanker kulit. Namun seperti kandungan bahan kimiawi umumnya, tentunya memiliki efek buruknya. Seperti efek radikal bebas (free radicals) kimiawi dalam bahan tabir surya perlu dipertimbangkan.

Cahaya matahari yang jahat itu memancar sekitar pukul 10.00 – 16.00. Pada kurun waktu itu tabir surya dianjurkan dipakai untuk melindungi dari pengaruh buruk cahaya matahari. Termasuk bagi kulit balita tanpa terkecuali.

Pertimbangan efek buruknya
Dosis tabir surya dipakai satuan SPF (sun protection factor). Pilihan dosis ditentukan oleh factor jenis kulit, jumlah yang dipakai, jenis aktivitas yang akan dilakukan, serta seberapa kuat paparan cahaya mataharinya. Maka setiap negara menetapkan dosis SPF-nya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Yang sering terjadi, pemakaian tabir surya cenderung hanya setengah sampai seperempat kebutuhan saja. Hal ini mungkin terjadi karena tak tahu kalau pemakaiannya perlu kerap diulang. Awal pemakaian 15-30 menit sebelum terpapar, dan diulang 15-30 menit sehabis terpapar, selain perlu diulang setiap 2 jam sekali. Aktivitas renang memerlukan pengulangan yang lebih kerap.

Dianjurkan mencoba terlebih dahulu mengoles sedikit saja tabir surya pada kulit tertentu, misal sebagian punggung atau leher atau lengan atas dekat ketiak,. Periksalah bila tidak ada tanda reaksi alergi seperti gatal-gatal, kemerahan, atau kulit bentol macam digigit serangga, pemakaian krim tabir surya tersebut bisa dilanjutkan 

Dosis SPF 15 dianjurkan oleh Asosiasi Penyakit Kulit Amerika. Namun untuk balita diberikan dosis SPF 30 yang dinilai ideal. Itu pun tergantung merk produk serta dari negara mana produk berasal.

Mengingat beberapa kelemahan pemakaian tabir surya, oleh karena itu sikap bijak sangat perlu diambil saat memberikannya. Bagaimana pun aman, tabir surya mengandung zat kimiawi. Sekalipun dinyatakan aman, namum efek buruk radikal bebas yang mungkin terkandung di dalamnya bisa berefek buruk pula bagi tubuh yang memakainya. Belum efek bahan fisis yang dipakainya, bila ada. Sebaiknya tidak memberi krim tabir surya untuk balita usia dibawah 6 bulan. Bila terpaksa harus memakainya, oleskan tipis-tipis pada bagian tertentu saja.

Mengingat itu semua, sebaiknya tidak memilih beraktivitas di saat matahari tengah buruk pengaruhnya, yakni di antara pukul 10.00 sampai pukul 16.00, kecuali bila sangat terpaksa. Sejatinya masih banyak pilihan waktu agar bisa terbebas dari ancaman buruk paparan cahaya matahari.

Selain itu perlu dipertimbangkan resiko kekurangan vitamin D. Padahal balita membutuhkan lebih banyak vitamin D untuk pembentukan gigi dan tulang. Karena akhirnya paparan sinar matahari yang menyehatkan terhalang masuk karena tertutupi oleh krim tabir surya.

Menghindari dari cahaya matahari buruk sebetulnya lebih mudah dilakukan ketimbang harus memikul risiko efek buruk tabir surya dengan memilih waktu beraktivitas tanpa perlu memakai tabir surya. Namun bila memang kondisinya harus memakainya demi mencegah efek terburuk yang diperkirakan terjadi, yakni kanker kulit, tak perlulah lagi berpikir dua kali.***

Perlu di ingat

  • Hindari sinar surya paling kuat antara jam 10 pagi sampai jam 4 sore.
  • Pancaran sinar ultra-violet (UV) yang merusak dapat terpantul dari: pasir, dinding beton, logam, kaca. „³ hindari wilayah pantulan sinar tersebut
  • Sinar mata hari dapat menembus mendung. Sebab itu tetap hindari surya pada jam 10.00 ¡V 16.00. Bila perlu meski mendung, tetap gunakan tabir surya.
  • Tabir surya yang baik untuk balita dan anak adalah baju kaus katun kapas¡Valam berserat rapat yang menutup seluruh seluruh badan dan anggota (celana dan baju panjang)

Berikut ¡¥mitos¡¦ & fakta tentang sinar matahari:

  • Mitos: Krim yang membuat kulit gelap (sun-tan) 
  • Fakta: Kulit yang gelap tanda adanya kerusakan sel kulit
  • Mitos: Saat mendung, sinar matahari TIDAK ¡¥membakar¡¦ kulit balita & Anak
  • Fakta: Saat mendung siang, sinar matahari dapat ¡¥membakar¡¦ kulit balita & Anak  
  • Mitos: Baby oil adalah lotion yang baik untuk tabir surya
  • Fakta: Baby oil sama sekali tidak dapat menjadi tabir surya bahkan menyebabkan kulit lebih cepat terbakar saat terpapar sinar (sun-burn).
  • Mitos: Balita & anak membutuhkan sinar matahari untuk proses pembentukan vitamin 
  • Fakta: Konsumsi beragam makanan bergizi seimbang yang memadai dan paparan sinar matahari pada kadar minimum  akan memenuhi kebutuhan vitamin.

Halaman sebelumnya  

Share artikel ini:

Artikel Terkait